
Handphone Keyla yang ada di tasnya bergetar. Terlihat ada satu notif pesan dari Rico.
"Key, gue mau ke rumah lo bentar lagi, lo nitip apa?" - Rico.
"Gue nitip cemilan apa aja bebas." Jawab Keyla pada pesan itu.
Sore itu Keyla menatap langit dari jendela kamarnya, perasaannya jauh lebih tenang sekarang, dan yang paling membuatnya senang adalah bisa kembali masuk ke sekolah.
Beberapa menit kemudian terdengar suara motor Rico datang. Keyla melihat dari jendela kamarnya, Rico sudah berdiri di depan gerbangnya. Keyla beranjak dan bergegas membuka gerbang. Motor Rico kemudian masuk ke halaman rumah Keyla.
"Papa sama mama lo kemana Key?" Tanya Rico sambil menoleh ke rumah Keyla yang sepi dan tidak ada mobil papa Keyla yang terparkir di halaman seperti biasanya.
"Papa sama mama katanya mau ke kost kak Yella." Jawab Keyla.
Keyla memperhatikan penampilan Rico sore itu, cowok itu datang dengan pakaian yang sangat Stylis, Tsirt warna putih dengan celana jins hitam, dan di tambah Topi warna hitam di kepalanya yang senada dengan celananya. Jantung Keyla terasa berdetak lebih kencang.
"Hey kok malah bengong? Gak ngajak gue masuk nih?" Ucap Rico sambil tersenyum.
"Eh iya sorry, ayo masuk!." Jawab Keyla.
"Tunggu ya co, gue buatin lo teh hangat dulu" Ucap Keyla kemudian pergi menuju dapur. Rico kemudian duduk di sofa seperti biasanya. Rico melihat di sekeliling ruangan itu, banyak foto-foto terbingkai yang terpajang di dinding. Mulai dari foto keluarga, foto pernikahan papa dan mama Keyla, dan foto Yella waktu masih kecil. Namun Rico tampak memperhatikan satu foto di bagian paling sudut, foto gadis kecil yang duduk di ayunan memakai dress warna hitam.
Beberapa menit Keyla datang ke ruang tamu menghampiri Rico.
"Ini Co, teh hangatnya."
"Oh iya, By the way.. Itu foto siapa yang di sudut pakai baju serba hitam Key? Tanya Rico penasaran.
"Oh.. Itu gue waktu umur 5 tahun, kenapa? " Tanya balik Keyla.
"Oh.. Hehe gak apa-apa, lucu banget imut." Jawab Rico.
Rico baru tahu ternyata sejak kecil Keyla sudah memiliki aura yang berbeda, tidak seperti anak-anak pada umumnya, seperti yang terlihat di foto itu, Keyla nampak dengan ekspresi wajah yang datar tanpa senyum saat di foto, tatapan matanya juga kosong.
"Oh ya key, kemarin gue salut sama lo pas di sekolah." Ucap Rico.
Keyla tersenyum, "itu berkat saran dari lo Co, kalo lo gak bilang kayak gitu kemarin mungkin gue sekarang masih puyeng mikirin mau pindah sekolah kemana." Jawab Keyla.
__ADS_1
"Oh ya Key, kemarin lo berhadapan dengan banyak arwah dan setan gentayangan yang tentunya auranya pasti sangat gelap dan pekat, tapi kenapa mata ke-3 lo sama sekali gak terlihat muncul Key?, bahkan bekas luka bakar di kening lo juga udah hilang." Tanya Rico penasaran.
Keyla kembali tersenyum. Dan menoleh Rico. Namun entah kenapa Rico merasa merinding saat di tatap oleh Keyla, tatapan matanya terlihat gelap namun tajam.
"Energi mata ke-3 gue sekarang udah pindah ke kedua mata gue, dan sekarang mata itu tidak akan tumbuh lagi di kening gue, melainkan energinya terbagi di kedua mata gue sekarang." Jelas Keyla.
Rico terheran, ternyata mata kutukan itu bisa mengalami fase yang berbeda. Mungkin ini ada hubungannya dengan rasa penasaran Rico tentang hal kemarin, kenapa Keyla bisa mengetahui sesuatu yang seharusnya dia tidak tahu.
"Syukurlah Key.. Sekarang lo gak perlu lagi cemas ada yang berkata buruk tentang mata ke-3 di kening lo, karena sekarang muncul atau tidaknya energi mata kutukan itu tidak akan terlihat oleh siapapun karena sudah ada di dalam ke dua mata lo." Jelas Rico.
