
Sudah sesore ini Darwin belum juga kembali ke kantor.
Darsy sudah kelelahan dengan mengetik seharian,hingga akhirnya tertidur di sofa dengan leptop yg masih menyala di meja.
Hari sudah menunjukkan pukul 5 sore,Darwin baru kembali ke ruangannya.
Ceklek..
Hening,seperti tidak ada orang.Darwin melangkah masuk ke dalam dan melihat sekeliling.Darwin melihat sosok gadis yg selalu membuat dia geleng geleng kepala hari ini,tapi tak dipungkiri Darwin selalu menampilkan senyuman yg jarang terlihat oleh orang.bahkan dirinya sendiri,selama ini hidupnya selalu datar hanya saat bersama adik kecilnya saja darwin sering mengexpresikan dirinya yg sesungguhnya.
Bahkan dengan Sandra yg berpacaran lama dengannya pun jarang darwin menampilkan wajah cerianya.tapi walaupun terlihat dingin banyak wanita yg bersedia menjadi wanita lelaki arogan itu.
Darwin mendekati Darsy yg meringkuk seperti bayi di sofa panjang itu,wajahnya sangat menggemaskan.
Darwin tersenyum lagi dan menggeleng kepalanya teringat aksi konyol gadis itu.
" Hei bangun "...
" Bangun,mau pulang ngak ? " Bangun darwin menepuk lengan Darsy.
Darsy masih diam,tak bergeming sedikitpun,sepertinya benar benar kelelahan.
" Ck ni bocah,tidur kaya kebo " Cibir Darwin melangkah meninggalkan Darsy menuju meja kerjanya.
Setelah 15 menit menunggu dengan Darwin mengalihkan kegiatannya dengan melanjutkan pekerjaan sambil menunggu Darsy bangun.
Darsy menggeliat pelan,dan membuka matanya.
Darsy bangun dan merentangkan tangannya ke atas merenggangkan otot ototnya,serta menguap lebar.
" Sudah bangun tuan putri ?? "Cemooh Darwin melepaskan kaca mata kerjanya.
" Hah kapan Bapak kembali ??? Tanya Darsy terkejut.
" Sudah hampir lumutan saya nungguin kamu bangun " Ketus Darwin.
" Hehe,,,maaf pak ketiduran " Kata Darsy cengengesan.
" Ayo pulang,sudah hampir malam " Kata darwin melihat jam mewah di tangannya.
" Oke,Cus " Semangat Darsy mengambil Rantang makan siang.
Mereka pulang ke apartemen.
" Masak sekarang saya sudah lapar " Titah Darwin saat memasuki apartemen.
" Hah,tapi pak saya Le..."
" Oh,kamu berani menentang saya ? saya potong gaji kamu !!! " Potong Darwin meninggalkan Darsy yg masih mematung di depan pintu.
Darsy mengkrucutkan bibirnya kesal.
" Dasar gila,ngak kasian apa dia lihat aku udah kerja keras seharian,hati nya dimna sih,dijual apa di pasar senen,apa waktu pembagian hati saat dia lahir,dia ngak kebagian.jadi manusia kejam amat " Ketus Darsy yg sudah kesal luar biasa sambil menghentak hentakkan kakinya.
Darsy pun dengan kemarahan yg meledak ledak,sambil menyiapkan bahan di dapur,dan memulai masak.
Malam ini Darsy hanya akan memasak nasi goreng dan telur dadar,sungguh tenaga nya hampir habis bekerja tak henti hentinya.
" Katanya Orang kaya tapi pelit banget buat beli makanan diluar.heh menyebalkan. " gerutu Darsy yg masih kesal ditambah lelah dan mengantuk.
Setelah semua selesai Darsy pun ingin mandi dikamar tamu.
__ADS_1
Karna kelelahan Darsy pun tertidur dikamar itu.
Darwin yg telah selesai mandi,langsung menuju dapur untuk makan malam.
Sepi saat kakinya memasuki area dapur,Darwin celengak celenguk mencari Darsy tapi tetap tak muncul batang hidungnya.
" Kemana bocah itu ? " Gumam Darwin.
Tapi darwin tak menghiraukan nya dan melanjutkan acara makannya yg sempat tertunda karna mencari Darsy.
Darwin sengaja tidak mau makan malam direstoran yg biasa,karna lidahnya seperti kecanduan dengan masakan Darsy,walaupun sangat sederhana tapi darwin menyukainya.
Darwin tau Darsy pasti akan menghujatnya habis habisan saat tadi menyuruhnya masak,tapi Darwin tak menghiraukan hujatan gadis itu.
Setelah selesai makan,Darwin kembali ke kamar tapi langkah nya berhenti saat pintu kamar tamu sedikit terbuka,darwin pun melangkah melihat kedalam,dan dirinya membuka pintu,terlihat Darsy yg sudah tertidur pulas dengan memeluk guling dan hijab yg masih melekat dikepalanya.
Darwin tau darsy pasti sangat lelah seharian ini dan mengakui pekerjaan darsy tidak bisa diremehkan.
dia benar benar menuruti semua perintahnya.
