CURSE EYE

CURSE EYE
Chapter 23


__ADS_3

Ruangan itu hening, papa dan mama Keyla masih terkejut membaca surat dari pak Kepala sekolah tentang pemberhentian Keyla.


"Ya sudah sementara kamu istirahat dulu di rumah, papa dan mama akan mencari solusi buat permasalahan ini." Ucap papa Keyla kepada Keyla.


"Ma, Pa aku mau istirahat dulu di kamar ya". Ucap Keyla kemudian beranjak dari sofa.


"Nak Rico, kamu temenin Keyla dulu hari ini disini ya, tante takut dia depresi kalau dibiarkan sendirian di kamar." Ucap Mama Keyla kepada Rico.


Hari itu Rico menemani Keyla seharian di rumahnya. Keyla nampak termenung terus di dalam kamarnya.


"Key, lo sabar ya, gue akan berusaha bantuin lo biar bisa kembali ke sekolah." Jelas Rico.


"Semuanya udah gak mungkin Co, kalaupun gue kembali ke sekolah tapi gue yakin guru-guru dan pak kepala sekolah pasti sudah benci sama gue" Ucapnya.


Rico benar-benar sedih mendengar perkataan Keyla. Kenapa gadis lugu seperti Keyla harus mengalami ini semua? Rico menoleh kening Keyla, bekas luka bakarnya semakin keras. Karena belum sempat sembuh mata kutukan itu sudah kembali muncul yang membuat bekas luka yang semula jadi tambah terbakar.


"Co, sepertinya di sekolah ada bekas tanah kuburan, soalnya kemarin gue dengar hantu kepala melayang itu bilang kalau ada yang mengambil tanah di tempat tinggalnya." Ucap Keyla.


Rico kemudian teringat waktu melihat banyak debu-debu pasir di kelas, tidak salah lagi itu adalah tanah kuburan. Rico kemudian memberitahukan itu pada Keyla.


"Co, gue tahu siapa yang menaruh tanah kuburan di sekolah." Ucap Keyla, tatapan matanya kembali gelap dan kosong tiba-tiba.


"Siapa Key?" Tanya Rico.


"Bryan dan Monic" Ucap Keyla.


Rico sependapat dengan Keyla, yang melakukan semua itu pasti Bryan dan Monic karena mereka berdua lah sumber masalah yang terjadi saat ini. Namun apa yang bisa di lakukan sekarang? Justru semuanya terlihat sudah terlambat. Keyla sudah di keluarkan dari sekolah.


Keyla terlihat pucat, sepertinya semua ini jadi beban fikiran di otaknya yang membuat fisiknya jadi terganggu.


"Key, gimana kalo gue ajak lo ke taman kota malam ini? Supaya fikiran lo lebih fresh" Ucap Rico.


"Boleh Co." Keyla tersenyum.


Keyla nampak kehilangan sekolahnya, namun Rico berusaha untuk selalu menghibur Keyla meskipun belakangan ini Keyla terlihat sedikit aneh.


Sebelum berangkat Rico memasangkan perban dan kapas di kening Keyla.

__ADS_1


"Key, kalau ada apa-apa di perjalanan tolong kasih tau gue ya." Ucap Rico menenangkan.


Keyla hanya mengangguk dan tersenyum, entah mengapa belakangan ini Keyla terlihat berbeda, tidak pernah bercanda lagi dan tatapan matanya selalu kosong bahkan gelap.


Beberapa menit kemudian mereka berdua berangkat ke taman kota. Rico mengajak Keyla bersenang-senang sore itu, mulai dari mengajaknya _shoping, duduk-duduk santai di dekat air mancur taman, dan mengajak Keyla ke toko buku favoritnya.


"Key.. " Suara Rico lembut memanggilnya.


Keyla menoleh dan tersenyum "Kenapa co?"


"Gue mohon apapun yang terjadi jangan tinggalin gue ya" Ucap Rico kemudian menggenggam tangan Keyla.


Mata Keyla nampak penuh dengan air, semua orang bahkan menjauhinya sekarang dan menganggapnya monster, namun Rico baru saja mengucapkan kalimat yang berbeda dari orang-orang.


Keyla kemudian memeluk Rico dan menangis.


"Key seandainya saja lo bisa menuangkan _magic water di beberapa area sekolah yang sudah tercemar tanah kuburan pasti sekolah itu akan kembali bersih dari setan-setan gentayangan." Ucap Rico.


Rico benar Keyla harus melakukan itu meskipun sudah kelihatan terlambat jika melakukannya sekarang.


"Lo benar Co, besok gue akan datang ke sekolah membawa magic water itu."


