Danu

Danu
Empat Belas


__ADS_3

" Kenapa mengajakku keluar. " Kesal Lia karena Danu membawanya ke halaman dimana banyak tamu-tamu di sana.


" Kenapa. Kau mau berdua saja denganku di kamar? " Danu menaik turunkan sebelah alisnya bermaksud menggoda gadis itu.


" Bu.. Bukan seperti itu. Aku tidak nyaman berada diperhatikan banyak orang. "


Danu melihat sekeliling, ternyata kekasihnya itu tengah diperhatikan banyak orang. Mungkin karena Lia memakai seragam yang sama dengannya, jadi para tamu penasaran apa hubungan Lia dengan keluarganya.


" Tidak apa-apa. Mereka hanya terpesona dengan kecantikanmu. " Ucap Danu setelah memeluk pinggang gadis itu dengan sebelah tangannya.


" Perhatian-perhatian semuanya.. " Lia, Danu, dan seluruh tamu yang hadir terfokus pada wanita yang berdiri di atas panggung sembari memegang mikrofon.


" Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada kalian semua karena sudah hadir dalam perayaan pesta pernikahan saya dengan Mas Roy. " Ucap perempuan bernama Selly itu. Tangannya digenggam hangat oleh laki-laki di sampingnya, yang tak lain adalah Roy suaminya.


" Terima kasih kepada Mama Papa, yang sudah merestui dan memberikan yang terbaik untuk pernikahan kami. Juga kepada Ayah dan Ibu mertua yang turut andil dalam pernikahan ini. Terima kasih sudah mengizinkan putra menjadi iman dunia akhiratku. Terakhir, yang paling penting, untuk adikku satu-satunya. Danu Perkasa, dia yang paling berjasa dalam hubungan kami. Kakak sangat menyayangimu Danu. Kakak mendoakan yang terbaik untukmu, semoga kamu dan gadis yang ada di sampingmu segera menyusul kakak. " Ucap Selly disertai kekehan ringan di akhir katanya.


Tentu saja, semua tamu yang hadir kompak menolehkan kepalanya ke arah Danu, terutama gadis yang ada di samping Danu. Jadi gadis yang memakai seragam keluarga itu adalah calonnya Danu. Awalnya mereka mengira perempuan bernama Angel yang akan menempati posisi itu, karena baju yang dipakai Angel sewarna dengan seragam Danu dan keluarga. Ternyata ada perempuan lain yang justru memakai baju sama persis.


" Wah selamat ya Tuan Danu. Anda akan menyusul kakak anda. " Ucap salah seorang tamu yang berdiri tidak jauh dari posisi Danu.


" Terima kasih Pak Johan. " Danu menyambut uluran tangan rekan bisnisnya itu.

__ADS_1


" Selamat Nona. Kalian adalah pasangan yang serasi. " Lia mengangguk sopan kepada Johan. Meskipun sekarang dia malu menjadi pusat perhatian, tapi rasa haru dan bahagianya mengalahkan rasa malu itu.


" Wahhh Lia Lia.. Selamat ya.. " Seorang gadis berlari menghampiri Lia dan memeluk erat sahabatnya itu.


" Aku tidak menyangka keluarga mantan ternyata sangat menyukaimu. " Ucap Niken setelah melepas pelukannya kepada Lia.


Danu hanya diam saja melihat interaksi dua gadis di hadapannya. Tidak ada canggung sama sekali dengan Niken, karena Danu cukup lama mengenal Niken sebagai teman. Pacaran dengan gadis itu hanya kegilaan yang diciptakan gadis itu agar memanas-manasi Angel. Bahkan ketika Danu tahu Niken punya pacar lain, laki-laki itu sama sekali tidak marah.


" Kau punya pacar lain kan? Sekarang sudahi pura-puranya. Aku tidak mau dicap sadboy karena orang-orang tahu aku diselingkuhi olehmu. Kau urus sendiri urusanmu dengan Angel, aku sudah ada gadis lain yang aku sukai. "


Seperti itulah kalimat yang diucapkan Danu ketika mereka mengakhiri hubungan aneh itu.


" Tidak perlu kau suruh aku juga akan melakukannya. " Balas Danu lalu menarik pelan tangan Lia agar gadis itu berdiri di dekatnya.


" Ck posesif sekali. " Ledek Niken melihat sikap Danu kepada Lia.


" Kau siap-siap saja. Sebentar lagi sahabatmu yang cantik ini akan menjadi seorang istri . " Ucap Danu seraya melingkarkan tangannya di pinggang Lia.


Niken terkekeh kecil. " Iya iya. Percaya. "


Bagaimana dengan Angel? Tentu saja perempuan itu duduk sendirian di ujung halaman. Memperhatikan dengan kesal interaksi antara Danu, Lia, dan Niken.

__ADS_1


" Adelia? Aku sudah mendapat restu orang yang paling dekat dengan saat ini. Lalu, aku harus meminta restu siapa lagi? Apa kau punya saudara? " Tanya Danu dengan suara pelan.


Lia menggeleng. " Tidak ada. Setelah orang tuaku pergi, aku hanya punya Niken dan orang tua Niken. Mereka sudah seperti keluargaku. " Jawab Lia. Niken tersenyum mendengar ucapan Lia.


" Kalau kau mau menikahi Lia, maka kau harus meminta restu orang tuanya yang masih ada di dunia. Yaitu orang tuaku. " Ucap Niken tulus.


Lia memandang sahabatnya itu haru, baik Niken maupun orang tuanya sangat peduli pada Lia.


" Baiklah. Apapun untuk Adelia. " Ungkap Danu melirik gadis di sampingnya dengan senyuman. Lia membalas senyuman itu dengan senyum yang tak kalah manis.


Kepalanya disandarkan di lengan bagian atas Danu sambil tangannya melingkar di siku laki-laki itu. " Aku tidak salah mencintaimu sejak dulu. " Ungkap Lia pelan.


Danu sempat terkejut mendengar kejujuran Lia. Tapi sedetik kemudian dia tersenyum dan mengelus tangan gadis itu dengan lembut.


* TAMAT *


__________________


Cerita tamat ya teman-teman. Mungkin akan ada kelanjutan atau edisi kedua setelah Lia dan Danu menikah.


Tunggu yaaaaa......

__ADS_1


__ADS_2