Danu

Danu
Dua


__ADS_3

Visual Tokoh Versi Author


1. Danu Perkasa




2. Niken Anjani, Pacarnya Danu yang super cantik.



3. Adelia Aliyas Lia, Gadis Manis yang sedikit galak.



_________________________


" Sayang, kenalin ini temen aku. Lia. " Danu yang tadi tidak memperhatikan sekitar akhirnya menoleh. Dahinya mengerut melihat seorang gadis yang duduk di meja yang sama dengan kekasihnya.


" Ee.. Hai.. " Matilah kau Lia. Kenapa bisa segrogi ini sih. Apa susahnya bilang hai. Tidak bisa dipungkiri, ini pertama kalinya dia berhadapan langsung dengan Danu.


Mata Danu tidak berpindah, masih memperhatikan Lia. Bahkan sampai dia sudah duduk di sebelah Niken. Sedangkan Lia, jangan ditanya. Gadis itu sudah tidak tahu bagaimana mengendalikan detak jantungnya. Kalau saja restoran ini sepi, pasti dua manusia di depannya bisa mendengar dengan jelas suara detak jantung Lia.

__ADS_1


" Kamu... Li... Lia kan? " Tanya Danu dengan mimik wajah nampak berpikir.


" Sayang, kamu kenal Lia? " Niken menatap bergantian laki-laki di sampingnya dan gadis di depannya.


Danu mengangguk. " Lia ini tetangga aku Ken. " Jawab Danu menoleh sekilas kekasihnya, dan Lia, gadis itu mengangguk kecil mengiyakan ucapan Danu. Dia tidak menyangka kalau Danu tahu namanya. Meskipun bertetangga, tapi mereka tidak pernah mengobrol. Danu terkesan cuek dan terlihat tidak tertarik dengan Lia. Itulah kenapa Lia seakan menjaga jarak, dia tidak mau Danu menyadari kalau dia menyuikai laki-laki itu.


" Tetangga? Em maksudmu rumah orang tuamu? " Tanya Niken heran.


Danu mengangguk. Matanya tidak lepas dari gadis yang duduk di hadapannya.


Niken menyadari kalau Danu sejak tadi memperhatikan Lia. Tapi dia tidak ambil pusing. Mungkin karena mereka bertetangga.


Sedangkan Lia. Sepertinya berada di sini lama-lama tidak baik untuk kondisi jantung Lia. " Em.. Ken, sorry. Kayanya aku nggak bisa lama-lama. " Ucap Lia setengah menunduk. Mata Danu yang sejak tadi melihat ke arahnya membuat kadar kegrogian Lia meningkat.


" Lia? Danu baru aja dateng. Masa mau pergi pergi aja. " Kesal Niken seraya menyandarkan kepalanya ke bahu Danu.


Niken menghembuskan nafasnya pasrah, mau bagaimana lagi. Sahabatnya itu memang tidak pernah nyaman berdekatan dengan orang baru. Tapi bukannya mereka bertetangga? Hm, entahlah. " Yasudah. Tapi sorry, aku nggak bisa nganter. " Ucap Niken.


" Nggak masalah. Aku bawa motor kok. " Lia buru-buru beranjak dari kursinya. Satu senyuman manis dia berikan kepada sahabatnya itu.. dan untuk Danu, ada sedikit kecanggungan dalam senyum kecilnya.


" Dia selalu begitu. " Ungkap Niken setelah Lia keluar dari dalam restoran.


" Ya, dia memang seperti itu. " Niken langsung menolehkan kepalanya ketika mendengar sahutan Danu.

__ADS_1


" Maksud kamu? " Tanya Niken bingung.


" Nggak kok. Aku cuma asal bicara aja. " Jawab Danu.


Niken mengangguk-anggukan kepalanya dan kembali menyruput minuman yang belum sepenuhnya habis. Dia tidak menyadari kalau laki-laki yang duduk di sebelahnya itu tengah tersenyum kecil. Entah senyum karenanya, atau karena sahabatnya.


