
Lia duduk di sofa yang ada di sebuah kamar. Sepertinya ini adalah kamar Danu, karena terdapat foto laki-laki itu di nakas samping tempat tidur.
Tadi Danu memang membawanya kemari, menyuruhnya duduk dan tidak pergi kemana-mana sampai dia datang. Lia juga tidak tahu kenapa laki-laki itu mengurungnya di sini, mungkin dia tidak mau orang-orang melihat Lia memakai seragam yang sama dengannya.
Ceklek.
Pintu kamar terbuka. Danu masuk dengan satu tangan membawa piring dan tangan satunya lagi membawa segelas minum.
Laki-laki itu mendudukan dirinya di samping Lia. " Makan. " Ucap Danu seraya menyerahkan sepiring nasi kepada gadis itu dan menaruh segelas minuman di atas meja.
" Kau mengambil makanan untukku? " Tanya Lia setelah menerima sepiring nasi dari Danu.
" Sudah jangan banyak tanya. Cepat makan. " Ucap Danu. Dia benar-benar menyayangi gadis yang duduk di sampinya, sampai dia telat makan saja bisa membuat Danu sekhawatir ini.
Posisi duduknya dirubah sedikit mencondong ke arah Lia agar bisa leluasa memperhatikan gadis itu. " Kenapa tidak dimakan? " Tanya Dany karena Lia belum juga menyentuh sendok tangannya.
" Tadi aku melihat banyak sekali makanan. Kenapa kau hanya mengambilkan nasi? Aku ingin makan yang lain. " Ucap Lia. Karena sebenarnya dia ingin mencoba beberapa menu makanan seperti siomay, pempek, dan jajanan yang biasa dia beli di penggir jalan. Tante Alexa memang menyediakan berbagai jenis makanan, dari mulai makanan sederhana sampai makanan sekelas restoran mewah.
" Kau ingin makan apa? " Tanya Danu menatap wajah Lia dengan lembut.
" Emm.. Siomay, pempek, bakso, aku ingin makan semua itu. " Jawab Lia sambil membayangkan lidahnya bertemu dengan makanan-makanan lezat itu.
" Aw.. " Bayangan makanan lezat di pikiran Lia saat merasakan sentilan ringan di dahinya.
" Apa yang kau lakukan? " Kesal Lia.
" Kau belum makan apapun dari siang. Kalau kau makan makanan seperti itu, nanti perutmu sakit. " Ucap Danu lalu mengelus dahi Lia dengan lembut.
Lia menyerahkan piring di tangannya kepada Danu. " Apa? Kau tidak mau makan? " Tanya Danu.
__ADS_1
Lia menggelengkan kepalanya. " Aku mau disuapi. " Jawab gadis itu.
Danu menyerngitkan dahinya, tapi sesaat kemudian dia terkekeh pelan. " Dasar manja. " Ucapnya lalu mengambil alih piring yang ada di tangan Lia.
" Kenapa kau sampai lupa makan? " Tanya Danu sambil menyuapi Lia dengan sesendok nasi beserta lauknya.
Lia menerima suapan itu dan mengunyahnya pelan. Sampai dirasa halus baru dia menelannya.
" Aku sedang berhemat. Kau lupa? Aku seorang pengangguran sekarang. "
Danu berdecak kesal mendengar jawaban Lia. " Kan sudah kubilang, kau boleh bekerja di tempatku. "
" Sebagai OG? " Sinis Lia lalu menerima suapan dari Danu lagi.
" Iya maaf, aku cuma bercanda waktu itu. Kau tinggal bilang mau posisi apa di perusahaanku, katakan saja. " Ucap Danu.
Danu menarik sudut bibirnya sampai membentuk senyum miring di sana. " Kalau kau mau, aku akan memberikannya. " Ucapnya.
Lia melebarkan matanya, tidak menyangka Danu akan menyetujuinya. Apa laki-laki ini serius?
" Ck. Jangan bicara sembarangan. Aku hanya bercanda. " Ucap Lia.
Danu tertawa pelan melihat ketakutan wajah Lia. Dia sendiri yang memancing kepada gadis itu juga yang takut sendiri.
" Serius juga tidak apa-apa. Karena sebentar lagi, apa yang aku punya akan menjadi milkmu juga. " Danu menghentikan ucapannya sejenak, mengikis jarak dengan Lia dan mendekatkan bibirnya ke telinga gadis itu. " Dan apa yang kau punya, akan menjadi milikku juga. Seutuhnya. " Bisik Danu dengan nada sensual.
Kenapa laki-laki ini selalu bisa membuat Lia mati kutu. Tubuhnya selalu kaku setiap kali Danu mengikis jarak dengannya.
" A.. Aku mau minum. " Lia mengulurkan tangannya, mengambil gelas minum yang tadi di taruh Danu di atas meja.
__ADS_1
Setelah menaruh kembali gelas itu di meja, Lia mengambil alih piring di tangan Danu.
" Sini, aku mau makan sendiri. " Ucapnya.
Danu menyerahkan piring itu kepada Lia. Memperhatikan gerakan menggemaskan Lia ketika makan tanpa mau memandang ke arahnya.
" Adelia. " Panggil Danu pelan. Matanya masih memperhatikan gadis di sampingnya itu.
" Hmm.. " Sahut Lia berdehem karena mulutnya masih mengunyah makanan.
Danu tersenyum kecil lalu mengacak pelan rambut Lia. " Aku mencintaimu. "
Sikap dan ucapan Danu kali ini membuat Lia terdiam seketika. Tubuhnya kaku, mulutnya sampai tak bisa melanjutkan kunyahan pada makanannya.
Setelah bisa menormalkan kondisi tubuhnya, Lia kembali melanjutkan makan tanpa berani menoleh ke laki-laki yang ada di sampingnya. Meski begitu, senyum di bibirnya tak bisa dia sembunyikan. Itu semua tidak luput dari pandangan mata Danu, yang membuat laki-laki itu semakin gemas dibuatnya.
Sekali lagi, Danu mengacak rambut Lia dan menarik kepala gadis itu agar bersandar di dadanya.
" Aku sedang makan. " Ucap Lia berusaha menarik kepalanya. Posisinya masih menghadap lurus ke depan dengan kepala bersandar dari samping, karena Danu sejak tadi memang duduk menghadap ke arah Lia.
Satu kakinya dia angkat di kursi dengan posisi melipat, sehingga memudahkan laki-laki itu menggapai Lia.
" Lanjutkan saja makanmu. " Ucap Danu masih mempertahankan posisinya.
" Aku tidak bisa makan dengan enak kalau kau begini. " Ucap Lia kesal. Kesal di mulut, lain di hati.
Danu terkekeh dan melepaskan rengkuhannya. " Cepat habiskan makanmu. " Ucapnya.
" Memang mau aku habiskan. " Sahut Lia melanjutkan kegiatan makannya yang sempat tertunda.
__ADS_1