CURSE EYE

CURSE EYE
Chapter 10


__ADS_3

Alarm Keyla kembali berbunyi, gadis itu meraba-raba handphonenya sambil mengusap matanya, terlihat sudah pukul 4 pagi. Keyla sengaja menyetel alarm pukul 4, karena hari ini dia ingin datang ke parkiran sekolah lebih awal untuk bertemu arwah Amel. Gadis itu bergegas memakai seragam sekolah lalu menghidupkan motornya kemudian melaju keuar dari gerbang rumah. beberapa menit Motor Keyla masuk ke halaman parkiran. Dia kembali memarkirkan motornya di area paling tengah parkiran. Gadis itu mengeluarkan botol kaca dari dalam ranselnya. seperti sebelumnya, setiap ada arwah-arwah gentayangan datang keningnya akan terasa panas, mata ke-3 nya muncul dengan jelas. Arwah Amel datang, sosoknya tidak mengerikan seperti kemarin, melainkan sosoknya semasa hidupnya dulu. Keyla tersenyum kepada arwah Amel.


"Amel, skarang kamu sudah mendapatkan keadilan, ayah kamu sudah di tangkap polisi karena kasus pembunuhan yang dia lakukan sama kamu." Ucap keyla tersenyum.


Arwah Amel meneteskan air matanya.


Kemudian Keyla membuka tutup botol kaca itu dan menumpahkan sedikit air ke telapak tangannya, kemudian mendekati arwah Amel.


Hawa panas yang di rasakan arwah Amel karena mata ke-3 Keyla, arwah itu menjerit kesakitan, kemudian keyla menyentuh kepala arwah amel, dan mengusapkan Magic water itu pada ubun-ubun arwah Amel. Seketika arwah amel sedikit demi sedikit menghilang dan sirna seperti bayangan yang semakin detik semakin hilang begitulah proses meleburnya arwah. kini Amel sudah mendapatkan keadilan dan tempat yang seharusnya dia dapat, Amel tidak lagi gentayangan di bumi dengan sosok mengerikan seperti itu lagi. Keyla memasukkan kembali botol kaca yang berisi Magic water itu ke ranselnya.


Waktu menunjukkan pukul 6.30. Motor Rico memasuki area parkir.


"Hai gadis ku.." Rico menggoda Keyla.


"Apasih lo." Keyla memalingkan wajahnya yang memerah karena di goda Rico.


"Dateng jam berapa lo Key?" Tanya Rico.


"Gue dateng jam 4 tadi, gue udah ketemu sama arwah Amel Co, gue juga udah lakukan pengembalian roh pada arwah Amel, sekarang dia udah tenang dan gak gentayangan lagi" Jelas Keyla sambil tersenyum simpul.


"Hebat lo key!, akhirnya lo bisa lakukan tugas berat seperti itu" Ujar Rico sambil menepuk bahu Keyla. Mereka berdua tertawa bersama menuju gerbang sekolah, Keyla merasa berhasil menyelesaikan misi beratnya, dia benar-benar tidak percaya sebelum nya dirinya bisa melakukan ini semua bahkan membantu arwah Amel yang gentayangan untuk mendapatkan tempat yang seharusnya di surga. Sesampainya di kelas Rico menaruh ranselnya kemudian pergi ke kantin, sedangkan Keyla menuju perpustakaan. Handphone Rico yang ada di saku celananya bergetar. Terlihat notif chat masuk dari Monic.


"Rico, gue bisa bicara bentar sama lo gak? Gue tunggu di kantin." - Monic. setelah membaca isi chat Monic, Rico memasukkan kembali handphonenya ke saku celana tanpa membalas pesan Monic. Sesampainya di kantin, dia memang sudah mendapati Monic dan geng-nya disana.


"Ricoo akhirnya lo datang juga!!" Monic berteriak kegirangan.


Rico melirik gadis itu kemudian duduk dan menyalakan api pada sebatang rokoknya.


"Kenapa mau ketemu gue?" Tanya Rico dengan nada dingin.


"Gapapa sih, gue cuma mau ngomong hal penting aja sama lo." Gadis itu berpindah duduk ke dekat Rico.

__ADS_1


Rico menoleh dan merasa risih di kerumuni Gadis-gadis genit seperti itu.


