CURSE EYE

CURSE EYE
Chapter 21


__ADS_3

Sore itu Keyla terduduk lemas di kamarnya. Baru saja dia merasa sangat bahagia bisa menikmati keseruan sekolah bersama Rico namun kebahagiaan itu hanya sebentar, kini satu sekolah sudah tahu tentang mata kutukan yang dimilikinya.


"Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak mungkin kembali datang ke sekolah lagi, semua orang di sekolah sudah menganggapku monster." Ucapnya sambil meneteskan air mata. Hatinya sangat sedih sore itu, pikirannya berkecamuk.


Keyla kemudian berdiri di depan cermin kamarnya, dia menatap wajahnya, luka bakar di keningnya terlihat sangat jelas dan jauh lebih keras dari sebelumnya. Hari ini energi mata kutukan itu sangat besar karena bereaksi terhadap aura negatif yang amat pekat.


Keyla semakin membenci dirinya sendiri, ia merasa semua kekacauan di hidupnya terjadi karena mata kutukan yang ada pada dirinya. Gadis itu menangis dan memukul-mukul cermin yang ada di hadapannya hingga pecah dan berserakan di lantai kamarnya.


"Tidak ada jalan lain lagi, ini akan menjadi yang terakhir." Ucapnya kemudian mengambil pecahan kaca di lantai. Gadis itu mulai menggoreskannya di pergelangan tangannya, berharap urat nadinya terputus. Namun mama Keyla yang mendengar suara pecahan kaca tadi kemudian mendobrak pintu kamar Keyla dan langsung menghentikan Keyla.


"Nak!! Apa yang kamu lakukan, jangan lukai dirimu!!" Ucap mama Keyla kemudian mengambil pecahan kaca itu dari tangan Keyla dan melemparnya ke lantai.


"Kenapa mama menghalangi niatku?! Aku ingin mati ma!!! Aku benci diriku yang seperti monster ini!" Teriak Keyla dengan suara penuh isak tangis.


"Kamu bicara apa nak.. Kamu bukan monster, kamu tetap akan menjadi bidadari kecil mama yang cantik, mama mohon jangan lukai dirimu ya nak, kalau kamu sampai melukai diri kamu sendiri, kamu sama saja melukai mama dan papa juga." Ucap mama Keyla kemudian memeluk Putrinya.


Keyla menangis tersedu di pelukan mamanya. Hampir saja dia membuat hati mamanya hancur dengan tindakannya. Namun syukurnya hal itu tidak terjadi, Keyla masih punya misi besar yang harus di selesaikannya setelah ini.


Beberapa menit kemudian hati keyla merasa lebih tenang karena ada mama dan papanya yang mendampinginya.


"Nak, kamu istirahat dulu ya ini sudah larut malam, mama dan papa juga mau tidur." Ucap mama Keyla kemudian keluar dari kamar Keyla.


Keyla kemudian membuka handphonenya, ada notif chat dari Rico.


"Key, gimana kondisi lo? - Rico.


Keyla kemudian membalasnya.


"Gue baik-baik aja." - Keyla.

__ADS_1


Rico yang melihat balasan chat dari Keyla merasa lebih tenang. Dan esok pagi ia memutuskan untuk datang ke rumah Keyla pagi-pagi sebelum berangkat ke sekolah.


Keyla termenung, Tiba-tiba teringat dengan perkataan Rico kemarin, dia tidak boleh lengah lagi karena sekarang posisinya sudah benar-benar berbahaya. Sebagian banyak orang sudah tahu mata kutukan yang ia miliki gara-gara Bryan dan Monic.


Keesokan harinya, Keyla terbangun ia melihat handphonenya, sudah pukul 5 pagi, dan ada notif chat dari Rico.


"Key, gue lagi di jalan nih mau ke rumah lo." - Rico.


Keyla bergegas ke kamar mandi dan bersiap-siap.


Beberapa menit kemudian Rico sampai di depan rumahnya. Mama Keyla yang melihat Rico ada di depan gerbang rumahnya langsung beranjak dan membuka gerbangnya.


Mama Keyla kemudian mengajak Rico untuk masuk ke ruang tamu.


