
" Kemana saja kamu. Kenapa baru menghubungiku. " Lia menjauhkan sedikit ponselnya mendengar teriakan Niken di telepon.
Lia tersenyum kecil. Benar kan? Hanya mendengar suara sahabatnya saja sudah membuat dia sesenang ini.
" Kemarin aku menyusulmu di tempat kerja. Tapi katanya kamu sudah tidak bekerja di sana. " Ucap Niken.
" Iya. Aku sudah dipecat, dan itu semua gara-gara pacarmu. " Jawab Lia dengan nada kesal.
" Oh, maksudmu Danu? Asal kamu tahu, aku sudah putus dengan tetanggamu yang super tajir itu. Aku ketahuan selingkih" Niken terkekeh kecil.
" Bisa-bisanya kamu menyelingkuhi orang seperti Danu. Untung dia tidak dendam. " Ucap Lia dengan nada meledek.
" Dia tidak akan sakit hati. Sejak awal aku sudah tahu kalau dia tidak menyukaiku. Mungkin yang dia suka itu kamu. " Ucapan membuat Lia gelagapan. Untung mereka berbicara lewat telepon, kalau secara langsung, pasti Niken akan melihat wajah gugup dirinya.
" Jangan sembarangan. " Ucap Lia.
__ADS_1
" Kamu ingat waktu di restoran? Aku tahu dia menyukaimu. Terlihat jelas bagaimana cara dia memandangmu. " Ucap Niken berusaha meyakinkan sahabatnya. Niken tahu Danu adalah laki-laki yang baik. Pacaran dengannya mungkin hanya ajang coba-coba bagi laki-laki itu, apalagi Niken yang memaksa Danu menjadi pacarnya. Andai Lia tahu itu, pasti dia akan meledek Niken habis-habisan.
" Kalau iya, maka aku juga menyukainya. " Ucap Lia tanpa sengaja. Sadar apa yang telah diucapkan, Lia kelabakan sendiri. " Tidak Niken. Maksudku. Em.. Itu. Ahsudahlah. " Lia semakin malu karena suara tawa Niken menggelegar di ujung sana.
" Tidak apa-apa Lia. Kalian pasangan yang serasi. Aku selalu mendukungmu. " Ucap Niken berusaha menyenangkan sahabatnya.
" Tapi.. Sepertinya dia juga dekat dengan perempuan lain. Kamu tahu Nona Angel pemilik Angel WO? Mereka sepertinya dekat. " Ucap Lia dengan nada pesimis.
Dalam hati Niken berbicara. " Aku tahu itu. Itulah alasan aku meminta Danu jadi pacarku agar aku bisa memanas-manasi nenek sihir itu. " Niken benar-benar tidak suka dengan Angel. Dia anak kolega bisnis papanya yang sangat dia benci. Sudah sombong, arogan, menyebalkan pula. Dia tahu kalau Angel menyukai Danu. Setiap kali ada pertemuan para pembisnis, Angel tidak akan berhenti mendekati Danu.
Tok tok tok.
Lia berhenti tertawa karena mendengar ketukan pintu.
" Niken. Sudah dulu ya? Ada yang mengetuk pintu. " Ucap Lia seraya berdiri dari kursi yang ada di ruang tamunya.
__ADS_1
" Oke.. " Sahut Niken.
Lia berjalan ke arah pintu setelah Niken mematikan teleponnya.
Dia tidak langsung membuka pintu. Mengecek dulu siapa yang datang melalui kaca jendela.
" Danu? " Gumamnya pelan. Dia kembali menutup tirai jendele setelah tahu yang datang adalah Danu. Pikir Lia, untuk apa laki-laki itu datan, pasti mau membahas peristiwa jatuhnya Nona Angel. Mungkin Danu tidak terima teman dekatnya dibuat celaka.
" Calon istri? Apa kau di dalam. " Teriak Danu dari luar.
Lia diam saja, tidak berniat menyahut. Dalam keadaan seperti ini, bisa-bisanya Danu bercanda perihal calon istri. Apa Danu tidak tahu kalau Lia sedang kesal padanya? Laki-laki itu benar-benar.
Tanpa mempedulikan pintu yang terus diketuk, Lia pergi menuju ke kamarnya dan memilih tidur dari pada pusing memikirkan Danu dan Angel.
....
__ADS_1