CURSE EYE

CURSE EYE
Chapter 22


__ADS_3

"Key, ikut gue ke kantin yuk? Gue mau trakhir lo sup ikan kesukaan lo hari ini." Ucap Rico sambil memegangi tangan Keyla.


"Thanks Co." Balas Keyla singkat.


Mereka berdua kemudian makan berdua di kantin. Rico terus memperhatikan Keyla, Rico merasa hari ini Keyla berbeda, tidak seperti hari-hari biasanya. Entah mengapa tatapan mata Keyla menjadi kosong dan gelap, raut wajahnya berubah menjadi datar. Bahkan hari ini Rico merasa tidak dapat menggoda Keyla seperti biasanya. Gadis itu hanya terdiam.


Rico memperhatikan balutan perban di kening Keyla yang dipasang untuk menutupi luka bakar di keningnya, perban itu sudah berubah warna menjadi coklat seperti terkena percikan api.


Rico mulai berfikir dan mengingat perkataan ayah Keyla, kalau mata itu pernah membakar salah satu kerabat dekat keluarganya karena sempat berbicara buruk tentang Keyla di depan Keyla saat itu, itu artinya mata kutukan ini akan bereaksi terhadap tindakan negatif orang-orang terhadap pemiliknya.


Keyla menaruh garpu dan sendoknya. Gadis itu tidak menghabiskan sup ikan di hadapannya.


"Key? Lo kenapa? Ada yang lo pikirin ya.. Kenapa gak di makan sup nya Key?" Tanya Rico.


"Tiba-tiba nafsu makan gue hilang, maafin gue, itu buat lo aja ya." Kata Keyla kemudian beranjak dan berdiri dari kursinya.


"Ya udah Key, gak apa-apa entar biar gue yang makan. Tapi tunggu gue sebentar ya, jangan balik ke kelas dulu."


Beberapa menit kemudian bel berbunyi. Siswa-siswi harus berkumpul di lapangan. Pagi itu terlihat sekolah tidak seramai bisanya, karena siswa-siswi masih bayak yang di rawat di rumah sakit karena kekacauan yang terjadi saat pameran.


Pak kepala sekolah kemudian datang dan mengambil microfon.


"Selamat pagi anak-anak. Pagi ini saya akan mengumumkan bahwa untuk satu minggu kedepan pelajaran hanya akan berlangsung dua jam saja setiap harinya, itu artinya hanya ada satu mata pelajaran setiap hari. Berdasarkan hasil rapat saya dengan guru-guru dan staff administrasi lainnya, keputusan ini di ambil untuk meminimalisir waktu kita di sekolah, karena seperti yang kita tahu kondisi di sekolah saat ini sedang tidak aman seperti sebelumnya." Jelas pak kepala sekolah.


Setelah menyimak pengumuman dari pak kepala sekolah akhirnya siswa siswi memasuki ruang kelas masing-masing.


Tampaknya seluruh ruang kelas sudah di bersihkan oleh petugas kebersihan sekolah, debu-debu pasir kemarin sudah tidak tampak lagi.


Rico dan Keyla duduk di tempat duduk mereka. Keyla kemudian mulai membuka buku pelajaran hari itu, namun tiba-tiba darah menetes di atas bukunya.


"Astaga!!" Teriak Keyla.

__ADS_1


Seketika Rico yang ada di sampingnya menoleh.


"Key ada apa?!" Tanya Rico.


"Ada darah!!" Jawab Keyla.


Rico sama sekali tidak melihat ada setetes darah di buku itu. Namun Rico tahu pasti sebenarnya memang ada darah disana.


Keyla kemudian mendongak ke atas, tetes darah itu berasal dari Hantu kepala melayang yang ada di plafon kelasnya. Organ-organ dalamnya yang bergelantungan meneteskan darah di setiap area yang di lintasinya.


"Aaaaakkkhh!!!!" Keyla berteriak. Perban dan kapas yang membalut keningnya hangus terbakar, mata kutukan itu muncul. Siswa-siswi kembali heboh dan ketakutan. Beberapa dari mereka kabur keluar kelas.


"Keyla!! Mata lo muncul lagi! " Teriak Rico.


Rico benar-benar panik harus bertindak apa.


Monic yang melihat kejadian itu langsung pergi menuju ruang kepala sekolah.


