
Hingga malam tiba,Darsy masih berkutat dengan pekerjaanya.mereka sama sama sibuk hingga tak saling memperhatikan.untung lah Darwin selalu menyiapkan cemilan untuk Darsy,sebab Darwin tau Darsy banyak makan tapi badannya tetap saja kurus.
Hampir jam 9 malam akhirnya pekerjaan hari ini selesai,Darwin mengahampiri Darsy yg sudah terlihat mengantuk tapi tangannya masih mengetik sesuatu di laptop miliknya.
" Ayo kita pulang " Ajak Darwin.
Darsy mendongak keatas melihat Darwin dengan sendu,dirinya sudah sangat mengantuk.
" Hoaaaaaam ayoo Pak,saya mau tidur " Jawab Darsy malas sambil mengucek kelopak matanya.
" Kita makan malam dulu diluar,baru pulang "
" Baiklah,terserah...
Mereka pun pergi ke sebuah Restoran Jepang.
saat makanan nya tiba Darsy membuka matanya.sejak tadi dirinya sudah menunduk menahan kantuk,untung lah Darwin tak marah dan membiarkan Darsy dengan segala tingkah konyolnya.
" Makanlah dulu,nanti lanjutkan lagi tidurnya " Titah Darwin.
" Hmm...
" Ini ngak dimasak dulu ?? Tnya Darsy.
Darsy sedikit bergidik ngeri melihat Darwin yg makan udang dan ikan mentah secara langsung, walaupun sudah dikupas dan di bersihkan tetap saja membuatnya sedikit mual.
" Langsung dimakan tak perlu di masak "
Darsy hanya ber Oh ria,meski Darsy terkesan katrok Darwin tak pernah mempermasalahkannya.baginya Darsy selalu bersikap apa adanya.
jika tak tau dia akan bertanya,dan jika tak suka dia akan mengatakan yg sesungguhnya.
" Saya makan ini aja pak " Tunjuk Darsy ke arah sushi.
" Hmm makanlah yg banyak " Titah Darwin.
Darsy berusaha mengambilnya dengan sumpit,tapi apa daya dirinya belum bisa,hingga sering kali meleset.Darwin yg fokus makan pun menjadi terganggu.
" Kali ini pasti bisa " Semangat Darsy yg ke dua kalinya.
Dan lagi" Sushinya tak sampai kemulut,alhasil Darsy jadi geram sendiri,dia mengambil sushi dengan tangan kananya,dan melahapnya cepat.
Darwin kembali tertawa..
" Hahahah kamu tidak bisa makan dengan sumpit ? " Tnya Darwin dengan tawanya.
" Iya Pak,selalu jatuh ngak bisa ngapit " Jawab Darsy kesal.
" Begini caranya " Ajar darwin mempraktekkan cara memegang sumpit dan mengambil makanannya.
" Buka mulut " Titah Darwin.
Darsy seperti sapi congek pun menurut saja dan membuka lebar mulutnya.
Hap satu salmon mentah dengan saus ala jepang masuk ke mulutnya dan langsung di kunyah Darsy.
" Ini apa ??? Tnya Darsy bingung merasakan makanan dimulutnya.
" Salmon mentah " jawab Darwin singkat.
" Enak ya Hahaha " Darsy tertawa juga padahal tadi dirinya bergidik ngeri melihat Darwin,sekarang malah dia jadi doyan makan itu.
Darwin ikut tertawa dan mereka makan dengan tenang.
Hingga jam 11 malam mereka baru smpai rumah dan beristirahat.
***
Sudah 1 minggu Darsy menemani Darwin di negara Paman Sam itu.
Dirinya tak pernah bertemu dengan adik kecil Darwin,karna Darsy ikut Darwin bekerja dari pagi hingga tengah malam.
Saat ini disana sedang turun salju dan Darsy juga diberikan libur oleh Darwin untuk menikmati salju.
Darsy melihat banyak sekali dekoran pohon natal dan hadiah hadiah kecil dibawahnya,rumah besar itu pun dihias dengan cahaya lampu kerlap kerlip.
