CURSE EYE

CURSE EYE
Chapter 33


__ADS_3

Langit nampak mulai gelap, Keyla terlihat sedang fokus mengerjakan PR di kamarnya. Keyla melirik jam dinding, nampaknya sudah larut malam, Keyla belajar sudah berjam-jam tidak terasa.


"Aahh.. capek juga, sebaiknya aku istirahat saja dulu sekarang." ucapnya kemudian beranjak dari kursinya dan merebahkan dirinya di kasur.


Gadis itu termenung sambil menatap langit-langit kamar tidurnya, ia tiba-tiba teringat ucapan Rico tentang mata ke-3 nya.


"Apakah mungkin mata ke-3 ku itu akan muncul kembali? tapi kenapa sekarang mata ke-3 itu tidak pernah muncul? sekalipun aku dalam bahaya.. " gumam Keyla.


"Ahh.. semua ini membuatku lelah, aku mau ke luar dulu ke minimarket dekat rumah." Ucap Keyla kemudian beranjak dari tempat tidurnya lalu memakai hoodie.


"Papa, mama.. aku mau ke minimarket sebentar ya, haus mau beli minum."


"Iya nak, hati-hati ya, jangan lama-lama ini sudah larut malam." jawab mamanya.


Keyla pun berjalan menuju ke luar rumah, namun langkahnya berhenti saat di dekat pintu gerbang rumahnya.


"Hei Key.. mau kemana?" Rico menyapanya dari luar pintu gerbang. Keyla terkejut, tiba-tiba Rico ada di depan rumahnya.


"Rico? kok lo ada disini?" Tanya Keyla.


"Iya gue pengen main ke rumah lo." jawab Rico sambil tersenyum.


"Tapi lo gak chat gue sama sekali kalau lo mau datang.. ini juga udah larut malam, papa pasti marah kalo gue nerima tamu jam segini." jelas Keyla.


"Iya.. gue diem disini aja, gak masuk supaya papa dan mama lo gak marah, trus lo mau kemana emang malem-malem gini?." tanya Rico.


"Gue mau beli minum. " jawab Keyla.


"Ya udah gue anter ya.. gak baik kan malem-malem gini cewek keluar sendirian, entar takutnya ada rampok." ucap Rico.


Keyla kemudian naik ke boncengan motor Rico. mereka berdua pergi ke minimarket di dekat rumah Keyla, namun beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di minimarket tersebut tapi sayangnya minimarket itu sudah tutup.


"Key.. ini sudah jam 11 malem, minimarketnya udah tutup nih, gimana kalo kita ke supermarket yang di dekat taman kota aja?" Tanya Rico.

__ADS_1


tanpa pikir panjang Keyla meng-iyakan saran Rico, mereka berdua pun menuju supermarket itu. namun tiba-tiba di tengah perjalanannya ponsel Keyla yang ada di saku hoodie nya bergetar.


"Siapa sih yang chat gue malem-malem gini." gerutu Keyla. Keyla kemudian membuka ponselnya dan melihat notifnya, Mata Keyla melotot melihat layar ponselnya, notif masuk dari Rico.


"Key.. PR nomor 8 udah selsai belom? kok gue gak bisa ya rumusnya, bisa ajarin gue?" - Rico.


Keringat dingin langsung bercucuran di dahi Keyla, Keyla kemudian berteriak.


"Berhenti!!!! turunin gue!!!" Teriak Keyla.


"Motor itu melaju semakin cepat, sosok Rico yang mengemudikan motor tersebut mulai berubah wujud menjadi kuntilanak. rambutnya jadi panjang, bau busuk menusuk hidung Keyla.


"Hihihihihihi... mati kau sekarang gadis terkutuk!"


"aaakhhh!!!" Keyla berteriak kemudian melompat dari atas motor itu dan terguling di aspal. Keyla tidak peduli kakinya penuh luka, ia langsung beranjak dan berlari secepat mungkin.


"Ahhh sial... betapa bodohnya aku sampai tidak mampu mengenali mana manusia mana setan!! sial..!!!" gerutu Keyla sambil berlari.


Keyla menoleh ke belakang nampaknya sosok kuntilanak itu mengejarnya. Setan kuntilanak itu mengenakan kain berwarna merah di tubuhnya, dan melayang mengikuti arah Keyla berlari.


kuntilanak itu kemudian melayang lebih cepat dan menghampiri Keyla, tangannya mencekik leher Keyla dengan keras.


"Sekarang akan ku putuskan kepala mu dari badan mu.. dan aku akan membawa kepalamu menjadi tumbal untuk tuan ku!!" teriak kuntilanak merah itu sambil mencekik Keyla.


