
"Tok.. tok.. tok.. Nak, Keyla bangun ini sudah pagi, sekarang hari senin nanti kamu telat loh." Teriak mama Keyla.
Keyla sontak terbangun mendengar teriakan mamanya, dan langsung beranjak dari tempat tidurnya.
"Iya Ma!!." Jawab Keyla.
Keyla kemudian bergegas ke kamar mandi dan bersiap-siap. beberapa menit kemudian Keyla sudah rapi dengan seragam putih Abu-Abu nya.
"Hari ini kamu berangkat sekolah sendiri atau sama Rico?" Tanya mamanya.
"Sama Rico ma." jawab Keyla sembari melirik jam tangannya. Keyla menunggu selama beberapa menit di depan gerbang rumahnya. beberapa saat kemudian Rico tiba.
"Hai key.. maafin gue ya bikin lo nunggu lama." ucap Rico.
"Okey, gak apa-apa." jawab Keyla kemudian naik ke boncengan motor Rico.
Selama perjalanan mereka berdua mengobrol di atas motor.
"Oh iya Co, lo gak di marahin orang tua lo tentang gembok pintu yang rusak itu?" Tanya Keyla.
"Enggak kok, cuma mama sama papa nanya kenapa gemboknya bisa rusak, gitu aja sih." jawab Rico.
"Terus mereka gak nanya siapa yang ngerusakin gemboknya?"
"I-iya nanya.. " Sahut Rico nampak gugup.
"Terus lo bilang siapa yang rusakin?"
"Gue bilang tiba-tiba rusak pas gue baru bangun."
"Maaf ya Co.. gara-gara gue, lo jadi di marahin sama orang tua lo." ucap Keyla.
"Iya gapapa Key.. santai aja." jawab Rico.
Rico kemudian terdiam sejenak, Dia berpikir untuk merahasiakan penjelasan papanya tentang tumbal sumur tua itu dari Keyla.
beberapa menit kemudian mereka berdua sampai di sekolah, Rico dan Keyla berjalan menuju kelas.
sesampainya di kelas Keyla terkejut.
"aaaaakhh apa ini?!!!" teriak Keyla.
"Ada apa Key?!" Tanya Rico.
"Lo lihat ini ada tulisan ancaman!" ucap Keyla sembari menujuk ke arah bangkunya.
Rico menatap bangku yang di tunjuk Keyla, namun Rico sama sekali tidak melihat tulisan ancaman yang di maksud Keyla.
"Tulisan apa Key? , bangku lo kosong gak ada tulisan apa-apa." Ucap Rico.
__ADS_1
Keyla terkejut, kalau Rico tidak melihat tulisan itu, artinya tulisan itu bukan tulisan yang di buat oleh manusia.
"Memang ada tulisan apa sih disana?" Rico kembali bertanya.
Keyla tidak menjawab pertanyaan Rico. ia fokus berpikir, makhluk apa yang menulis kata "kamu akan segera mati" di bangkunya.
Keyla kemudian terduduk lesu di kursinya. ia merasa belakangan ini banyak terror-terror yang membuat pikirannya beban, mulai dari mimpi buruk sampai tulisan-tulisan ancaman yang ada di barang-barang miliknya.
"Key.. lo gak apa-apa kan?" Tanya Rico.
"Gue gak kenapa-kenapa kok.." ucap Keyla pelan.
entah kenapa semenjak mata ke-3 nya tidak pernah muncul di keningnya, Keyla menjadi lemah dan tidak peka dengan hal-hal mistis. kemunculan mata ke-3 di kening Keyla memang sering membawa masalah di keseharian Keyla, namun di saat mata ke-3 itu tidak muncul Keyla justru menjadi lemah dan merasa terancam, bagaimana tidak? Mata ke-3 itu selama ini selalu menjadi pelindung bagi Keyla karena hawa panasnya, Keyla tidak akan pernah bisa tersentuh oleh makhluk jahat karena energi dari mata ke-3 itu. justru sekarang Keyla akan mendapat masalah besar jika mata itu tidak muncul.
"Co.. entah kenapa sekarang gue sering merasa takut." ucap Keyla.
"Lo takut karena apa?" Tanya Rico.
"Semenjak mata ke-3 gue udah gak pernah muncul, gue jadi gak peka sama makhluk tak kasat mata, gue merasa hidup gue terancam." Jelas Keyla.
Rico terdiam, ia teringat dengan kata-kata ayahnya, yang mengatakan tentang tumbal sumur tua itu, kini Rico benar-benar cemas, ditambah perkataan Keyla barusan yang mengatakan bahwa dirinya merasa terancam.
"Key.. lo tenang dulu ya, gue akan bantu lo cari solusi buat keluar dari masalah lo ini." ucap Rico.
Keyla tersenyum, sejauh ini ia masih merasa aman karena bisa menceritakan semua ketakutannya kepada Rico.
...***...
"Key.. gue mau ke kantin, lo mau ikut?" Tanya Rico. Keyla tidak menjawab, gadis itu hanya menggelengkan kepalanya.
