Danu

Danu
Empat


__ADS_3

" Tidak ada yang menarik sama sekali. "


Apa? Tidak ada yang menarik katanya? Lia benar-benar kesal, dia sudah susah payah menjelaskan berbagai konsep yang dimiliki Liona WO, tapi Danu dengan seenaknya bilang tidak ada yang menarik.


" Tuan, anda bisa mengajukan konsep anda sendiri. Kami akan mengusahakan permintaan anda, atau anda bisa mempertemukan kami dengan Kak Selly, em maaf maksud saya Nona Selly. " Ucap Lia, berharap Danu mau berbaik hati melanjutkan kerja sama ini. Lagian, ini juga bukan pernikahan Danu, tapi Selly. Ada rasa lega di hati Lia setelah Danu memberi tahu kalau yang akan menikah adalah Selly Adinda Perkasa, kakak Danu.


" Waktu saya sudah terbuang sia-sia untuk mendengar konsep murahan kalian. " Sungguh, Lia ingin mengumpat sekarang juga. Laki-laki ini benar-benar tidak tahu cara menghargai orang lain. Apa ini Danu yang dia sukai selama ini? Tidak disangka, dia benar-benar menyebalkan.


" Silahkan kalian bisa keluar, sekretaris saya yang akan menghubungi bos kalian. " Lia dan Sisil kompak tertegun mendengar ucapan Danu. Tidak boleh, Bu Bos Liona tidak boleh tahu kalau konsep mereka ditolak. Bisa-bisa mereka dipecat.


" Tuan. Kami mohon beri kami kesempatan. " Ucap Sisil, bayang-bayang dipecat dari pekerjaan membuatnya takut.


" Maafkan saya Nona. Konsep terbaik perusahaan kalian saja tidak menarik bagi saya, lalu bagaimana kalian akan menyanggupi konsep permintaan klien seperti saya. " Tegas Danu.

__ADS_1


Sisil dan Lia sama-sama diam, Danu benar-benar menolak tawaran mereka. Pasrah, hanya itu yang bisa mereka lakukan saat ini.


" Baik Tuan. Kami meminta maaf sudah mengganggu waktu Tuan. Permisi. " Ucap Lia akhirnya. Dia dan Sisil keluar dengan perasaan campur aduk. Sedih, kesal, takut, semua menjadi satu.


" Bagaimana ini Lia. Aku tidak mau dipecat. " Ucap Sisil setelah mereka keluar dari ruangan Danu.


Lia tidak menjawab, dia juga bingung. Bukan hanya Sisil yang takut kehilangan pekerjaan ini, dirinya pun iya. Kalau dia berhenti bekerja, harus dengan apa dia memenuhi kebutuhan sehari-hari.


" Apa aku bicara saja dengan Kak Selly? Tapi aku tidak akrab dengannya, dia tinggal di luar negeri, bertemu dengannya saja kalau lagi pulang ke rumah Tante Alexa. Ah Danu, laki-laki itu ternyata punya sisi menyebalkan. " Gerutu Lia dalam hati.


Lamunan Lia terhenti karena ada pergerakan dari Sisil. Ternyata ponsel Sisil bergetar.


" Ha.. Halo Bu Bos? " Lia memperhatikan dengan saksama raut wajah Sisil, sambil mendekatkan telinganya ke benda kecil yang digenggam Sisil.

__ADS_1


" Ma.. Maaf Bu. Tuan Danu Perkasa menolak kerjasama. " Ucap Sisil kepada seseorang yang sedang di seberang sana.


" Tapi Bu... Bu... " Wajah Sisil benar-benar pucat pasi.


" Sisil, ada apa? Apa kata Bu Bos? " Tanya Lia. Berharap, bosnya itu hanya marah, bukan memecat mereka. Bagaimanapun juga, mereka berdua termasuk karyawan yang bisa diandalkan.


" Lia.... " Rengek Sisil.


Lia geleng-geleng kepala, berusaha mengusir segala kemungkinan terburuknya.


" Kita.. Kita dipecat. "


Deg. Jantung Lia terasa berhenti sesaat. Benar dugaannya, dia dan Sisil dipecat. Baiklah, bersiaplah untuk hidup susah. Selamat Lia, statusmu berubah menjadi pengangguran sekarang.

__ADS_1


" Ayo kita pulang. " Ajak Lia. Mereka berjalan seperti orang yang tidak punya semangat hidup.


Pikiran Lia entah kemana, dia bingung harus mencari pekerjaan kemana lagi. Dia bukan perempuan dengan tingkat kecerdasan yang tinggi, yang dia punya adalah skill berbicara, semangat, dan ketelatenan, bisa diterima di Liona WO sudah merupakan keberuntungan baginya. Selama ini dia selalu berusaha menjadi karyawan yang bisa diandalkan dengan semangat dan kinerjanya, tapi ujung-ujungnya dipecat juga.


__ADS_2