CURSE EYE

CURSE EYE
Chapter 32


__ADS_3

Keyla tidak sadar tertidur di tengah tangisannya, tubuhnya tertidur di lantai. Keyla terbangun dan melihat jam dinding, sudah pukul 23.31 malam. sepulang sekolah tadi Keyla mengunci diri di kamar sampai lupa makan, dan kini ia terbangun di saat sudah tengah malam.


"Ahh perutku lapar sekali!" gumam Keyla. Keyla kemudian beranjak dan hendak keluar kamar.


saat Keyla membuka pintu kamarnya, lampu-lampu di ruangan lain sudah padam, semua nampak gelap. Papa dan mamanya juga sudah tidur. Keyla berjalan dengan pelan menuju dapur, entah kenapa Keyla merasa merinding, kini mata ke-3 nya sudah tidak muncul lagi, jadi jika ada sesuatu yang membahayakan Keyla tidak akan menangkap energi apapun lagi seperti dulu. Keyla pun tiba di dapur, dan menyalakan lampu dapurnya. namun tiba-tiba...


Sreshhhh..


Sreshhh...


Sreshhh...


Terdengar suara aneh semacam desisan dari arah halaman rumahnya. Keyla pun berjalan pelan ke arah ruang tamu dan mengintip dari jendela ruang tamunya yang menuju halaman rumah. Keyla terdiam sejenak dan mematung, matanya tidak berkedip melihat sesuatu yang ada di halaman rumahnya.


"Apa itu?!!" Kenapa bentuknya seperti ular? ta-tapi itu bukan ular!!." gumam Keyla. Keyla kemudian mundur teratur dan berlari menuju kamarnya.


"brakkk!!!" Keyla menabrak meja dan terjatuh.


Suara itu lantas membangunkan papa dan mamanya yang ada di kamar.


"Suara apa itu pa?!!" tanya Mamanya.


"Jangan-jangan ada maling ma di rumah kita!" ujar papa Keyla kemudian meloncat dari tempat tidurnya dan berlari ke luar.


"Siapa disana?!!" Teriak papa Keyla kemudian menyalakan lampu ruang tamunya.


"Keyla! sedang apa kamu jam segini di luar.. dan apa ini kenapa semua berantakan seperti ini?" Tanya papanya.


barang-barang di atas meja ruang tamu nampak berserakan di lantai karena di tabrak Keyla.


"Pa!! aku melihat ada ular besar di luar!!" ucap Keyla sambil menunjuk arah jendela.

__ADS_1


Papa dan mama Keyla saling menoleh, seakan mengerti situasi. Papa Keyla kemudian berjalan menuju jendela dan melihat halaman rumahnya, tidak ada apapun disana, hanya suara angin malam yang terdengar.


"Keyla, sepertinya kamu banyak beban fikiran, jadi tidak fokus." ucap papa Keyla berusaha menenangkan.


"Iya nak, kamu belum makan juga dari tadi siang, mama panggil-panggil kamu tadi sudah mama buatin sup ikan buat kamu tapi kamar kamu terkunci dari tadi." ucap mama Keyla.


"Sekarang makan dulu ya, papa dan mama akan temani kamu makan." ucap Papanya.


Mama Keyla menyiapkan sup ikan yang di buatnya tadi siang, dan menghidangkannya untuk Keyla. Keyla masih termenung dan melirik ke arah jendela, entah kenapa sekarang perasaannya sering takut semenjak mata ke-3 nya tidak muncul? energi kekuatan dari mata ke-3 itu seakan hilang, Keyla merasa kini dirinya hanya seperti manusia biasa yang lemah tanpa mata itu.


Keyla mulai makan dengan di temani mama dan papanya di ruang makan. mama dan papa Keyla terlihat cemas mendengar perkataan tentang ular tadi. beberapa menit kemudian Keyla sudah selesai makan.


"Paa, maa.. aku sudah selesai makan, sekarang papa dan mama bisa tinggalin aku tidur." ujar Keyla.


"Kamu tidak apa-apa nak?" tanya mamanya.


"gak apa-apa ma, aku juga mau balik ke kamar sekarang dan tidur sebentar lagi." jawab Keyla.