"Permisi pak!! Di kelas XII-3 ada keributan, Keyla kembali membuat masalah pak!" Ucap Monic melaporkan kepada pak kepala sekolah.


Sesampainya di kelas pak Kepala sekolah mendapati Keyla yang tengah berdiri di bangkunya. Keyla terlihat berdiri disana dengan mata kutukannya yang semakin besar di keningnya.


Namun semakin lama hawa di kelas itu semakin panas, pak kepala sekolah tidak kuat menahan panas, akhirnya keluar dari dalam kelas dan diikuti oleh siswa-siswi yang lain. Hanya tinggal Rico yang ada di dalam kelas. Rico sama sekali tidak merasakan hawa panas itu.


"Apa yang kau cari ke sini wahai setan gentayangan?!" Teriak Keyla.


Hantu kepala melayang itu mendekat Keyla, energinya kuat meskipun beberapa organ dalamnya yang bergelantungan sudah hangus terbakar. Hantu itu mengucapkan satu kalimat sebelum habis terbakar.


"Ada yang mengambil tanah di tempatku tinggal." Ucap hantu itu kemudian hangus terbakar oleh mata kutukan di kening Keyla.


Setelah membakar makhluk tersebut, Keyla langsung lemas dan pingsan. Rico kemudian menangkapnya.

__ADS_1


Pak kepala sekolah dan siswa-siswi melihat semua kejadian itu dari jendela luar kelas. Setelah keyla pingsan Rico merangkulnya dan di bawa ke ruang UKS.


Di ruang UKS, kening keyla kembali di perban. Namun petugas UKS tidak ada yang berani melakukannya, tidak ada satupun yang berani menyentuh kening Keyla yang tampak terbakar karena mata kutukan. Rico mengambil alih tugas petugas UKS dan mengobati kening Keyla kemudian menutupnya dengan perban.


Beberapa saat kemudian Rico di panggil oleh pak kepala sekolah untuk menghadap.


"Maaf Pak, ada apa ya memanggil saya?" Tanya Rico sesampainya di ruangan kepala sekolah.


"Karena saya lihat Keyla belum sadarkan diri, jadi saya terpaksa memanggil kamu kesini Rico." Ucap pak kepala sekolah.


"Saya ingin memberikan surat ini kepada Keyla, ini surat pemberhentian dari sekolah untuknya, Saya terpaksa harus mengeluarkan Keyla dari sekolah, karena tampaknga Keyla sudah menganggu keamanan Sekolah yang membuat siswa-siswi yang lain jadi takut dan tidak ada yang mau masuk kelas lagi." Ujar pak kepala sekolah sambil menyodorkan amplop kepada Rico.


"Tapi pak.. Keyla hari ini justru melindungi sekolah dari setan gentayangan." Ucap Rico hendak menjelaskan.


"Rico, tampaknya kamu sudah terpengaruh dengan Keyla, kamu juga ikut menjadi aneh seperti dia." Ujar pak kepala sekolah.


"Apa?! Bapak bilang Keyla aneh? Bapak jangan keterlaluan ya!!" Rico emosi.


"Rico! Kamu berani melawan saya ya! Apa mau saya keluarkan juga kamu dari sekolah?!, cepat keluar dari ruangan saya!!" Ujar pak kepala sekolah membentaknya.


Rico mengepalkan tangannya


"kalau saja yang di depan gue ini bukan pak kepala sekolah udah mampus lo gue hajar! " Gumam Rico kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.


Rico kemudian kembali ke ruang UKS. Setibanya disana ternyata Keyla sudah sadarkan diri.


"Key! Akhirnya lo sadar" Ucap Rico kemudian mendekati Keyla yang masi terduduk lemas di kasur UKS.


"Apa yang terjadi tadi Co?" Tanya Keyla.


"Key.. Tadi mata di kening lo muncul lagi, dan ini.. Gue dapet surat dari pak kepala sekolah, ini surat pemberhentian sekolah buat lo." Ucap Rico.

__ADS_1


Keyla termenung mendengar itu, jika sekarang dia harus dikeluarkan dari sekolah dan berhenti sekolah, lantas masa depannya bagaimana?


"Key, sebaiknya gue antar lo pulang dulu ke rumah ya, sambil kita bicarakan ini sama papa dan mama lo." Ujar Rico kemudian beranjak dan membantu Keyla berdiri.


__ADS_2