"Iya meskipun tatapan mata lo masih terlihat berbeda dari manusia pada umumnya, namun hal itu tidak akan terlalu menjadi pusat perhatian seperti munculnya mata di kening lo." Tambah Rico.
"Oh iya, lo mau tahu sesuatu gak?" Tanya Keyla sambil mengerlingkan matanya ke Rico.
"Sesuatu apa?." Tanya Rico.
"Tapi janji ya lo gak takut?"
"Iya apa, jangan bikin gue penasaran ahh."
Rico mengerutkan keningnya.
"Hah?! Kok gue?!. "
"Hahaha gue kemarin nahan tawa, pas arwah itu bilang naksir sama lo." Ucap Keyla sembari tertawa terbahak-bahak.
"Itu arwah yang gue lihat dulu di punggung lo, waktu pelajaran olahraga itu kan gue pernah kasih tau lo." Tambah Keyla menjelaskan.
"Oh yang itu.. Tapi kenapa dia bisa naksir sama gue?" Rico kembali bertanya.
"Yaa mana gue tahu." Jawab Keyla singkat.
"Wihh pasti karena gue ganteng, sampai-sampai arwah gentayangan juga naksir sama gue." Ucap Rico dengan wajah congkak.
"Jangan seneng dulu lo, ntar kalo lo tahu wajahnya, lari ketar-ketir lagi." Keyla meledek.
"Yaa pasti serem kan? Kalo itu cantik lo cemburu jadinya." Balas Rico meledek.
__ADS_1
"Ihhhh lo apaan sihh GR bangettt!!" Teriak Keyla kemudian memukul-mukul pelan Rico.
Mereka berdua tertawa bersama hari itu. Keyla yang mulai merasa bahagia karna sudah bisa mengendalikan mata ke-3nya dan bisa kembali ke sekolah lagi.
Kini Keyla sudah mulai bisa mengendalikan energi mata kutukannya, dan energi itu sudah berpindah di kedua matanya, mata kutukan itu tidak akan lagi mengeluarkan hawa panas kepada manusia ataupun benda lain tanpa seizin Keyla. Namun mata itu akan kembali mengeluarkan hawa panas seperti dulu jika Keyla membuka kembali energi mata kutukan itu untuk tumbuh di keningnya. Namun.. Akan ada energi baru lagi yang akan muncul di diri Keyla.
Beberapa menitnya terdengar suara mobil papa Keyla datang.
"Eh Co, itu pasti papa sama mama." Ujar Keyla kemudian beranjak dari tempat duduknya dan berlari menuju gerbang.
"Papa, mama!! Akhirnya kalian pulang juga aku dari tadi nungguin." Ucap Keyla.
"Maaf ya nak, tadi ada macet di jalan. Seharusnya kami udah sampai di rumah 30 menit yang lalu." Jelas Mama Keyla.
"Iya gak apa-apa kok ma, oh iya, papa dan mama beliin aku kelinci putih ya?" Tanya Keyla, kemudian tersenyum menyeringai kepada papa dan mamanya.
Papa dan mama Keyla saling menoleh satu sama lain, mereka merasa tidak dapat memberi tahu Keyla tentang itu karena memang surprise untuk Keyla.
"Eh? I-iya nak.. Ini di dalam mobil kelincinya, ucap mama Keyla."
Papanya kemudian mengeluarkan kelinci berwarna putih dengan kandangnya dari dalam mobilnya.
"Wahhh!!! Lucu bangettt.. " Teriak Keyla kegirangan.
Rico kemudian mendekat.
"Selamat datang om, tante." Sapa Rico.
"Eh ada nak Rico.. Udah tadi? Maaf ya tante telat datang tadi masih macet." Jelas Mama Keyla.
"Eh iya tante gak apa-apa." Jawab Rico.
Mama dan papa Keyla kemudian masuk ke rumah meninggalkan Keyla yang masih bermain kelinci di halaman rumahnya bersama Rico.
Rico mendengar obrolan Keyla dan kedua orangtuanya tadi, dan Rico juga melihat ekspresi mama dan papa Keyla yang nampak bingung. Sepertinya kejadian ini sama dengan apa yang dia alami belakangan ini. Mama dan papa Keyla pasti tidak memberi tahu Keyla tentang kelinci putih ini namun Keyla sudah mengetahuinya.
"Sebenarnya ada apa dengan Keyla?" Gumam Rico dalam hatinya.
__ADS_1