
Yohan, ayah Yanto dan dua bodyguard Yohan menuruti perintah Jerry. Mereka berlutut dan dengan aba-aba dari Jerry, anak buahnya menendang dan menekan tubuh mereka dengan kaki sampai jatuh tersungkur.
"Hah.. Irene.. Orang-orangmu sungguh sangat merepotkan.. Cih!" ucap Jerry didekat telinga Irene.
Irene tak hentinya menangis karena ketakutan.
Ayah Yanto memandang Irene dan memejamkan matanya lalu menggelengkan kepalanya pelan. Suatu isyarat untuk Irene agar tak takut.
"Apa yang lain bisa segera menyusul kesini? ****.. Aku sungguh gak berguna!" batin Yohan menyalahkan dirinya sendiri.
"Apa yang kamu inginkan Jerry??" ucap Yohan dengan tatapan tajam.
"Hemm.. Apa ya? Bukankah semua milikku sudah kau hancurkan.. Jadi aku menginginkan yang awalnya juga milikku.." Jerry mencium leher Irene.
Irene gemetar ketakutan. Yohan begitu juga ayah Yanto mengepalkan tangan menahan amarah mereka.
"Apa perintah selanjutnya bos?" tanya salah seorang anak buah Jerry.
"Ikat mereka dan buang kelaut!" Jerry tersenyum smirk.
"Mmhhpp.. Mmhhp..." Irene semakin memberontak tapi tak bisa lepas dari cengkraman tangan Jerry.
"Gak semudah itu ferguso!" ucap ayah Yanto yang langsung melayangkan tendangan kearah anak buah Jerry yang menekannya.
Terjadi perlawanan dan baku hantam lagi diantara mereka.
__ADS_1
DUARRR!!
Sebuah peluru hampir mengenai Yohan tapi naasnya sedikit menggores bahu ayah Yanto yang berusaha melindunginya.
"Ayah.. Ayah gak apa-apa?" ucap Yohan cemas melihat darah mengucur dari bahu calon ayah mertuanya itu.
"Ini gak seberapa. Tetap fokus!" jawab ayah Yanto.
"Uppss.. Meleset ya.. Tapi kali ini kalian gak akan bisa menghindar loh.." ucap Jerry bersiap menembakkan peluru dari pistolnya.
Tanpa disadari Jerry, tali yang mengikat tangan Irene longgar. Itu kesempatan Irene untuk melepaskan ikatan ditangannya.
DUAARR.. DUAARRR!!
Bersamaan peluru dari pistol Jerry melesat. Dada sebelah kanan Jerry terkena peluru dari tembakan jarak jauh.
Polisi yang mengikuti mereka sudah sampai dan ada juga polisi laut yang sudah menerima laporan.
"Fvck!! Gue kalah Irene.. Hahaha.." tubuh Jerry lemas dan jatuh melewati panggar pembatas kapal bersama Irene.
"IRENEEEE..." teriak ayah Yanto dan Yohan bersamaan dan berlari untuk menyelamatkan Irene.
Tangan Irene berhasil meraih pagar besi kapal dan berusaha sekuat tenaga mempertahankan tubuhnya agar tak jatuh ke laut. Akan tetapi ia kesulitan karena Jerry juga memegang pinggangnya erat.
"Irene.. Maukah kau mati disini bersamaku?" ucap Jerry yang sudah putus asa.
__ADS_1
"Mmhhpp.. Mmhhp.. (Tidak akan!)" jawab Irene penuh emosi dengan keadaan mulutnya yang masih terlakban.
"Haha.. Pasti tidak mau ya.. Hah... Tapi asal kamu tau Irene.. Dari dulu sampai sekarang dan setelah kematianku.. Aku akan tetap mencintaimu.." ucap Jerry yang kemudian melepaskan pegangan tangannya, "Jaga dirimu baik-baik Irene sayang..!!"
Jerry pun jatuh ke laut.
"Irenee.. Pegang tanganku..!!" ucap Yohan panik bukan main melihat Irene yang bergelantungan diluar pagar kapal.
Dengan sekuat tenaga Yohan menarik tubuh Irene dibantu ayah Yanto. Dan akhirnya Irene berhasil naik kembali diatas kapal.
Yohan melepas lakban dimulut Irene dan kemudian memeluknya. Dia menangis seperti anak kecil.
"Syukurlah.. Syukurlah kamu selamat sayang.." ucap Yohan sesenggukan.
Irene tak kuasa menangis. Kali ini bukan menangis ketakutan tapi menangis karena lega. Akhirnya dia selamat dan bertemu orang-orang tercintanya.
"Ayaahh.." panggil Irene dan kemudian ayah Yanto bergantian memeluk Irene.
"Maafkan ayah ya putriku," ucap ayah Yanto yang juga gak kuasa menahan tangisnya.
"Ayah gak apa-apa kan?" Irene melihat bahu ayah Yanto yang berdarah.
"Gak apa-apa.. Ini cuma tergores.." ayah Yanto mengeratkan pelukannya pada putri tercintanya.
Farhan dan Kevin merasa lega akhirnya Irene selamat. Kevin tak kuasa menangis saking leganya sahabatnya tak kenapa-kenapa.
__ADS_1
Anak buah Jerry yang tertinggal semuanya ditangkap polisi. Dan polisi juga menyelam untuk menemukan jasad Jerry di laut.
Perlahan langit berganti oren. Matahari terbit dari timur diiringi deburan ombak yang tenang disepanjang perjalanan kapal menuju ke dermaga.