
Mobil melaju sangat kencang dijalan raya.
Sialnya mobil patroli polisi mengisyaratkan Farhan untuk menghentikan mobilnya.
"Ck.. SIAL!!" Farhan mengumpat dan memukul stir mobilnya.
Farhan mencoba kooperatif dan turun dari mobil. Ia menjelaskan kepada polisi yang bertugas tentang situasinya.
Terjadi perdebatan antara mereka sampai mobil polisi yang menyamar bersama mereka datang dan memperlihatkan surat izin. Akhirnya petugas patroli lalu lintas itu melepaskan mereka.
Mereka tiba di dermaga tempat bongkar muat barang. Terdapat ribuan kontainer disana. Mereka pun berpencar mencari Irene dan Jerry.
"Kita semua berpencar dan segera kabari kalau ada gerakan mencurigakan. Aku dan Kevin akan memeriksa kapal-kapal mana yang akan berangkat pada petugas. Oke.. Let's go!" Farhan memberikan intruksi pada semuanya.
Sudah hampir satu jam lebih mereka mondar mandir mencari diantara ribuan kontainer itu tapi nihil. Akhirnya mereka memutuskan untuk berkumpul lagi.
"Gimana?" tanya Yohan pada semuanya.
Semuanya menggelengkan kepala dan terlihat kelelahan.
"B*jing*n Pragos itu mau menipuku rupanya," ucap ayah Yanto geram.
Salah satu bodyguard Yohan berlari mendekati mereka.
"Direktur.. Sekitar 10 menit yang lalu ada kapal nelayan yang berlayar.. Sepertinya gerak gerik penumpangnya mencurigakan kata salah seorang saksi yang melihat," lapor bodyguard tersebut.
__ADS_1
"Sial!! Ayo kita susul dengan jetski," Yohan berlari menuju tempat penyewaan jetski dan speedboat disekitar dermaga disusul yang lain.
Yohan, ayah Yanto dan dua bodyguard segera tancap gas jetski menerjang ombak lautan. Sedang Farhan, Kevin dan petugas kepolisian menyusul menggunakan speedboat.
"Dari kecepatan kapal nelayannya sepertinya belum jauh yah.. Kita pasti masih bisa menyusul!!" teriak Yohan yang suaranya terpecah suara angin dan jetski.
"Fokus dan tetap hati-hati!" ayah Yanto menjawab sembari menambah kecepatan jetskinya.
Akhirnya mereka melihat kapal nelayan mencurigakan itu.
Mata Yohan terbelalak dan kepalanya panas melihat Irene yang berdiri dipinggiran kapal dan Jerry yang memeluknya dibelakang.
"IRENEEEEE..." teriak Yohan sekencang-kencangnya.
"Fvck! Hei.. Kalian siap-siap para tamu tak diundang sudah datang.. Siapkan amunisi kalian!" Jerry mengumpat dan memerintah anak buahnya.
Irene ketakutan setengah mati dan khawatir dengan Yohan. Irene juga melihat ayahnya menaiki jetski yang lain.
"YOHAN... AYAAH HATI-HATI MEREKA MAU MENEMBAK!!!" teriak Irene memberi peringatan pada orang-orang terkasihnya.
Jerry segera membekap mulut Irene dan membawa Irene kedalam kapal.
Tak berselang lama anak buah Jerry menembakkan banyak peluru kearah Yohan dan ayah Yanto.
"Masuk ke air.. Cepat!!" ayah Yanto mengintruksikan Yohan dan dua bodyguardnya untuk masuk kedalam air menghindari peluru.
__ADS_1
Ayah Yanto yang sudah berpengalaman dengan situasi itu sangat lihai menghindari peluru begitu juga dua bodyguard Yohan. Tapi yang jadi masalah adalah Yohan yang masih asing dengan situasi mengerikan itu.
Ayah Yanto berenang mendekat ke Yohan dan membantunya.
Ayah Yanto menunggu timing yang tepat dan saat anak buah Jerry mengganti pelurunya ayah Yanto segera naik kekapal dan menendang salah satu anak buah Jerry. Dengan cepat ia melempar tali yang terpaut dengan pelampung kelaut. Yohan menangkapnya dan menyusul naik keatas kapal.
Terjadi baku hantam yang sangat sengit diantara mereka.
Anak buah Jerry yang bersenjata api pistol dan juga sniper benar-benar membuat kewalahan. Ayah Yanto menyuruh Yohan berlindung sampai dia dan dua bodyguardnya melumpuhkan anak buah Jerry.
Dengan pengalaman dan keahlian bela diri ayah Yanto dalam hitungan menit bisa membalikkan keadaan.
Jerry yang sedari tadi mengamati situasi tak hentinya mengumpat. Tanpa perhatian semua orang dia membawa Irene dari dalam kapal keluar sampai ke ujung depan kapal nelayan itu.
"Mmmhh.. Mmhh.." Irene mencoba berteriak tapi tak bisa karena mulutnya tertutup lakban.
"IRENEEE.." Yohan berteriak melihat Irene yang kepalanya sudah ditodong pistol oleh Jerry yang menyekapnya dari belakang.
"Jerry.. Lepaskan Irene!!" teriak Yohan penuh emosi.
"Hahahahaha.. Lepasin Irene katamu?! Oke.. Akan kulepaskan dia," Jerry mengarahkan tubuh Irene kelautan.
Irene semakin ketakutan dan hanya bisa menangis.
"Hahaha.. Bercanda.." Jerry tertawa mengejek dan terlihat menikmati raut wajah Yohan dan yang lain.
__ADS_1
Sekujur tubuh ayah Yanto hingga kepala terasa panas penuh amarah.
"Kalian para tamu tak diundang.. Cepat berlutut!! Atau kalau tidak.. Kepala Irene yang cantik ini akan melayang.. Hahahaha.. Cepat berlutut!!" perintah Jerry.