Keyla berusaha melepaskannya namun tidak mampu. Nafas Keyla sudah tersengal-sengal seakan mau pingsan. namun keningnya tiba-tiba terasa panas membakar, perlahan mata kutukan itu muncul di kening Keyla, semakin detik semakin besar, dan mengeluarkan hawa yang sangat panas.


"Ahhhhh apa ini!!!! panas!!" Teriak kuntilanak itu, perlahan sosok itu terbakar sambil berteriak dan akhirnya benar-benar lenyap.


Keyla kemudian terperosok di tanah, keningnya nampak terbakar, nafasnya ngos-ngosan, energinya benar-benar habis. Keyla kemudian mengambil ponselnya, dan menelepon Rico.


"Co.. tolong gue.. gue tersesat." ucap Keyla dengan suara lemas.


"Key.. lo dimana ini?! gue akan jemput lo sekarang!! bertahan disana ya!" ucap Rico di telepon.

__ADS_1


Rico kemudian menyambar kunci motor di meja belajarnya, dan langsung melaju menjauh dari rumahnya dengan kecepatan tinggi.


Rico kemudian membuka ponsel dan melihat notif dari Keyla, Keyla mengirim map posisi sekarang dia berada. Rico langsung menambah kecepatan dan melaju menuju kesana.


beberapa menit kemudian Rico sampai, ia melihat Keyla yang sudah tersimpuh lemas di jalanan yang sepi, dan banyak semak-semak belukar di sampingnya. Rico langsung meloncat turun dari motornya dan menghampiri Keyla.


Tanpa berbicara apapun Rico langsung menggendong Keyla dan menaikkannya ke atas motornya.


"Key, pegangan yang erat, gue mau ngebut." ucap Rico.


Motor Rico melaju cepat menjauh dari tempat menyeramkan itu. Keyla memeluk erat tubuh Rico dari belakang. Kini Keyla merasa, inilah aura Rico yang asli, auranya sangat hangat dan membuatnya nyaman, tidak seperti jelmaan setan tadi yang auranya terasa dingin seperti mayat.


Kini Keyla sudah mulai peka kembali disaat mata ke-3 nya sudah kembali muncul di keningnya.


Rico dan Keyla kemudian sampai di rumah Keyla, Rico berhenti di depan gerbang Keyla, nampaknya orang tua Keyla sudah berdiri di depan gerbang menunggu Keyla.


"Astaga Keyla.. kamu kenapa? dari tadi papa dan mama telponin kamu, papa juga tadi susul kamu ke minimarket itu, tapi minimarketnya tutup, ini baru saja papa mau telpon polisi buat nyari kamu." Ujar Papa Keyla.


"Ya sudah, ayo masuk ke dalam dulu.." ucap mama Keyla mengajak semua masuk.


sesampainya di dalam rumah Keyla di rebahkan di sofa oleh Rico, mamanya membuatkannya teh hangat, Keyla benar-benar lemas, keningnya terdapat luka bakar.


beberapa menit kemudian setelah meminum teh hangat buatan mamanya, Keyla mulai bercerita dengan papa mamanya dan Rico tentang kejadian tadi.


Mendengar cerita Keyla papanya langsung terkejut, ternyata puterinya yang bilang mau membeli minuman di dekat rumah sampai tersesat sejauh itu, ditambah di serang setan gentayangan.


"Astaga nak... syukur kamu selamat.. " ucap mamanya kemudian memeluk Keyla sambil menangis.


"Makasih ya nak Rico.. sudah jemput Keyla di sana." ucap Mama Keyla.


Papa Keyla memperhatikan kening Keyla dengan luka bakar itu, ia berpikir satu hal, mata kutukan itu bagaikan pisau yang tajamnya ada dua sisi, mata itu bisa menjadi pelindung bagi Keyla di saat Keyla dalam bahaya, namun mata itu juga bisa membahayakan manusia-manusia di sekitar Keyla.


Namun beberapa waktu terakhir ini mata itu tidak pernah terlihat muncul, itu bukan suatu yang baik bagi Keyla, justru itu sesuatu yang mengancam, karena energi mata kutukan itu nampak hilang di serap oleh makhluk yang ingin menjadikannya tumbal.

__ADS_1


Tapi sekarang papa Keyla merasa lebih lega, karena mata itu kembali muncul, itu artinya energi kekuatan Keyla kembali lagi, dan tidak akan mudah bagi setan gentayangan untuk mencelakai Keyla.


__ADS_2