
Suara alarm ponsel Keyla membangunkannya pagi itu, Keyla melihat di sekelilingnya, ternyata ia tertidur di sofa ruang tamu kemarin malam, dan Keyla menoleh di sampingnya ada Rico yang tertidur lelap di sebelahnya. Keylamengingat-ingat sesuatu yang terjadi kemarin malam. beberapa detik kemudian Keyla teringat tentang kejadian menyeramkan kemarin malam.
"Keyla.. kamu sudah bangun rupanya." mama Keyla datang dan menghampirinya kemudian duduk di samping Keyla.
"Rico kemarin mama suruh menginap di rumah kita, kasihan kalau pulang sudah larut malam takutnya bahaya di jalan." jelas Mama Keyla.
Keyla melihat Rico yang tertidur lelap di sofanya, Rico pasti kemarin tidak tidur karena menjaganya semalaman.
"Mandi dulu gih sana Keyla, nanti gantian sama Rico kalau dia udah bangun." ucap Mamanya.
Keyla kemudian bergegas pergi ke kamar mandi dan bersiap-siap memakai seragam sekolahnya.
Beberapa menit kemudian Rico terbangun, ia mengusap-usap matanya di atas sofa ruang tamu Keyla.
"Eh.. nak Rico, sudah bangun ya.. ini tante buatin kamu teh hangat minum dulu." Ucap Mamanya.
"Eh.. iya tante maaf ngerepotin.." ujar Rico.
Rico mengingat kejadian kemarin malam tentang yang di ceritakan Keyla, Rico berpikir,
"apa mungkin setan gentayangan kemarin ada hubungannya dengan siluman ular di sumur tua itu?" gumam Rico dalam hati.
Beberapa menit kemudian Keyla datang dengan seragam putih Abu-Abu yang lengkap dan duduk di samping Rico.
"Astaga!!" ucap Rico spontan.
"Lo kenapa?" tanya Keyla sambil tertawa lirih di samping Rico.
"Gue lupa hari ini kita sekolah, gue gak bawa seragam.. gimana nih?"
"Ya udah mandi aja dulu, habis mandi pakai baju ini lagi aja dulu, entar kita ke rumah lo bentar, gue anterin lo ganti baju." jelas Keyla.
Rico kemudian beranjak dan pergi ke kamar mandi. sambil menunggu Rico mandi, Keyla kemudian membuka ponselnya, dan melihat isi beranda akun twitternya.
__ADS_1
"Keyla.. sini mama obati dulu kening kamu, dan di tutup pakai perban." ucap Mamanya dan mendekatinya dengan membawa kotak obat p3k.
mama Keyla kemudian mengobati kening Keyla yang berisi bekas luka bakar karena mata ke-3 nya kemarin, kemudian menutupnya dengan kapas dan perban.
"Terimakasi ma.." ucap Keyla tersenyum kepada mamanya.
beberapa saat kemudian Rico datang dari kamar mandi, sambil mengusap-usap rambutnya yang basah. Keyla melongo, dan menelan ludah melihat Rico dengan tampilannya sehabis mandi, cowok itu terlihat sangat tampan dan wangi.
"Ehem!!" mama Keyla mendehem membuyarkan lamunan Keyla yang melongo ke arah Rico.
"E-eh.. mama kenapa?" tanya Keyla, wajahnya memerah dan salah tingkah.
"Gak apa-apa." ucap mama Keyla sambil tertawa kecil menutup mulutnya.
Rico kemudian tersenyum ke arah Keyla yang membuat wajah Keyla semakin merah merona.
"Ya udah.. sana berangkat sekolah, biar gak telat nanti." ujar mama Keyla.
Keyla dan Rico pun berangkat ke sekolah, sebelum berangkat Rico singgah sebentar di rumahnya untuk mengganti seragamnya.
"Rumah lo sepi lagi Co?" Tanya Keyla.
"Iya.. memang selalu sepi, papa dan mama pulang kerjanya malem Key." jawab Rico. Rico pun masuk ke dalam rumahnya dan di susul Keyla di belakangnya.
"Lo tunggu di ruang tamu dulu ya gue mau ganti baju di kamar." Ucap Rico.