__ADS_1
Terlihat seorang gadis kecil memakai bando ala natal sedang berlarian dengan tongkat putih.
Hingga gadis itu mendongak ke atas dan melihat darsy sedang ternyum kepadanya.gadis itu pun membalas senyum darsy dan berlari menaiki tangga menuju ke arahnya.
" Haaayyyyy " Sapa Darsy.
" Hay..." Sapa gadis itu ragu ragu.
" What your name ? " Tnya Darsy.
" Iam Stefani, and you ???
" Darsy " Jwab Darsy mencubit pipinya pelan.
" Why you in the here ? Tanya gadis itu.
" Iam..."
" Stefani...come here " Panggil ibunya Darwin.
Stefani pun berlari menghampiri ibunya dan melambaikan tangannya kearah Darsy,Darsy tersenyum hangat dan membalas lambaian tangan gadis itu.
Ibu Darwin menatap Darsy tajàm seolah,memberi peringatan.
***
Sore harinya Darwin menganjak Darsy untuk menikmati Salju di luar rumah.
Mereka pergi ke Mall terbesar disana dan membeli baju hangat,sepatu dan keperluan Darsy lainnya.
Ntah lah Darwin akhir akhir ini merasa selalu ingin dekat dengan Darsy,dia sangat menikmati waktunya bersama Darsy,yg Darwin tau dia nyaman di dekat gadis polos itu.
Mereka turun di depan Mall besar itu,Darwin menggandeng tangan Darsy untuk masuk ke dalam.
Deg....
Jantung Darsy berdetak kencang merasakan tangan hangat itu menggenggang jemarinya.
" Ada apa " Tnya Darwin bingung melihat Darsy berhenti berjalan.
" Kamu mau hilang disini ?? Tnya Darwin tajam.
" Eh,ngak Pak " jwab Darsy menggelengkan kepalanya.
Darwin pun semakin memegang erat tangan Darsy dan melangkah bersamaan,Jantung Darsy seperti meloncat loncat, tapi akhirnya dirinya pun mulai terbiasa,pikirnya Darwin tak ingin nanti dirinya hilang di tengah keramaian.
Mereka berkeliling dan membelanjakan banyak barang untuk Darsy.hingga sampai dirumah Darwin tak melepaskan tangannya di jemari Darsy.sampai ibunya memergoki mereka ber 2 yg berjalan beriringan.
" Ehmmmmm " Deheman ibunya keras.
Darsy sontak melepaskan tangannya cepat.
Darwin mengernyit bingung menatap gengamannya yg terlepas.
" Kenapa Mom ? Tnya Darwin datar.
" Habis dari mana kalian " Tnya ibunya
" Ke mall,membeli baju hangat untuk Darsy,kasian dia saat musim dingin tak mempunyai baju hangat " jwab Darwin santai.
Darsy hanya menundukkan kepalanya takut .
" Ya sudah,kembali kekamar masing masing " Sahut ibunya menatap Darsy tajam.
Darwin memasuki kamarnya,dia berbaring dan memejamkan mata.
Keadaan Daddy nya saat ini cukup berbahaya,jika dia tak sgera menikah bisa2 saudranya tidak akan tinggal diam.
Sedangkan untuk menikah Darwin sudah di tolak pacar nya Sandra Evire yg lebih memilih karir ketimbang dirinya.
Tiba2 terlintas bayangan tawa Darsy memenuhi memori kepalanya.
apalagi saat jalan ber2 siang tadi,rasa nyaman masih dia rasakan hingga saat ini.bukan hanya sekali sejak pertama bertemu dengan Darsy,Darwin tak pernah menggangapnya asing,apalagi mereka tinggal bersama dalam setahun ini walaupun tak tidur bareng,Darsy sangat layak menjadi calon istrinya.
Darwin harus bergerak cepat.jika tidak semua akan terlambat.
__ADS_1
Yah,Darwin telah menetapkan hatinya untuk Darsy.dia akan menentukan waktu yg pas untuk menyatakan perasaannya,Darwin tak memandang status Darsy,dia akan menerima gadis itu apa adanya .
Kebesokan harinya Darsy dan Darwin kembali ke rumah sakit menunggu Daddy Darwin bangun.