"Ya udah, gue ke kantin bentar ya, entar chat aja gue kalo ada apa-apa." Ujar Rico kemudian pergi ke luar kelas.
Keyla masih tetap termenung, di saat yang bersamaan Bryan lewat di depan kelas Keyla. Bryan melihat Keyla yang duduk sendirian dan termenung di dalam kelasnya, Bryan kemudian menghampiri Keyla.
"Keyla." sapa Bryan.
Keyla menoleh ke arah Bryan sambil mengerutkan keningnya, Keyla masih ingat betapa piciknya Bryan waktu itu mempertunjukkan video dirinya.
"Ada perlu apa?" Tanya Keyla sambil memalingkan wajahnya.
"Gue minta maaf soal yang waktu itu ya Key.." Ucap Bryan.
Keyla sama sekali tidak merespon, tatapanya kosong dan lurus kedepan tanpa menoleh Bryan yang ada di sampingnya.
"Key.. gue waktu itu di hasut Monic, sebenarnya gue gak tega mempertunjukkan video lo kayak gitu Key.."
Keyla kemudian menoleh, mata gelapnya menatap Bryan. Bryan merasa sedikit kaget dengan tatapan itu dan menelan ludah.
"Gak ada gunanya lo minta maaf, semua udah terjadi." jawab Keyla.
__ADS_1
"Tapi key.." Ucapan Bryan terpotong gara-gara Rico datang.
"Hey, Bryan sialan! ngapain lo deketin Keyla lagi?" ucap Rico kemudian mengepalkan tangannya.
"Sok jagoan aja lo!" jawab Bryan kemudian pergi meninggalkan Keyla.
"Lo di apain tadi sama cowok sialan itu?!" Tanya Rico.
"Gue gak di apa-apain, tadi dia minta maaf soal yang waktu nyebar video gue itu." jelas Keyla.
"Gak usah di maafin! tindakan dia udah bikin lo di keluarin dari sekolah." jawab Rico emosi.
Keyla terdiam, Keyla memang tidak akan memaafkan Bryan, namun Keyla merasa aneh kenapa Bryan tiba-tiba mendekatinya lagi dan minta maaf? dan kemarin Keyla sempat merasakan energi negatif saat melihat Bryan. Keyla menjadi sakit kepala karena memikirkan semua hal yang menyebalkan itu.
Bryan masih mengintip Keyla dan Rico yang duduk di kelas dari kejauhan.
"Dasar gadis songong! mata gelapnya benar-benar tampak menyeramkan jika di tatap. sebenarnya gadis itu manusia atau hantu sih?" gumam Bryan sambil berdecak kesal.
"Aku harus cari tahu soal gadis aneh itu." ucap Bryan kemudian pergi menjauh.
beberapa jam berlalu, pelajaran hari itu selesai dan bel pulang berbunyi.
"Ayo Key.. kita pulang!" Ucap Rico sambil menunggu Keyla memasukkan alat-alat tulisnya ke dalam tas.
mereka berdua pergi meninggalkan sekolah siang itu. beberapa menit kemudian Rico dan Keyla sampai di rumah Keyla.
"Thanks ya Co, udah antar gue." ucap Keyla tersenyum.
"Sampai jumpa besok!." jawab Rico kemudian pergi.
Keyla masuk ke dalam rumahnya, dan mendapati papa dan mamanya yang duduk di sofa ruang tamu.
"Ma, Pa.. aku pulang." ucap Keyla.
"Keyla.. kesini duduk sebentar di samping papa dan mama." panggil papanya.
Keyla pun berjalan mendekati papa dan mamanya kemudian duduk.
"Ada apa?" Tanya Keyla.
"Keyla, maafin papa ya.. kalau mungkin penjelasan papa kali ini akan terdengar egois." ucap Papanya.
Wajah Keyla nampak bingung, kemudian menoleh mamanya yang duduk di sebelahnya, berharap mendapat penjelasan.
"Begini Keyla.. mungkin mulai besok papa akan batasi jam keluar kamu, kamu jangan keluar terlalu jauh sama rumah dan jangan keluar sampai larut malam ya, ini demi kebaikan kamu." ucap Papanya.
Keyla terdiam, nasehat ini sudah pernah di dengar Keyla waktu masih kecil, dan kini di dengar lagi saat dirinya sudah remaja. Keyla kemudian beranjak pergi menuju kamarnya tanpa menjawab nasehat papanya.
"Sudah lah ma.. biarkan saja, ini juga demi kebaikan dia." ucap Papa keyla kepada mama Keyla yang terlihat cemas melihat putrinya.
__ADS_1
Keyla kemudian menangis di kamarnya.
"Kenapa hidupku terasa seperti terisolasi? aku tidak pernah merasakan yang namanya punya teman atau bersenang-senang seperti remaja pada umumnya, bahkan papa dan mama selalu melarang aku untuk bergaul sejak kecil, apa papa dan mama malu punya anak seperti aku ini?" Gumam Keyla sambil menangis.