
Irene tak mengerti kenapa ia sudah duduk saja diantara dua keluarga ini.
Keluarga Yohan dan keluarga Irene akhirnya bertemu di manshion keluarga Yohan.
"Jeng.. Bentar lagi kita besanan, jadi jangan sungkan ya," ucap mama Adinda Ayu pada mama Ayu.
"Aku udah lama nyariin jodoh buat Irene ku ini jeng.. Siapa yang sangka ternyata jodohnya sedeket ini.. Hohohoho.." mama Ayu tampak sumringah sekali.
"Lama tak jumpa ya Yamato.." sapa papa Yonas pada ayah Yanto.
"Nama saya sekarang Yanto pak presdir.." jawab ayah Yanto dengan tenang.
"Jangan kaku begitu.. meskipun sebentar tapi kita cukup dekat dulu.. Apalagi sekarang kita mau besanan.." papa Yonas menepuk pundak ayah Yanto.
Beberapa hari sebelumnya...
"Apa?? Kita mau ketemu sama keluarganya Yohan??" Irene terkejut sampai berdiri dari duduknya.
Ayah Yanto dan mama Ayu saat ini menginap dikontrakkan Irene.
"Iya.. Mama udah janjian sama mamanya Yohan untuk pertemuan dua keluarga," mama Ayu menjawab dengan santai.
"Ayaah.." Irene menatap ayahnya dengan wajah memelas.
Ayah Yanto hanya menggelengkan kepalanya. Karena tak bisa menang melawan kehendak istrinya.
"Jadi ini alasan mama sama ayah nginep sekarang?" Irene kembali duduk dengan menahan kejengkelannya.
"Iya.. Kan jaraknya lebih dekat dari kontrakkanmu.. Sekalian mama mau mendadani Irene buat pertemuan besok," mama Ayu merangkul pundak Irene.
__ADS_1
Irene memanyunkan bibirnya dan masih mengumpat dalam hatinya.
"Kacau.. Kacau.. Kenapa bisa jadi seserius ini sih.. Pakai acara pertemuan keluarga lagi.. Kok aku baru tau keluargaku dekat dengan keluarga Yohan.. Kok aku gak ingat ya," batin Irene berkecamuk.
Irene mencoba mengingat-ingat kembali memori otaknya. Karena kejadian na'as yang menimpanya 6 tahun lalu. Irene sedikit kesulitan mengingat kenangan yang sudah terlalu lama.
Kembali ke saat ini...
"Kak Irene jangan melamun aja.. Ayo kekamarku.. Aku tunjukan koleksi PC ku.. Gaja*!!" Yonna menarik Irene antusias menuju kamarnya. *Ayo!
Irene yang pikirannya masih berusaha menyerap situasinya hanya bisa pasrah mengikuti Yonna kekamarnya.
Dikamar Yonna penuh dengan koleksi poster dan pernak pernik BTS. Irene dibuat takjub sampai mulutnya menganga dengan apa yang dilihatnya. Seperti mendapatkan energinya kembali, pikiran Irene terasa ringan. Yonna menunjukkan album PC nya. Kedua gadis itu teriak histeris dan kemudian bernyanyi dan menari bersama.
"Kak.. Nanti kalo kakak udah married sama kak Yohan. Kakak tinggal disini aja ya.. Aku pengen punya kakak cewek.." Yonna memeluk Irene manja.
"Waduh.. Gimana nih urusannya kok jadi gini.." batin Irene tampak kacau sekarang.
"Kalian sedang apa?" tau-tau Yohan sudah berada didepan pintu kamar Yonna.
Yonna semakin mengeratkan pelukannya ke Irene.
"This is my territory.. so she's mine!!" ucap Yonna dengan tatapan menusuk kearah Yohan.
"Bukankah adegan selanjutnya adalah pangeran berkuda putih menyelamatkan tuan putri.." Yohan melangkah mendekati Irene.
Terjadi adegan saling berebut antara Yohan dan Yonna. Dan akhirnya Yohan berhasil menang, bagaimanapun Yonna kalah dalam segi fisik.
"Hei.. Kamu apa-apaan sih.. Kayak anak kecil aja.. Dan aku bukan barang yang dibuat rebutan.." Irene mengomeli Yohan.
__ADS_1
Yohan hanya tersenyum kemudian menggendong Irene ala bridal style.
"Hei.. Lepasin!!" Irene meronta-ronta.
"Ssstt.. Pangeran sedang menyelamatkan tuan putri saat ini.." Yohan tampak mendalami perannya sekarang.
Sebenarnya itu adalah peran cerita yang biasa dimainkan Yohan saat menemani Yonna main drama kerajaan. Dari kecil Yonna sangat menyukai cerita kerajaan. Dan Yohan pasti akan berperan menjadi pangeran berkuda putih.
"Tidak akan kubiarkan kau merebut sang putri.. Hiiyyaaaa.." Yonna segera menyerang Yohan dengan serangan menggelitik.
Mereka bertiga tertawa lepas sampai pelayan memanggil mereka untuk makan malam bersama.
Suasana hangat kedua keluarga itu sungguh harmonis. Mereka menikmati makanan yang sudah disajikan dan mengobrol ringan.
"Kalau aku sih maunya gak usah lama-lama.. Lebih cepat lebih baik jeng.." ucap mama Ayu disela-sela makan.
Irene tersedak mendengar ucapan mamanya. Yohan langsung menepuk-nepuk pelan punggung Irene.
"Minum dulu sayang.. Pelan-pelan dong makannya.." Yohan menyodorkan air putih untuk Irene.
Irene segera meminumnya. Dan dadanya sedikit lega sekarang.
"Sebaiknya pakai adat apa jeng.. Sunda, jawa, modern atau jepang??" mama Adinda Ayu tak kalah antusias membicarakan tentang pernikahan.
Kaki Irene menendang kaki Yohan dibawah meja makan. Yohan menahan kesakitan dan menatap Irene. Mata Irene memberikan kode untuk menghentikan mereka. Yohan tersenyum smirk. Irene sudah cemas tak karuan.
"Ma.. Jangan buru-buru.. Irene masih mau menikmati masa pacaran seperti sekarang. Aku harus menghormati keinginan Irene kan," ucap Yohan menjelaskan dengan santai dan tanpa beban sama sekali.
Kepala Irene berdenyut menahan emosinya. Tapi ia hanya bisa tersenyum mengiyakan ucapan Yohan.
__ADS_1