_________________________________


Di parkiran lestoran..


Lia duduk di atas motornya dengan hati yang tidak karuan, masih belum berniat menyalakan mesin kendaraan itu. " Gimana ini..? Orang yang aku suka ternyata pacar sahabat aku sendiri. " Keluhnya.


Pikiran Lia menerawang saat pertama kali bertemu Danu.


Waktu itu Lia sedang berdiri di atas balkon yang terhubung dengan kamarnya. Lalu dia melihat sebuah mobil terparkir di depan rumah yang bersebelahan dengan rumahnya. Satu persatu orang yang ada di dalam mobil itu turun. Lia mengira mereka penghuni baru rumah yang sudah ditinggal pemiliknya selama sekitar lima bulan itu.


" Danu, bantuin Pak Dodo, bawa barang-barang masuk ke dalam. " Seorang laki-laki tua terlihat menyuruh seseorang yang bernama Danu. Lia memang jelas bisa mendengar, karena rumah mereka memang berdekatan.


" Iya Pah. " Mata Lia berjalan mencari orang yang disebut Danu. Tepat ketika seorang laki-laki muda keluar dari mobil, tatapan Lia berhenti, terfokus, dan mengikuti langkah kaki pemuda yang tampan itu. Lia yang waktu itu berusia tujuh belas tahun, benar-benar merasakan sensasi terpesona melihat pemuda tampan, yang sebelumnya tidak pernah ia rasakan. Danu benar-benar laki-laki idaman menurut Lia, sudah tampan, gagah, dan yang terpenting dia bukan anak yang mengelak ketika disuruh orang tua.


Semenjak saat itu, Lia sering diam-diam memperhatikan Danu. Melihat diam-diam dari atas balkon ketika Danu akan berangkat kuliah, ketika Danu sedang duduk santai sambil meminum kopi di teras pagi-pagi, dan kegiatan Danu lainnya yang masih bisa ditangkap mata Lia.


Meskipun dia tidak mengenal dekat Danu, tapi semua kebiasaan Danu hampir semua dia tahu. Selain informasi itu dia peroleh dari hasil mata-mata, beberapa informasi lainnya dia dengar dari Tante Alexa, mamanya Danu. Lia mangenal baik mamanya Danu, mereka sering mengobrol. Jangan ditanya, Lia bahkan sering main ke rumah Danu, tapi dengan catatan Danu sedang tidak ada di rumah. Lia menjadi tetangga yang baik untuk Tante Alexa dan Om Anjas, tapi tidak untuk anak mereka. Dengan Danu, Lia adalah tetangga yang cuek dan tidak mudah bertegur sapa. Apa lagi alasannya, karena Lia malu dan mati kutu setiap kali bertemu Danu.

__ADS_1


Waktu berjalan, ketika kuliah Lia mulai memasuki semester empat, Lia semakin sering menemui Tante Alexa di rumahnya, karena Danu sudah wisuda dan kemudian bekerja di perusahaan milik Om Anjas, papanya Danu. Tentu saja, pulang kuliah dia gunakan untuk mengunjungi rumah laki-laki idamannya meskipun tidak akan bertemu laki-laki itu.


Tapi sekarang, rasa kagum, rasa suka, bahkan rasa cinta yang dia punya sepertinya harus segera dimusnahkan. Mengingat, Danu adalah kekasih Niken. Dia tidak akan menghianati persahabatan mereka dengan menyukai pacar sahabatnya, dan lagi, Niken adalah gadis yang sangat cantik dan anak orang kaya kaya, sepadan dengan Danu yang tampan dan kaya raya. Lia akan seonggok daging jika dibandingkan dengan mereka. Baiklah Lia, semangat, kamu pasti bisa melupakan pria idaman sekaligus cinta pertamamu.


__ADS_2