
Matahari sudah lumayan tinggi dari tempat terbitnya,
Darsy terbangun terkejut melihat jam yg sudah menunjukkan pukul stngh 9 pagi,
semalaman dirinya tak bisa tidur karna memikirkan pria yg dia temui malam tadi,dan persyaratan apa yg diminta pria tersebut agar pekerjaannya selamat.
Darsy terburu buru bangun dan melompat dari tempat tidur.
" Bruuuuukkk "....
Darsy terjatuh di ranjang,lilitan selimut di kakinya menyebabkan Darsy jatuh dan mendarat mulus di lantai dingin dikamarnya.
" Aduuuuh,gawat aku terlambat, bisa bisa aku dipecat beneran ini karna ngak nemuin tu orang " Gumam Darsy mengelus lutut nya,bangkit dan menaruh selimut itu asal ke ranjangnya.
Darsy mengambil handuk dan berjalan cepat ke arah kamar mandi.
Rumahnya sudah sepi ibu dan bapaknya pasti sudah pergi ke ladang karna harus memberi pupuk untuk bibit cabe bapaknya.
Darsy mandi secepat mungkin dan mengganti bajunya dengan pakaian sopan.
10 menit berkutat dikamar,Darsy berlari keluar dan melajukan kendaraannya ke alamat yg diberi oleh pria tersebut.
30 menit kemudian Darsy sudah sampai di sebuah Gedung bertingkat,tinggi menjulang.
Darsy terperangah melihat gedung tersebut dan mengecek sekali lagi,apakan dia salah alamat atau tidak.
Sampai seorang satpam menemuinya dan menanyakan ada keperluan apa datang ke perusahaan tersebut.
" Ada yg bisa saya bantu mbak ???? " Tanya seorang lelaki paru baya dengan pakain putih khas satpam.
" Iya pak,saya dsruh ke alamat ini kemarin malam "
Satpam melihat kartu nama yg disodorkan Darsy.
" Ada urusan apa ? Tanya satpam kepo.
" Saya cuma dsruh datang dan menemui pria itu Pak "
" Mari saya antar ke loby "
Beberapa saat kemudian mereka sampai di loby dan satpam tersebut meninggalkan Darsy dengan receptionis.
Receptionis tersebut memperhatikan penampilan Darsy yg biasa saja,tak ada barang mewah yg terletak ditubuhnya.
Receptionis cantik tersebut menelpon sekretaris pria tersebut dan langsung menyuruh Darsy naik lift lantai 20.
Setelah mengucapkan terima kasih Darsy bergegas ke lantai tersebut.
" Ting " bunyi lift terbuka.
" Waaaaaahhhhh besar banget ruangannya " Gumam Darsy takjub.
Sepi,hanya ada pintu ruangan yg tertutup,dan ruangan lainnya yg ter sekat sekat menjadi beberapa bagian.
Tak lama datang seorang wanita cantik dengan kemeja ketat,dan rok hitam pendek berjalan menghampiri Darsy yg diam ditempat.
" Yang ingin ketemu pak Darwin ya ? " Tanya wanita itu ramah.
" Iya mba,saya disuruh datang ke alamat ini dan ketemu sama nama orang yg tertera di sini " Jelas Darsy.
" Mari ikut saya ke ruangan nya "
__ADS_1
Mereka berjalan sebentar dan sampai disebuah pintu yg tertutup rapat.
Wanita itu mengetuk pintu terlebih dahulu,setelah ada jawaban dari dalam,wanita itu menyuruh Darsy untuk masuk sendiri dan langsung kembali bekerja.
Cekleek...
" Permisi " sapa Darsy.
Darsy melangkah masuk ke dalam dan mulai takjub dengan isi ruangan yg menurutnya luar biasa.
Darsy melihat seorang pria yg sedang duduk di kursi kerja nya, dengan tatapan fokus ke laptop dengan kaca mata yg bertengger di hidung pria tersebut.
" Permisi pak " Sapa Darsy.
Darwin masih sibuk mengetik tanpa memperhatikan Darsy.
Darsy gugup,takut,canggung semua rasa di rasakan.tiba2 perutnya sakit karna gugup,keringat dingin membanjiri wajahnya yg manis.
Setelah beberapa menit berlalu Darwin menghentikan ketikannya dan mendongak melihat seorang gadis yg masih berdiri mematung,melihat ke lantai dengan memainkan 2 tangannya.
Darwin mengernyit bingung siapa Gadis ini,tapi sedetik kemudian dia teringat kejadian semalam,gadis itu yg menumpahkan minuman ke bajunya.
Darwin memperhatikan penampilan gadis itu seksama.
Pakaian yg lumayan kusut karna tidak di setrika,celana kulot hitam,dan sepatu teplek,menggunakan hijab segi empat.
Wajahnya tak terlalu terlihat karna Darsy menunduk.
" Ehmmmmm...." Dehem Darwin
Darsy mendongak ke atas dan tatapan mata mereka bertemu.
Jantung Darsy berdetak kencang melihat manik biru itu melihatnya tajam.
" Ternyata kamu tidak ingkar janji juga " Kata Darwin bangkit dari duduknya.