"Nak Rico, tante berpesan tolong jaga Keyla disaat dia jauh dari tante dan om ya nak, mama takut dia melukai dirinya sendiri, kemarin malam mama sudah melihat Keyla berusaha melukai dirinya sendiri di kamar, namun syukurnya tante dengan cepat bisa mencegahnya." Ujar Mama Keyla.


Rico sangat terkejut mendengar itu. Kali ini dia tidak boleh lengah menjaga Keyla, jangan sampai Keyla dalam bahaya lagi.


"Key apa tidak apa-apa luka di kening lo dibiarin tanpa ditutup?" Tanya Rico pelan.


"Rico benar nak, sebaiknya kening kamu di tutup saja dulu sampai lukanya mengering." ucap mama Keyla kemudian mengambilkan salep dan menutupnya dengan kapas.


Rico semakin cemas dengan kondisi Keyla, sepertinya semakin lama energi mata kutukan itu semakin kuat, bahkan Keyla pemilik mata itu sendiri mengalami luka bakar akibat efek panas dari mata kutukan itu.


"Nah.. Sudah selesai nak, kalau begini kan aman." Ucap mama Keyla setelah mengobati kening Keyla.


"Terimakasih ya ma." Ucap Keyla pelan.


"Ayo key, kita berangkat!"

__ADS_1


Rico dan Keyla kemudian pergi ke sekolah pagi itu, entah apa yang terjadi di sekolah, apakah sekolah masih beroperasi atau tidak hari ini. Keyla sepanjang perjalanan hanya terdiam ia masih ragu untuk bertemu warga sekolah lagi setelah kejadian kemarin.


"Key... Lo jangan takut ya, gue akan jagain lo di sekolah, gue gak akan biarin siapapun nyakitin lo." Ucap Rico sembari mengemudikan motornya.


Keyla kemudian menyilangkan tangannya di tubuh Rico, gadis itu memeluk hangat Rico dari belakang. Untuk sekarang ini Keyla benar-benar merasa trauma dengan semua yang terjadi. Ia sangat butuh dukungan dari orang-orang di sekitarnya. Dan kini Rico sudah selalu ada di sisinya dan menjaganya itu membuat hati Keyla menjadi jauh lebih tenang.


Beberapa menit kemudian Keyla dan Rico sampai di sekolah. Rico kemudian memarkirkan motornya di parkiran sekolah. Namun mereka berdua bertemu dengan Bryan dan Monic di parkiran.


"Hai gadis indigo." Ledek Monic sambil tertawa.


Rico yang mendengar itu kemudian langsung menghampiri mereka berdua.


"Bryan apa maksud lo ngelakuin ini semua? gara-gara lo sekarang Keyla dapat masalah tahu gak!" Teriak Rico.


"Rico.. Rico.. Mau sampai kapan lo bakal bergaul sama manusia setengah monster seperti itu?" Balas Monic. Bryan hanya tersenyum licik melihat Rico yang sedang emosi.


Rico kemudian mengepalkan tangannya dan hampir melayangkan pukulan ke wajah Bryan. Namun Keyla menghentikannya.


"Rico, gak usah lakuin itu." Ucap Keyla.


Rico kemudian membatalkan niatnya itu.


"Key, mereka ini harus dikasih pelajaran! Mereka udah bikin lo kena masalah besar!!" Ucap Rico.


"Jangan kotori tangan lo buat menyentuh wajah-wajah busuk mereka, nanti biar gue yang bertindak." Ucap Keyla kemudian tersenyum. Sorot mata Keyla sudah berubah tidak lembut seperti biasanya, sorot matanya menjadi gelap tiba-tiba.


Bryan dan Monic langsung bengong, itu kali pertama mereka melihat sorot mata Keyla seperti itu. Keyla yang di kenal orang-orang selama ini hanyalah gadis kutu buku yang selalu jadi korban bully.


Keyla kemudian menarik tangan Rico dan mengajaknya pergi dari tempat parkiran. Mereka berdua berjalan menuju Ruang kelas.

__ADS_1


Sesampainya di area sekolah semua warga sekolah menatap ngeri Keyla, mereka masih mengingat saat Keyla dengan tiga mata di atas panggung waktu itu. Namun kali ini Keyla sudah tidak merasa cemas lagi, tatapannya kosong dan tidak peduli dengan reaksi orang-orang terhadapnya.


__ADS_2