"Ngomong aja gak usah bertele-tele." Jawab rico sambil menghisap Rokok nya.


"Gue suka sama lo Co.." Ucap monic seketika wajahnya memerah.


Rico menatap wajah gadis itu yang mulai memerah.


"Terus? " Balas Rico sambil menoleh Monic yang mulai berani bersender di bahunya.


"Gue pengen jadi pacar lo Co." Monic merengek kemudian mengambil tangan Rico.


"Sorry, gue lagi gak ingin pacaran" Rico langsung menolak secara halus.


"Lo nolak gue Co?"


"Iya kebetulan gue lagi gak ingin pacaran aja sih." Rico kembali menghisap rokoknya.


Monic masih menggenggam tangannya.


"Dia cuma sahabat se-frekuensi gue." Balas Rico.


"Dih.. Cewek aneh gitu lo bilang sahabat se-frekuensi?"


Rico langsung menarik tangannya dari genggaman Monic dan menatap sinis gadis itu.


"Gue tau Keyla punya mata di kening nya" Ucap Monic sambil tersenyum licik pada Rico.


Rico kaget mendengar ucapan Monic, selama ini dia selalu menutupi hal ini supaya Keyla tidak di anggap aneh oleh orang lain. Namun kini Monic cewek yang jelas-jelas tidak suka dengan Keyla sudah mengetahui hal itu.


"Dan gue bakal nyebar berita ini di twitter sekarang!! " Monic langsung mengambil handphonenya.

__ADS_1


"Eh lo apa-apaan sih? Gue gak paham maksud lo mata di kening apa? " Rico pura-pura tidak mengerti.


"Lo gak usah pura-pura gak tau, gue yakin lo pasti tau, lo sama dia kan udah deket banget, bahkan kemarin kalian izin sekolah barengan, dan gue liat lo bonceng Keyla keluar dari gerbang sekolah tanpa menggunakan seragam sekolah."


"Lo jangan gitu! Jangan asal nyebar berita dong! " Rico mulai panik.


"Ya udah, gue gak bakal sebar berita ini asalkan lo mau jadi pacar gue." Monic kembali memegang tangan Rico.


Rico melepaskan tangannya dari genggaman Monic, dan beranjak pergi dari kantin.


Rico benar-benar tidak suka dengan monic, apalagi monic selalu berkata buruk tentang Keyla Rico sangat kesal.


Cowok itu berjalan menuju perpustakaan,


Dia ingin memberi tahu keyla, tentang kejadian di kantin dengan Monic barusan.


Sampai di pintu masuk perpustakaan Rico berhenti, dia melihat monic dan Bryan sedang mengobrol disana.


Rico berdiri di pintu masuk perpustakaan, menatap keyla yang asik mengobrol dengan Bryan. Entah kenapa Rico sangat kesal setiap melihat moment itu. Rico berbalik arah, menuju kelas, mood-nya pagi itu terasa tidak baik.


Keyla menoleh, melihat Rico yang berjalan berbalik arah dari perpustakaan menuju ke kelas. Keyla tau sahabatnya yang posesif itu pasti tidak ngambek.


"Bryan, gue ke kelas dulu ya." Thanks infonya." Keyla tersenyum kemudian pergi dari perpustakaan.


"Rico, tungguin!" Keyla meneriaki sahabatnya itu dari belakang.


Rico menoleh dan menghentikan langkahnya, menunggu keyla yang berlari kecil menuju ke arah dia berdiri.


Rico hanya diam dan menoleh Keyla.


"Tumben lo kalem? Lo sakit ya?! " Tanya keyla sambil mendongak ke wajah Rico yang jauh lebih tinggi dari nya. Rico baru saja merasa kesal dengan moment Keyla dan Bryan di perpustakaan, namun menatap wajah Keyla dengan matanya berbinar itu rasa kesalnya hilang.

__ADS_1


"Gue gapapa kok." Rico mengusap rambut Keyla lalu tersenyum.


Rico merasa selalu ingin melindungi Keyla, dia merasa gadis itu selalu butuh perlindungan karena dia bukan gadis biasa, bukan cuma manusia yang mengincarnya, namun makhluk tak kasat mata juga.


__ADS_2