
Disebuah rumah sederhana berlantai beton,dengan cat dinding rumah yang sudah memudar,
Darsy hidup bersama kedua orang tuanya yang sudah tua dan tak sanggup lagi jika harus bekerja berat.
Ibunya dulu penjual karpet keliling kampung dan Ayahnya seorang petani.
tapi kini orang tua Darsy sudah tidak kuat lagi melakoni pekerjaan tersebut.
Karna ibu Darsy pernah dibawa kerumah sakit dan mengalami sakit magh akut .
Sedangkan Ayahnya juga sudah renta,hanya bisa bertani sedikit sedikit.
karna tulang ekornya pernah cedera parah saat jatuh dari tangga.
Darsi anak tunggal dari pasangan Pak Saipul Junir dan Ibu Saripah Amin.walaupun hidup sederhana tapi Darsy tak pantang menyerah.
Darsy bertekad akan membahagiakan orang tuanya.
Saat ini Darsy duduk dikelas 3 SMA,dan baru saja akan menerima surat kelulusan, Acara perpisahan pun sedang dimulai.
Darsy mengenakan kebaya Ibunya yg dulu, karna tidak mampu membeli atau menyewa kebaya dan berdandan cantik seperti teman temannya yg lain.
Darsy hanya memoles wajahnya dengan make up seadanya.
Darsy juga bukan anak yg terlalu pintar.tapi Darsy tak pantang menyerah untuk selalu belajar membanggakan orang tuanya.
Kadang Darsy merasa minder dengan penampilan teman temannya yang modis,sedangkan dia hanya bisa mengenakan kebaya orang tuanya yg berwarna ungu dan kebesaran dibadannya,
Walaupun hampir semalamam Darsy mencoba menjahitnya agar terlihat pas dibadannya.
Darsy tidak mau membebankan orangtuanya dengan meninggikan gengsi.
Bisa mengenyam pendidikan dan hidup layak saja membuat gadis itu sangat bersyukur.
Acara perpisahan pun sudah dimulai dan pembawa acara sudah menyuruh orang tua murid untuk masuk kedalam aula.
semua sudah berkumpul bersama Ibu Bapaknya masing masing,Darsy duduk bersebelahan dengan Ibunya yg hanya memakai gamis lebaran tahun lalu.
Ibu Saripah tersenyum diwajah rentanya yg penuh dengan kehangatan. Darsy menggenggam tangan Bu Saripah dan membalas senyum wanita yang melahirkannya itu.
Pembawa acara memanggil semua murid untuk maju dan menyembahkan nyanyian terima kasih kepada orang tua mereka.
tak sedikit orang tua murid menangis , melihat penampilan anak mereka diatas panggung.
Terlihat Ibu Saripah mengusap air matanya karena terharu.
Acara terus berlanjut sampai pengambilan surat pernyataan LULUS/TIDAK LULUS.
Dan semua murid berteriak kegirangan dan memeluk orang tua mereka, karena semua murid dinyatakan lulus.
Setelah semua acara selesai,
__ADS_1
Ibu Darsy pamit pulang duluan karena ingin membantu Bapaknya, yang sedang bertani di ladang.
" Ibu pulang dulu ya Nak,kamu bergabung lah dengan teman teman mu yg lain." Kata Bu Saripah mengelus kepala anak tunggalnya.
" Iya Bu,Ibu hati hati ya pulangnya.mungkin Darsy pulangnya sorean " Jawab Darsy mencium tangan Ibu nya.
Bu Saripah tersenyum dan meninggalkan Darsy yg masih melihat kepergian Ibunya.
" Darsyyyyyyyyyyyyy.......... " Teriak Cici berlari menuju Darsy yg sibuk berjalan melewati jalan sepi.
" Kenapa lari lari sih ! " Kata Darsy
" Kemana aja sih,dari tadi dicariin sama temen yang lain buat foto bareng " Kata Cici dengan wajah kesalnya.
" Males " Jawab Darsy cuek.
" Ih kok gitu sih,padahal ada Jono loh tadi " kata Cici sambil menaik turunkan alisnya.
" Jono jono,nama nya Jonathan Cici,suka banget sih ganti ganti nama orang."
Jonathan adalah pria yg disukai Darsy,tapi Darsy tak berani mengungkapkan karna malu.
Darsy berjalan menuju kantin yg sepi.
" Aku haus mau beli minum dulu " Kata Darsy yg meninggalkan Cici yg masih kesal.
Mereka berdua pun kembali ke aula, karena Cici terus memaksanya.mau tak mau Darsy pun mengikuti langkah Cici dan menemui teman teman nya yang sedang berfoto ria.