Darwin menutup pintu kamar dari luar dengan pelan pelan,takut membangunkan Darsy.
Dirinya pun langsung ke kamar dan beristirahat banyak kejadian yg sedikit membuat nya lelah.tapi semuanya juga terbayar dengan kekonyolan Darsy yg membuatnya semangat.
Darsy terbangun saat sinar matahari memasuki jendela kamar,saat matanya terbuka darsy menatap langit kamar dan menelisik seisi ruangan yg tampak beda dengan kamarnya yg kecil.
" Astga aku ketiduran disini " Gumam Darsy panik.
" Aduh pasti ibu sama bapak nyariin tadi malam."
Darsy pun langsung merogoh hp di dalam tas selempang nya,dan benar banyak panggilan telepon dari rumahnya.
Darsy pun menelpon balik ibunya.
"........"
" Semalam darsy ketiduran bu di tempat bos,tapi ini mau pulang kok. "
"........"
" Iya,darsy mau pamit pulang dulu sama bos "...
"........"
" Iya waalaikumsalam."
Darsy pun mengakhiri panggilan,stelah mengabarkan kepada orang dirumahnya.
Darsy langsung bergegas pulang saat sudah mendapatkan izin dari Darwin,dan akan balik lagi jam 5 sore.
Sudah hampir 3 bulan Darsy bekerja untuk Darwin,setiap hari bekerja menjadi pembantu dirumahnya dan kadang menjadi asisten di kantornya.
Awalnya darsy sangat tersiksa dengan pekerjaan yg menurutnya sangat tidak manusiawi,tapi kini darsy sudah terbiasa dengan kegiatan tersebut,toh di gaji juga dengan gaji yg besar.
sehingga bapak dan ibunya tak perlu lagi untuk takut2 mengeluarkan uang membeli pupuk,dan menambah jenis tanaman yg lain.
Kini ibu dan bapaknya bisa berjualan hasil kebunnya yg beraneka ragam.Darsy sangat bersyukur.
Tabungannya untuk liburan tahun ini pun akan terwujud.
Drt drt....Hp Darsy bergetar dan itu Cici sahabatnya.
__ADS_1
Darsy yg sedang mencuci baju Darwin pun berhenti sebentar,dan mengangkat telpon.
" Jadi kapan Dar kamu liburnya ? " Tanya Cici diseberang
" Aku minta ijin dulu sama bos aku,soalnya dia orangnya rada galak "
" Oke,kalo bisa minggu depan ya,tiketnya lagi murah dan kita juga bisa bebas bepergian tanpa harus desakkan "
" Oke nanti aku kabari lagi ya "
panggilan pun terputus,Darsy sedikit gugup untuk minta jatah libur.
Memang selama bekerja Darsy jarang meminta jatah libur,karna dia memang sudah merencanakan untuk meminta cuti nanti selama 1 minggu.
itu pun jika di izinkan,tapi jika tidak pun darsy akan memelas untuk diberikan izin.
Pada malam hari nya Darwin menemui Darsy yg asik sendiran di tepi kolam renang.
" Buatkan saya kopi hitam,nanti antar ke ruangan kerja saya " Kata Darwin tiba tiba.
Darsy yg sedang duduk di samping kolam renang pun dibuat terkejut,
" Eh iya pak " Sahut Darsy bangkit dari duduknya.
Darsy bergegas membuat kopi untuk darwin,dan ini saatnya dia meminta libur,pkir darsy dengan senyum mengembang.
" Ini pak kopinya "
" Hmmm....
Darwin sibuk dengan leptop di mejanya dan Darsy masih diam di depan Darwin sambil memainkan tangannya.
" Ada apa ?? Tanya darwin mengernyit melihat Darsy yg masih betah didepannya.
" Anu pak saya em anu " Darsy bingung mau mulai bicara dari mana.
" Anu apa ??? "
" Saya mau minta libur pak selama seminggu,minggu depan hehe " Kata darsy dalam 1 tarikan nafas dan cengiran di akhir kata.
" Libur ??? " Ulang darwin.
" Memang kamu mau kemana selama 1 minggu ???
" Emm itu pak ee mau liburan,udah lama sih sbenar nya mau liburan tapi belum ada waktu yg pas,dan tabungan saya em baru bisanya sekarang " Melas Darsy dengan tatapan penuh dramatis.
" Liburan kemana ? " Tanya darwin belum puas.
" Rencananya mau ke kota X hehe " cengir Darsy mengusap hijabnya.
" Oh "
" Jadi gmna Pak ??? Tnya Darsy tak sabaran.
" Nanti saya pikirkan lagi "
" Yaahhh,penonton kecewa " Kata Darsy lesu.
" Pesankan makanan,nanti saya yg bayar " Titah Darwin.
" Iya pak,permisi " Jawab Darsy tidak semangat.
__ADS_1
Darsy pun keluar ruangan itu dengan wajah ditekuk.
" Nanya nanya eh hasilnya ngak jelas " Gerutu Darsy sambil memesan makanan lewat aplikasi yg ada di hpnya.