" Duduk lah,apa kamu tidak lelah berdiri mematung seperti itu "
Darsy duduk disopa empuk itu dan masih menunduk.
" Lihat saya,kenapa kamu hoby menunduk,lawan bicara kamu ada disini bukan dilantai " Cibir Darwin.
" Judes banget ni cwok,untung ganteng " Batin Darsy.
" Jadi apa yg harus saya lakukan pak " Tanya Darsy menguatkan diri.
" Hmmm apa ya hukuman yg pantas untuk orang yg lancang seperti kamu.
" Saya tidak lancang pak,saya ngak sengaja ,suer " Terang Darsy membela diri.
" Kamu berani lawan saya !!! " Gertak Darwin.
" Mati aja lo " Gumam dewi pelan.
" APA KAMU BILANG ....?!!!! " Teriak Darwin.
" Ngak Pak,saya ngak bilang apa apa " Takut Darsy.
" Karna kamu sudah lancang menjawab saya,kamu akan saya kasih hukuman." Kata Darwin dengan senyum jahatnya.
" Saya kan ngak salah Pak,kenapa di hukum.
__ADS_1
aduh ini kenapa sih kenapa jadi panjang gini sih ceritanya,tau gini aku ngak mau kesini,bkin kesel aja " Bangkit Darsy mengomel.
" Saya mau pulang aja,ini udah ngak bener.
untuk soal semalam saya minta maaf dan bila perlu ganti rugi buat beli baju bapak yg sudah saya tumpahi itu " Kata Darsy berkacak pinggang.
Hilang sudah rasa takut dan gugupnya.kini Darsy berami menantang Darwin dengan mata sengitnya.
" Baiklah,kalo kamu mau beli baju saya yg baru.Oke saya akan terima " jwab Darwin santai menaikkan kakinya ke kaki sebelah.
" Tapi saya mau yg sama persis,itu baju saya beli di amerika,dijahit langsung sama perancang busana terkenal disana dan itu harus di pesan dulu baru mereka buat. kamu mungkin bisa menebak berapa harganya " Lanjut Darwin santai.
Darsy melongok tak percaya.tiap dia harus kuat melawan pria arogan itu.
" Mana ada baju seperti itu,jangan ngayal deh di pasar induk juga banyak yg kayak gitu " Remeh Darsy melipat tangannya ke dada.
Darwin mengeluarkan Hp ny dan menunjukkan ke Darsy bahwa omongannya benar.
Mata Darsy melotot melihat layar hp yg menunjukkam kebenaran dan parahnya lagi baju itu harganya berlipat dari gaji Darsy bekerja,mustahil memang hanya 1 baju harganya bisa seperti itu,tapi itulah fakta yg harus di terima Darsy.
Darsy bersusah payah menelan ludahnya sendri.
" Jadi bagaimana Pak,saya belum mampu mengganti baju bapak terssbut,tapi saya janji saya akan nyicil dengan harga yg tertera di hp bapak " Melas Darsy pasrah.
" Hmmm Oke,kalau begitu kamu harus menjadi pembantu saya di apartemen,dan asisten saya di kantor. " Jelas Darwin santai
" Hah ..... tapi gimna dengan pekerjaan saya ? " Tanya Darsy bingung.
" Kamu tenang saja,saya akan gaji kamu 4x lipat dari gaji kamu bekerja di cafe itu "
" Beneran pak ? Tanya Darsy semangat.
" Apa tampang saya meragukan ? Tanya balik Darwin kesal.
" Ng ngak pak " Darsy gugup kembali.
" Oke,kalau begitu kamu mulai hari ini bekerja dengan saya,sekarang datang lah ke apartemen saya di alamat ini,dan bersihkan setiap debu yg ada,saya tau nya bersih,kalau tidak,lupakan tentang gaji mu itu dan bayar hutang !!!! "
Darwin memberi alamat dan kartu apartemen.
" Minta no hp mu " Pinta Darwin.
Darsy pun memberi no hpnya,dan mengambil kartu trsbut.
" Pergi lah sekarang juga,nanti sore saya akan pulang "
Darsy pun langsung bangkit dan keluar dari gedung tersebut.
" Manarik !! Gumam Darwin tersenyum simpul.
Darsy melajukan sepeda mtornya menuju restoran terlebih dahulu,hari ini dia akan meminta izin untuk tidak masuk.
Darsy telah smpai di sebuah apartemen mewah dan langsung membuka pintu dengan kartu yg di tempelkan ke tempat yg ada di daun pintu.
" Waaaaaahhhhhhh.......Gilak keren banget iniiiiii..." Gumam Darsy takjub.
" Pria arogan itu sangat kaya,tapi kenapa dia pelit banget sih " Gerutu Darsy kesal.
" Tapi ngak papa lah,yg penting dia kasih aku gaji gede,kan nanti bisa bantu bapak buat beli keperluan kebunnya.."
Darsy duduk di sofa empuk berwarna hitam ituu dan merebahkan badannya disitu,hingga kantuk menyerang dan Darsy pun tertidur pulas karna kelelahan.
__ADS_1