
" Lia, Kakak ke dalam dulu sebentar. " Ucap Selly. Lia mengangguk membiarkan perempuan itu masuk ke dalam rumah.
Meskipun dia tidak lagi bekerja di wedding organizer, setidaknya dia masih punya kesempata mendekor acara pernikahan.
" Maaf Kak. Sepertinya di bagian ini bunganya masih kurang. " Ucap Lia kepada salah satu pegawai Angel WO.
Pegawai itu memperhatikan tatanannya sebentar. " Ah iya. Jadi tidak seimbang dengan sebelahnya. Makasih ya, sudah dikasih tahu. " Ucap pegawai itu.
Lia mengangguk dan tersenyum manis.
" Aku sudah bilang kan jangan mencampuri pekerjaan pegawaiku. " Lia menoleh ke belakang. Ternyata Nona Angel.
" Iya maaf Nona Angel. Saya hanya memberi sedikit saran. " Ucap Lia. Tadi saat ada Selly, perempuan ini diam saja kalau Lia dan Selly memberi saran. Sekarangs setelah Selly pergi dia marah-marah lagi.
" Huh. " Angel terlihat kesal dan melengos begitu saja. " Hei, ambilkan kursi. " Perintah Angel kepada salah satu pegawainya.
Angel naik ke atas kursi setelah diberikan satu kursi plastik oleh pegawainya. Dia terlihat sedang membetulkan tatanan bunga yang ada di atas.
Tiba-tiba..
Aaaaaaahhhhhh.....
" Mbak Angel. Mbak Angel tidak apa-apa? " Teriak salah satu pegawai Angel yang tadi mengambilkan kursi.
" Kakiku sakit sekali. " Ucap Angel menahan sakit di pergelangan kakinya.
" Nona, apa kau baik-baik saja? " Tanya Lia hendak ikut membantu perempuan itu. Beberapa pegawai Angel WO yang ada di sekitar kejadian itu juga turut mengrubungi bosnya.
__ADS_1
" Apa yang terjadi? " Suara seorang laki-laki membuat mereka semua menoleh.
" Angel, ada apa denganmu? " Tanya Danu setelah melihat Angel tergeletak di bawah dan dikerubungi pegawainya.
" Tadi Nona ini tidak sengaja menyenggol kursi yang aku naiki. Jadi aku terjatuh. " Ucap Angel sambil menunjuk ke arah Lia.
Lia terkejut mendengar jawaban Angel yang menyebut dirinya penyebab jatuhnya Angel. Padahal jelas-jelas tadi posisi berdirinya jauh dari kursi yang dinaiki Angel.
" Lia? Lain kali hati-hati. Kecerobohanmu bisa mencelakakan orang lain. " Ucap Danu lalu membantu Angel berdiri dan memapah perempuan itu masuk ke dalam rumah.
Lia menggelengkan kepalanya tanda menolak tuduhan itu. Meskipun Danu tidak marah karena mengira Lia tidak sengaja, tapi tetap saja yang sebenarnya Lia tidak bersalah. Lia bukan penyebab jatuhnya Angel.
" Danu... " Panggil Lia, tapi Danu sama sekali tidak menoleh. Terus memapah Angel masuk ke dalam rumah.
Pegawai Angel yang melihat jelas kejadian tadi menatap iba Lia. Gadis itu tidak bersalah, tapi dia juga tidak berani mengatakan yang sebenarnya di depan Angel. Bisa-bisa dia dipecat.
Lia menghela nafasnya pasrah. Kenapa rasanya sakit melihat Danu mempercayai ucapan Angel. Dia berjalan gontai menuju halaman depan rumah Danu lewat samping rumah. Sebaiknya dia pulang.
________________
" Pelan-pelan. " Danu membantu Angel duduk di kursi yang ada di ruang tamu.
" Buk.. Bu Indah. " Panggil Danu kepada perempuan tua yang sedang membantu membereskan rumah. Bu Indah adalah asisten rumah tangga di rumah ini.
" Iya Den? " Sahut Bu Indah menghampiri anak majikannya.
" Bu. Tolong bantu pijit kaki teman Danu ya? Tadi dia jatuh. " Ucap Danu. Bu indah ini memang ahli dalam urusan pijit memijit.
__ADS_1
" Siap Den. " Ucap Bu Indah, lalu duduk di samping Angel dan menaruh kaki perempuan itu di atas pangkuannya.
" Danu. Kamu mau kemana? " Tanya Angel melihat Danu akan pergi.
" Sebentar. " Jawab Danu tanpa menoleh.
Danu kembali ke taman belakang, ke tempat tadi Angel jatuh. Matanya menatap sekeliling tapi tidak menemukan orang yang dia cari.
" Mbak. Lihat perempuan yang tadi pakai baju kuning? " Tanya Danu kepada pegawai Angel yang ada di situ.
Pegawai itu nampak berpikir. " Oh, tadi sudah pergi Mas. " Jawab pegawai itu.
Danu berdecak kesal. Baru ditinggal sebentar saja sudah menghilang. Apa Lia marah? Tapi untuk apa dia marah, Danu hanya menasehati dia agar lebih berhati-hati. Ini juga demi kebaikannya.
" Eh Mas. Tunggu. " Teriak pegawai itu ketika Danu akan kembali masuk ke dalam.
" Ada apa? " Tanya Danu.
" Sebenarnya tadi.. Em... " Pegawai itu nampak ragu mengatakannya.
" Bicara yang jelas. " Ucap Danu kesal. Dia tidak suka membuang-buang waktu untuk hal yang tidak penting.
" Itu Mas. Sebenarnya Mba Angel.. Mba Angel jatuh sendiri. Mbak yang tadi pakai baju kuning sama sejak tidak menyenggol kursi Mba Angel. " Ucap pegawai itu dengan sedikit takut-takut.
" Apa katamu? Jadi.. " Ucap Danu menahan kesal. Bukan kesal dengan pegawai Angel, tapi kesal pada dirinya sendiri. Nasehat yang tadi dia berikan kepada Lia bukannya membuat gadis itu paham tapi justru akan membuatnya sakit hati. Karena Lia tidak melakukan kesalahan apapun.
" Iya Mas. Saya tadi melihat sendiri. Karena saya yang berada di dekat Mbak Angel. Sedangkan Mba baju kuning berdiri cukup jauh dari kami. " Jelas pegawai itu lagi.
__ADS_1
" Ah. Sial. " Ucap Danu dan pergi begitu saja dari sana.
Pegawai Angel itu menghela nafas. Setidaknya dia sudah berusaha menjelaskan kejadian yang sebenarnya.