" Eh lu apaan sih Nic,kita kan baru sampai " Sewot Cici tidak terima.
'' Aku kan minta tlongnya sama Darsy,bukan sama kamu .!! kenapa kamu yg sewot sih. " Jawab Monic dengan wajah judesnya.
" Udah ngak papa Ci,sini Hp nya biar aku fotoin " Darsy berjalan mengambil Hp dengan kamera 3 biji itu yg telah disodorkan Monic.
" Pegangnya hati hati ya,ntar jatoh pecah lagi,
Kamu pasti ngak mampu gantiinnya " Cemooh Monic melihat Darsy yg masih diam.
Monic dan The geng nya pun tertawa terbahak,sedangkan Cici mengepalkan tangannya melihat kelakuan Monic yg makin menjadi menghina temannya.
Cekrek Cekrek Cekrek.
Darsy memfotret Monic dan the geng nya dengan lihay.setelah selesai Darsy segera mengembalikan Hp Monic tanpa ada kata sepatah pun.
Cici langsung menarik tangan Darsy agar menjauh dari kerumunan orang orang,
" Kamu apaan sih Sy,,,!! Monic cuma ngerjain kamu tau,kamu mau maunya di goblokin gitu.
kalo ngak ada orang udah aku jambak dia tadi " Cerocos Cici meluapkan kekesalannya.
" Aku juga tau kali,tapi aku lagi males ngeladenin nya.
__ADS_1
ini juga kan hari perpisahan kita,jadi biarin aja dia mau ngapain. " Jawab Darsy santai.
" Hayuk kita foto2,tapi pake hp kamu ya hehe " Merangkul Cici dan tersenyum bahagia.
" Iyaaaa " Cici mengeluarkan Hp nya dan mereka ber2 berfoto ria.
Tiba juga akhirnya murid murid mulai berbubaran pulang kerumah,ada juga yg mengikuti konpoi jalan2.
Darsy memilih pulang krumahnya yg diantar oleh sahabatnya Cici.
" Makasih ya Ci,mau masuk dulu ngak ? " Tanya Darsy tersenyum kepada Cici yg masih diatas mtor.
" Ngak deh,soalnya mama aku juga udah nelfon nyuruh pulang " Memperlihatkan layar hpnya yg bertulis Bos besar.
" Ya udah kamu hati hati ya,kalo ada pak polisi dijalan bilang salam dari aku " Kelakar Darsy
" Pasti aku duluan lah yg ngepek pak pol nya hahaha "
" Ish Dasar " Darsy melambaikan tangan kepada sahabatnya tersebut.
Cici langsung melayu keluar dari gang rumah Darsy.
" Assalamualaikum..... " Salam Darsy memasuki rumahnya.
" Ibu sama bapak pasti ke ladang " Gumam Darsy melihat jam yg melingkar di dinding rumahnya.
Jam masih menunjukkan pukul 3 sore,biasanya orang tua Darsy masih di ladang dan akan pulang menjelang magrib.
Darsy menuju kamar nya,mandi dan setelah mulai membaringkan dirinya di ranjang kecil yg berada dipojokan kamar, untuk menghilangkan lelah beraktifitas seharian .
Tak butuh waktu lama Darsy pum terlelap dengan nyenyak.
**
Dibelahan dunia lain,perputaran waktu yg tidak sama yaitu beda di sebuah Club malam ternama.
Seorang pria masih menikmati hinggar malam dengan para wanita penghibur,dan teman teman disampingnya.
Meneguk wine untuk menghilangkan beban pikiran dari pekerjaan nya yg menumpuk.
Banyak masalah yg terjadi akhir akhir ini,membuat kepalanya sakit mencari jalan keluar hingga membuatnya harus lembur smpai jam 1 malam,dan berakhir di club malam.
Para wanita penghibur dengan senang hati melayani pria tampan nan kaya raya tersebut, dia adalah Darwin Alexander Gilbert,seorang CEO perusahaan GB Mobil,perusahaan yg bergerak di bidang Otomotif.
Siapa yg tidak mengenalnya,Pria dewasa yg memiliki pesona diatas rata rata, dengan mata biru elangnya seolah menghunus mata orang lain yg melihatnya,kulitnya yg putih,hidung yg mancung,rambut tebal hitam kecoklatan,serta badan yg tinggi dan tegap.
Dan juga yg paling digilai para wanita yaitu kekayaannya yg tak habis dimakan usia.
Darwin anak sulung dari pengusaha kaya raya yaitu Denish Gilbert dan Diana Gilbert.
Darwin memiliki adik angkat bernama Stefani Gilbert berumur 8 tahun.
__ADS_1