
Malam itu Keyla termenung di jendela kamarnya, ia masih penasaran dengan gadis kecil yang ada dimimpinya
"Apa mungkin itu aku?, tapi kenapa ada pisau yang tertusuk di punggungnya?" Gumamnya dalam hati. tiba-tiba Ponsel Keyla yang ada di atas bantalnya bergetar. Keyla bergegas melihat layar ponselnya. Terlihat ada notif dari Rico.
"Hai Key, lo sibuk gak?" - Rico.
"Enggak, ada apa?." Balas Keyla pada pesan tersebut.
"Gue mau ajak lo jalan, gue jemput sekarang ya!" - Rico.
Keyla tersenyum, sambil menatap layar ponselnya. Dia selalu menunggu notif dari Rico setiap harinya, namun Keyla tidak pernah berani untuk mengajak Rico bertemu duluan.
Keyla kemudian membuka lemarinya dan memilih-milih pakaian untuk dikenakan sebentar lagi bersama Rico.
Keyla melihat dress berwarna hitam dengan hiasan pita pada bagian lengannya, rok selutut itu akan membuat Keyla terlihat anggun jika memakainya, Keyla kemudian mencoba memakai dress itu dan berdiri di depan cermin.
"Wahhh cantik juga gue." Gumamnya sambil memutar badannya.
Namun.. Tiba-tiba bayangan di cermin itu berubah menjadi bayangan anak kecil yang hadir di dalam mimpinya, Keyla baru teringat, anak kecil itu juga memakai dress berwarna hitam yang mirip seperti ini.
"Tok.. Tok.. Tok.." Tiba-tiba ketukan pintu membuyarkan lamunan Keyla yang sedang menatap cermin.
"Nak.. Keyla, malam ini mama mau keluar sama papa mau makan, kamu mau ikut?" Tanya mamanya dari balik pintu.
"Enggak ma, aku udah janji mau jalan sama Rico." Jawab Keyla.
Mama dan papa Keyla kemudian pergi dari rumah mendahului Keyla. Keyla mulai bersiap-siap. Beberapa menit kemudian Rico sampai di rumah Keyla. Keyla berlari-lari kecil menuju gerbang rumahnya dan membukakannya untuk Rico.
"Loh, papa sama mama lo gak di rumah lagi Key?" Tanya Rico yang melihat mobil papa Keyla tidak terparkir di halaman.
"Iya baru aja keluar." Jawab Keyla.
Rico memperhatikan Keyla dengan dress warna hitam, Keyla terlihat sangat anggun dan cantik memakainya, kulitnya yang putih nampak kontras dengan dress itu. Rico tersenyum, "entah sampai kapan gue bakalan mengagumi Keyla seperti ini?" Batin Rico. Rico bertemu dengan Keyla setiap hari, namun Keyla tak pernah terlihat biasa saja walaupun sudah sering di lihat.
"Lo mau di rumah dulu apa langsung keluar?" Tanya Keyla.
"Keluar aja, gue mau ajak lo ke resto tepi bukit, disana indah banget kalau malam view-nya." Ucap Rico.
Keyla pun naik di boncengan Rico. Mereka berangkat.
"Key.. " Panggil Rico sambil mengemudikan motornya dengan kecepatan stabil.
__ADS_1
"Iyaa?" Jawab Keyla pelan.
"Lo belum jawab pertanyaan gue sampai hari ini loh.. " Ucap Rico.
"Pertanyaan apa?"
"Gue kan bilang, gue bakal nunggu jawaban lo, lo mau atau gak jadi pacar gue Key.. Masa iya gue mau jadi pengagum lo selamanya.. " Ucap Rico.
Jantung Keyla kembali berdetak kencang.
Tiba-tiba Rico menghentikan motornya.
"Gimana?" Tanya Rico.
"Iya gue mau jadi pacar lo. " Jawab Keyla.
Rico yang mendengar keputusan Keyla merasa sangat senang.
"Ya udah karena sekarang lo udah jadi pacar gue, peluk dong pas gue bawa motor." Ucap Rico.
Keyla kemudian menyilangkan tangannya di tubuh Rico.Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di tempat tujuan, yaitu resto tepi bukit. Keyla melihat di sekeliling, tempat itu sangat indah, Rico benar view di tempat ini sangat indah dan sejuk. Apalagi pada saat malam hari, bintang yang kerlap-kerlip pasti akan terlihat jelas dari sini. Rico mengambil tangan Keyla, dan menggandengnya menuju meja makan.
Keyla kemudia tersenyum. Keyla selalu merasa deg-degan saat di tatap oleh Rico, matanya tidak pernah berani untuk menatap balik mata Rico.
Rico yang melihat Keyla salah tingkah di depannya kemudian tersenyum.
"Co, gue mau nanya sama lo.. " Ucap Keyla.
"Tanya apa?"