Darsy sedang menaruh bunga mawar yg dibawanya tadi dri rumah,dan menaruh ke gelas kaca yg berada diruangan itu.
" Emmmmm.... Erangan dari arah tempat tidur. terdengar ke telinga Darsy.
Darwin keluar sebentar karna ada meeting penting,dan tak bisa diwakilkan.hanya ada dirinya dan Daddy darwin di ruangan itu.
" Alhamdulillah Tuan sudah sadar " Gumam Darsy mengahampiri pria parubaya itu.
" Haus " Kata Tuan Gilbert.
" Ini Tuan,minumlah " Darsy membntu Gilbert bangun dan memberinya minum sedikit sedikit.
" Saya akan panggilkan dokter sebentar " Kata Darsy melangkah keluar.
Tuan Gilbert hanya mengangguk.
Tak lama dokter pun datang dan memeriksa keadaannya,stelah dokter mengatakan semuanya normal Darsy lngsung menelpon Darwin untuk kembali.
" Kamu siapa ?? Tnya Tuan Gilbert dengan bahasa Indonesia krna tadi dia mendengar Darsy berbicara dengan bahasa Indonesia.
" Saya Darsy Tuan,asistennya pak Darwin dsini dan pembantu diapartemennya di Indonesia " Jujur Darsy.
" Oh,jadi kamu sudah tau dengan watak anak saya " Tanya Daddy ny tersenyum.
" Ya,dikit dikit tau Tuan" Jwab Darsy canggung.
Daddy ny tersenyum hangat.
" Kamu muslim ??
" Iya Tuan " jwab Darsy mantap.
" Hmmm,Darwin tak mempunyai agama,dia Atheis,anak itu tidak mau mengikuti agama kami." Jelas Daddy nya.
" Iya Tuan saya tau " Jawab Darsy.
" Berapa umurmu Nak ? "
" Hampir 21 Tuan "
" Masih sangat muda,berbeda dengan Darwin yg sudah berkepala 3 " Cemooh Daddynya.
" Hah 30 tahun,aku sangka baru 20an.wajahnya kok baby face ya " Batin Darsy tak percaya.
" Jika kalian berjodoh,Bapak restuin kalian untuk menikah.dan buatlah anak itu bahagia,dia selalu menghabiskan waktunya untuk bekerja.hingga lupa umurnya sudah menua."
" Haha Tuan bisa saja,mana mungkin pak Darwin menyukai saya,saya hanya pembantunya. " jelas Darsy.
" Darwin tak pernah membawa wanita krumah,apalagi menemui kami keluarganya.ini yg pertama kalinya,dia pun berani melepaskan kamu menjaga saya disini seorang diri " jelas Tuan Gilbert lagi.
Wajah Darsy bersemu merah krna malu.
" Aduuh aku ngak nyangka pak Darwin sepenutup itu kepada keluarganya tetang wanita." Batin Darsy.
" Dulu ibunya sering membawa gadis2 dari kalangan atas untuk menjadikannya pacar Darwin,tapi Darwin tak pernah merespon 1 pun diantara mereka semua,
sekarang dia membawa kamu ksini artinya Darwin mempunyai rasa terhadap kamu Nak.
Saya berharap kamu tak mengecewakan anak saya.karna bebannya sudah terlalu banyak." Mohon Tuan Gilbert.
" Apa ini alasan ibunya benci lihat aku "??? Batin Darsy.
" Nak nak "??? Panggil tuan gilbert.
" Hah...eh maaf pak saya melamun heheh " Cengenges Darsy.
" Ngak papa,saya harap kamu mendengar ucapan saya tadi " Harap Gilbert.
Darsy mengangguk mengerti.Darsy pun menyuapi Daddy nya Darwin dan merawatnya dengan senang hati.
Walaupun perawat di ruang VVIP itu selalu stand by,Tapi Tuan Gilbert tidak mau dirawat oleh mereka.Katanya dia ingin calon menantunya yg membantu dirinya.Darsy hanya diam malu ,saat Tuan Gilbert mengatakan itu kepada para perawat yg datang ke ruangannya
__ADS_1