Keyla menghabiskan malam itu di taman kota bersama Rico. Melihat kerlap-kerlip bintang, udara sejuk dan suara gemercik dari air mancur di sudut kota itu membuat hati Keyla lebih tenang ketimbang harus terpuruk sendirian di kamar.


"Co, gue boleh nanya gak sama lo?" Ucap Keyla.


"Nanya apa Key?" Jawab Rico kemudian menoleh Keyla.


"Kenapa lo gak takut sama gue kayak orang-orang lain? Gue kan monster." Ucap Keyla dengan matanya yang berkaca-kaca.


" Keyla, gue sama sekali gak liat kekurangan dalam diri lo, apalagi melihat lo seperti yang dibilang oleh orang-orang lain, justru gue merasa lo sempurna di mata gue Key." Jelas Rico kemudian mengusap-usap rambut Keyla.


Rico kemudian melihat jam tangannya, sudah pukul 10 malam.


"Key kita pulang yuk, udah larut malam nih." Ujar Rico.


Mereka berdua bergegas pulang dan meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Sesampainya di Rumah, Keyla mendapati rumahnya sepi, tidak ada mobil ayahnya di sana.


"Kok sepi sih? Papa dan mama kemana ya? " Gumam Keyla.


"Coba telfon Key".


"Halo pa, papa dimana?" Tanya Keyla di telfon.


"Nak Keyla, papa sama mama tadi di telepon bi Edah katanya anaknya kecelakaan, sekarang papa sama mama masih di rumah Bi Edah. Kamu tunggu sebentar di rumah ya nak sama Rico."


"Gimana Key?" Tanya Rico.


"Katanya papa masih di rumah bi Edah Co"


"Ya udah gue temenin lo disini dulu sampai papa mama lo balik ke rumah ya." Ucap Rico.


"Lo gapapa Co? Ini udah larut malam, entar mama papa lo nyariin lo gimana?"


"Haha gue anak cowok Key, gue jam segini biasanya masih nongkrong di warung deket rumah sama temen." Jawab Rico.


Mereka berdua kemudian masuk ke dalam rumah.


"Co, gue ngantuk nih." Ucap Keyla.


"Yaudah lo tidur aja, gue bakal jagain lo sampai pagi." Ucap Rico.


Rico begitu mencemaskan Keyla, bahkan sedetik pun dia meninggalkan Keyla sendirian terasa sangat cemas bagi Rico.


Beberapa menit kemudian Keyla tertidur, Rico masih duduk di sampingnya.


Rico melihat wajah Keyla yang tertidur di hadapannya, wajah itu sangat cantik dan manis meskipun ada bekas luka bakar di keningnya.


Rico melihat di sekeliling kamar Keyla, kemudian beranjak dari tempat duduknya dan menuju meja belajar Keyla yang ada di pojok kamar tidurnya. Ada buku diary kecil disana. Rico merasa penasaran dan membuka buku diary kecil bersampul pink itu.


Di halaman pertama terpajang foto papa dan mamanya, dan ada tulisan kecil di bawahnya sayang kalian, kemudian di halaman kedua terpajang foto Keyla dan kakaknya, Yella. Halaman-halaman berikutnya berisi tulisan-tulisan tentang hari-harinya di sekolah yang kesepian, dikucilkan dan di bully, tulisan-tulisan itu wajar bagi Rico dibuat oleh anak perempuan seumuran Keyla, namun saat Rico membuka lembar berikutnya disana ada foto dirinya, sepertinya foto itu di ambil oleh Keyla pas kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, tampak Rico yang mengenakan pakaian basket. Rico tersenyum, dia baru tau ternyata selama ini Keyla diam-diam mengambil fotonya. Dibalik sikapnya yang cuek dan terlihat lugu ternyata gadis itu bisa menyimpan hal se-romantis ini di buku diary-nya


Kemudian Rico membuka halaman berikutnya, namun halaman itu membuat Rico kaget, disana tertulis sebuah tanggal dan hari tepat dengan jamnya, disana tertulis Aku sangat sakit dengan perlakuan kalian, ku harap suatu saat nanti kalian merasakan rasa sakit ini lebih dari yang ku rasakan dan dengan tanganku sendiri yang akan melakukannya. dan yang lebih mengagetkan lagi disana tertulis banyak nama, termasuk nama Bryan dan Monic di dalamnya.

__ADS_1


Rico kemudian menutup buku itu. Entah mengapa perasaanya jadi merinding, "ini hanya tulisan tapi kenapa rasanya seperti sesuatu yang mengerikan?" Batin Rico.


__ADS_2