"Jika saja mata ke-3 muncul lagi, mungkin aku tidak akan setakut ini." gumam Keyla.


...***...


Keesokan harinya Keyla sudah rapi dengan seragam putih Abu-Abunya. gadis itu berdiri di depan gerbang rumahnya, menunggu jemputan dari Rico. lima belas menitan Keyla menunggu akhirnya Rico datang.


"Hai Key.. udah lama nunggu ya?" tanya Rico sambil tersenyum.


"Enggak kok cuma lima belas menit." jawab Keyla.


Keyla bergegas naik ke motor Rico dan mereka berdua berangkat ke sekolah. Rico melirik ke arah spion motornya untuk melihat wajah Keyla yang ada di boncengannya.


"Key.. tatapan mata lo kelihatan lesu banget kayak orang ngantuk, lo gak tidur ya kemarin malem?" Tanya Rico.

__ADS_1


"Tidur kok." jawab Keyla kemudian menghela nafas. beberapa menit kemudian mereka berdua sampai di sekolah. mereka pun berjalan menuju kelasnya. namun sesampainya di kelas Keyla kembali melihat tulisan ancaman di atas bangkunya.


"Kenapa Key? ada sesuatu lagi?" Tanya Rico.


"Iya, tulisan ancamannya bertambah lagi." jawab Keyla.


Keyla kemudian memejamkan matanya, dan berpikir, belakangan ini ia merasa di intai oleh makhluk-makhluk tak kasat mata, terutama sekarang di saat mata ke-3 nya sudah tidak muncul. Keyla kemudian melempar tas nya ke meja dan berlari keluar kelas.


"Key.. lo mau kemana?!!" Teriak Rico kemudian berlari mengejar Keyla.


Bryan melihat Keyla yang berlari ke luar kelas di susul Rico yang mengejarnya dari belakang. Bryan benar-benar penasaran dengan Keyla yang selalu bertingkah aneh seperti itu, Bryan akhirnya memutuskan mengikuti mereka berdua keluar sekolah.


"Key.. lo mau kemana sih?! tunggu gue!!" teriak Rico.


Keyla akhirnya berhenti, nafasnya ngos-ngosan, air mata mulai mengalir di pipinya. Rico kemudian menghampiri Keyla.


"Gue benci hidup gue!! gue benci hari-hari gue yang penuh misteri dan hal-hal mistis seperti ini, bahkan gak ada satupun manusia yang bisa bantu gue di saat seperti ini, gue ngerasa sendiri!!" Teriak Keyla penuh isak tangis.


Rico kemudian memeluk Keyla erat, dan berusaha menenangkan Keyla,


"Key.. gue tahu lo pasti ngerasa takut karena selalu berhubungan dengan hal-hal mistis dan ancaman-ancaman dari makhluk tak kasat mata, gue mengerti, gue, semua orang dan bahkan orang tua lo gak mampu buat menenangkan hati lo dari ketakutan ini, tapi gue yakin.. lo gak selemah yang lo pikir Key, Lo itu orang spesial yang mempunyai kelebihan, jadi gue yakin lo pasti bisa menyelesaikan masalah kali ini dengan kekuatan yang lo punya." jelas Rico sambil mengusap-usap rambut Keyla.


"Tapi.. mata ke-3 di kening gue sudah tidak muncul lagi, Gue merasa melemah dan tidak bisa melawan makhluk-makhluk tak kasat mata yang mengganggu gue." ujar Keyla.


"Mata itu bukannya tidak muncul Key, hanya saja mata itu belum muncul sekarang, dan gue yakin nanti mata itu pasti akan muncul lagi di saat lo dalam keadaan yang kurang aman." Ucap Rico.


Bryan yang dari tadi memperhatikan dan menguping obrolan Keyla dan Rico merasa penasaran.


"Mata ke-3 Keyla sudah tidak berfungsi?" gumam Bryan.


"Jika mata ke-3 itu sudah tidak muncul dan tidak bisa melindungi Keyla itu artinya, Keyla hanyalah gadis biasa yang gampang mati jika di serang setan gentayangan." ucap Bryan kemudian tersenyum licik.

__ADS_1


__ADS_2