"Semua orang takut sama gue karena mereka tahu gue punya mata kutukan.. Dan lo sendiri juga tahu dari papa gue se-berbahaya apa mata kutukan gue, tapi kenapa lo selalu bersikeras supaya bisa jadi pacar gue?, apa lo gak takut?" Tanya Keyla. Rico kembali tersenyum.
"Sejak awal gue udah pernah bilang sama lo.. Kalau gue gak pernah anggap itu masalah, dan lo harus tau Key.. Orang yang mencintai kita tidak akan pernah punya alasan apapun mengapa mereka mencintai kita, dan kalo lo tanya gue, kenapa gue gak takut sama lo ya jawabannya cuma satu, gue cinta sama lo." Jelas Rico.
Keyla tersenyum, matanya berkaca-kaca, ini kali pertama dia tahu yang namanya pacaran, dan Rico adalah orang pertama yang ada di hatinya.
Beberapa jam berlalu, mereka habiskan dengan melihat view yang indah malam itu di tempat itu.
Rico melirik jam tangannya. Sudah pukul 10 malam
"Key, pulang yuk.. Udah larut malam ni."
__ADS_1
Keyla mengangguk. Mereka berdua pergi dari tempat itu.
Sepanjang perjalanan Keyla memeluk Rico dari belakang.
"Ternyata begini ya rasanya punya orang yang mencintai kita?" Batin Keyla.
Sesampainya di rumah Keyla melihat mobil papanya sudah terparkir di halaman rumahnya.
"Gue langsung pulang ya key.. Udah malam juga, besok ketemu di sekolah lagi ya." Ucap Rico.
Motor Rico melaju menjauh dari Rumah Keyla, Keyla memperhatikan terus sampai motor Rico menjauh sampai sudah tidak terlihat lagi. Keyla kemudian masuk ke rumah,
"Maa, paa aku pulang." Mama dan papanya terlihat duduk berdua di sofa, namun papanya terlihat dengan ekspresi datar.
"Keyla, kesini sebentar, papa mau bicara." Panggil papanya.
"Ada apa pa?" Jawab Keyla kemudian berjalan mendekati papa dan mamanya.
"Kemana saja kamu sampai larut malam begini? Kamu itu anak cewek Keyla, keluar sampai malam begini apalagi sama anak cowok itu berbahaya." Ujar papanya.
Keyla menunduk, seharusnya ia tahu ini sudah malam tapi karena saat bersama Rico jadi membuatnya tidak mengingat waktu.
"Aku minta maaf pa." Ucap Keyla singkat.
Papanya masih terlihat kesal. Keyla kemudian pergi meninggalkan papa dan mamanya ke kamar. Sesampainya di kamar Keyla merebahkan dirinya di kasur.
"Dari kecil aku selalu tidak punya teman, ini kali pertama aku punya teman sekaligus menjadi pacarku untuk yang pertama kali juga.. " Ucap Keyla.
Keyla teringat disaat kecil, dirinya selalu saja dibatasi bergaul oleh orang tuanya, berbeda dengan kakaknya, Yella yang mempunyai keperibadian extrovert, Keyla justru lebih sering menyendiri, dan orang tuanya juga selalu membatasi pergaulannya, entah karena apa, tapi Keyla selalu merasa orang tuanya malu karena Keyla mempunyai mata kutukan jadi selalu membatasi Keyla untuk bergaul, dan sampai sekarang pun Keyla masih tidak mempunyai teman selain Rico.
Beberapa saat kemudian Keyla tertidur. Dalam tidurnya ia bermimpi bertemu gadis kecil itu lagi, namun kali ini pertemuannya sudah tidak di taman bunga lagi, melainkan di hutan belantara.
Keyla melihat gadis kecil itu berjalan di antara rimbunnya pepohonan, keyla mengikuti gadis kecil itu dari belakang, Gadis itu berjalan menuju goa besar di tengah hutan. Gadis kecil itu terlihat masuk ke sana, namun di sana gadis itu berhadapan dengan monster mengerikan, disana terlihat sosok ular yang sangat besar, namun kepalanya berupa kepala manusia yang rambutnya panjang menjuntai ke tanah, mata makhluk mengerikan itu berwarna merah dengan taring tajam di mulutnya.
Namun saat gadis kecil itu datang monster ular itu terlihat merunduk di hadapan gadis kecil itu, gadis kecil itu mengusap-usap kepala monster itu dengan tangannya yang kecil.
Mimpi itu kemudian terputus, Keyla terbangun dengan keringat membasahi badannya.
"Makhluk apa itu barusan?" Ucapnya.
Keyla sering bertemu banyak sekali makhluk mengerikan di kehidupan nyatanya, namun monster yang ia lihat kali ini kenapa benar-benar tampak jauh lebih mengerikan dari yang biasa ia temui. Keyla kemudian beranjak dan meminum air, tampaknya ia tidak akan bisa tidur malam ini.
__ADS_1