Danu

Danu
Dua Belas


__ADS_3

Pernikahan Selly, kakaknya Danu.


________________________


Lia sudah tampil cantik dengan baju seragam yang diberikan oleh Tante Alexa. Sebuah dress dengan sedikit sentuhan kebaya berwarna gold. Tapi dia tidak punya keberanian bergabung dengan keluarga Danu atau tamu-tamu yang lain, tidak ada satupun tamu yang dia kenal, itulah sebabnya dia memilih duduk di dalam rumah Tante Alexa bersama para petugas makanan dan beberapa tamu yang memilih duduk di dalam rumah.


Dari pintu rumah ini yang menghubungkan halaman rumah Tante Alexa, Lia melihat jelas Selly dan Roy suaminya menemui para tamu-tamu. Mereka sudah melangsungkan akad nikah pagi tadi, malam ini adalah pesta pernikahan mereka. Konsep outdoor yang menarik. Pasangan pengantin tidak duduk diam di pelaminan menyalami para tamu, tapi mereka berjalan kesana kemari menemui para tamu.


Mata Lia beralih pada laki-laki yang memakai baju yang semotif dengannya. Danu terlihat semakin mempesona dengan kemeja batik warna gold. Ah, laki-laki itu memang selalu tampil mempesona bukan? Tapi..


Senyum di wajah Lia memudar setelah menyadari siapa perempuan yang ada di samping Danu. Angel, perempuan itu juga memakai gaun berwarna gold. Tidak sama persis memang, tapi warnanya sama dengan baju yang dikenakan keluarga Danu. Entah perempuan itu yang sengaja menyamai warna atau keluarga Danu yang menyuruhnya, Lia tidak tahu. Yang pasti, Danu dan Angel terlihat serasi malam ini.


Lalu apa artinya dia malam ini kalau hanya duduk sembunyi. Percuma baju seragam yang dia pakai, tidak akan ada orang yang melihatnya.


" Lia. " Panggilan dan tepukan di pundaknya membuat Lia menoleh.


" Niken?? " Wajah Lia berubah sumringah setelah tahu kalau yang memanggilnya adalah Niken.


" Kenapa cuma di sini. " Tanya Niken.

__ADS_1


Lia mendengus. " Lalu aku mau kemana. Tidak ada yang aku kenal di sini. " Jawab Lia malas.


" Dan kanu, kenapa tidak bilang kalau akan datang. Aku kan bisa menunggumu dulu tadi. " Kesal Lia seraya menepuk pelan lengan sahabatnya.


Niken tertawa kecil. " Aku menggantikan orang tuaku yang tidak bisa datang. Eh tunggu, wah... Kamu memakai seragam yang sama dengan keluarga Danu. " Niken menatap kagum baju yang dipakai Lia. " Ayo cepat keluar, aku benar-benar tidak tahan melihat nenek sihir itu membanggakan dirinya memakai baju sewarna dengan keluarga Danu. Biar dia tahu, kalau sahabatku ini mengalahkan dia karena memakai seragam yang sama persis. " Lanjut Niken seraya menarik tangan sahabatnya itu agar keluar menuju ke halaman.


Lia menurut saja tangannya ditarik oleh Niken. Mereka melewati orang-orang yang ada di sana. Benarkan? Setiap orang yang mereka lewati pasti akan menatap Lia, apalagi? Pasti karena Lia memakai seragam yang sama dengan keluarga Danu.


" Hai Mantan. " Sapa Niken setelah dia dan Lia sampai di hadapan laki-laki itu.


Danu menoleh, " Lia? " Ucapnya menatap Lia tidak percaya. Dia kira, Lia tidak akan datang karena masih marah dengannya.


" Danu? Ayo kita sapa rekan-rekan bisnis kita. Kita bisa sekalian membahas pekerjaan. Itu lebih penting dari pada mengobrol dengan orang tidak paham bisnis. " Ucap Angel hendak membalas ucapan Niken.


" Kau... " Kesal Niken sambil menatap tajam Angel.


" Niken, ayo. Kita pergi ambil makan saja. " Lia berbisik di telinga Niken sambil menarik-narik tangan gadis itu. Meskipun berbisik tapi suara Lia masih bisa didengar oleh Danu. "


" Is kau ini. Kenapa di pikiranmu hanya ada makanan si. " Niken membalas bisikan Lia. Sahabatnya itu membuatnya kesal saja.

__ADS_1


" Kalau tidak makan aku bisa mati. " Danu menahan senyumnya mendengar bisikan Lia.


" Sebentar lagi. " Ucap Niken.


Angel menatap jengah dua perempuan yang saling berbisik itu.


" Sekarang Niken? Aku benar-benar lapar. Aku belum makan apapun dari siang. " Bisikan Lia kepada Niken kali ini membuat Danu menatap tajam Lia. Tangannya spontan meraih pergelangan tangan gadis itu.


" Eh Danu. Kau mau membawaku kemana? " Ucap Lia karena Danu menarik tangannya begitu saja. Panggilan Angel sama sekali tidak dipedulikan laki-laki itu.


Sedangkan Niken, gadis itu tertawa penuh kemenangan. " Uh manisnya.. Mereka benar-benar pasangan yang serasi. " Ucap Niken sambil tersenyum meledek Angel.


" Sama sekali tidak. " Ucap Angel kesal lalu berlalu dari samping Niken.


Niken semakin melebarkan senyumnya melihat kekesalan Angel. Selain dia bisa membuat musuh bebuyutannya kesal, Niken juga senang akhirnya sahabat baiknya menemukan cinta yang menurut Niken sangatlag tepat.


" Semoga kamu menemukan kebahagian bersama Danu, Lia. " Gumam gadis cantik itu dalam hati.


______________

__ADS_1


__ADS_2