Keyla pun duduk di sofa ruang tamu di rumah Rico. sembari menunggu Rico, Keyla kembali memainkan ponselnya. beberapa saat kemudian Keyla melirik ke arah pintu menuju sumur tua di halaman belakang Rico.
Gemboknya masih terbuka dalam bentuk yang sudah rusak, nampaknya pintu itu tidak bisa di kunci, namun Keyla merasa penasaran, kenapa orang tua Rico tidak membelikan kembali gembok dan menutupnya?. Beberapa saat kemudian Rico keluar dari kamarnya, dan menghampiri Keyla.
"Yuk berangkat!" ucap Rico sambil mengayun-ayunkan kunci di jari telunjuknya.
Keyla kemudian beranjak dari tempat duduknya dan memegang lengan Rico sambil tersenyum.
__ADS_1
"Co.. Gue mau bilang sesuatu sama lo." ucap Keyla dengan wajah sumringah, Langkah Rico kemudian terhenti.
"Mau bilang apa?" tanya Rico sambil mengangkat kedua alisnya dan membalas senyuman Keyla.
"Thanks udah selalu ada buat gue sampai sejauh ini." ucap Keyla, kemudian menjinjitkan kakinya dan mencium pipi Rico.
Rico kemudian melongo dan menelan ludah, wajahnya nampak merah merona karena tersipu, selama ini ia selalu menahan niatnya untuk mencium Keyla, karena takut akan membuat Keyla tersinggung, namun ternyata Keyla justru melakukannya lebih dulu.
"Yuk berangkat!!" ucap Keyla kemudian menarik tangan Rico. Rico tersenyum, ia sangat bahagia bisa memiliki gadis istimewa seperti Keyla.
Sesampainya di sekolah mereka berdua berjalan beriringan menuju ke kelasnya. Bryan memperhatikan Keyla dengan balutan perban di keningnya.
"Kemarin Rico bilang, mata itu tidak muncul lagi.. tapi kenapa sekarang keningnya di balut perban?, menarik sekali, gue bakal cari tahu tentang Keyla mulai sekarang!" gumam Bryan.
Sesampainya di kelas Keyla meletakkan tasnya di atas bangku, namun kali ini ia tidak melihat ada tulisan ancaman lagi di bangkunya.
"Rico, sepertinya yang selama ini menulis kata-kata ancaman di bangku gue itu adalah sosok setan kemarin malam, kemarin setan itu udah terbakar oleh mata kutukan gue, jadi sekarang tulisan-tulisan ancaman itupun sudah gak ada." jelas Keyla.
"Syukurlah Key.. akhirnya masalah itu berakhir." jawab Rico.
"Tapi.. gue masih kepikiran sama ucapan setan kemarin, setan itu sempat bicara akan membawa kepala gue kepada tuan-nya, itu artinya masih ada setan yang lebih kuat lagi yang di sebut tuan, dan sepertinya dia mau jadikan gue tumbal." jelas Keyla dengan tatapan kosong.
Rico terdiam, ia kembali teringat kata-kata papanya yang bilang hanya manusia yang di takdirkan sebagai tumbal yang bisa membuka gembok itu. Mata Rico spontan melotot, dan bergumam dalam hatinya.
"Apa setan gentayangan yang ingin membunuh Keyla kemarin adalah suruhan dari siluman ular di sumur tua itu?"
Tiba-tiba Keyla menepuk pundak Rico yang sontak membuat Rico kaget.
"Hey.. lo kenapa tiba-tiba melotot begitu?, ada sesuatu yang lo pikirin?" tanya Keyla.
"Enggak kok.. gue cuma lagi ngingat-ingat cerita lo tentang setan kemarin.." jawab Rico.
Rico masih berusaha menyembunyikan tentang tumbal siluman ular itu kepada Keyla, namun Rico menjadi gelisah harus dengan cara apa dia melindungi Keyla? sedangkan dia tidak punya kemampuan apapun untuk melawan makhluk tak kasat mata apalagi makhluknya adalah siluman ular penghuni sumur tua di rumahnya.
__ADS_1
"Lo gak usah cemas ya Co.. sekarang mata ke-3 di kening gue udah kembali muncul kok, jadi energi kutukan ini sudah kembali, mata ini akan melindungi gue dari serangan makhluk tak kasat mata." Jelas Keyla.