
Darsy sudah smpai di depan restoran mewah milik paman Cici,dan alamat yg dikirim Cici memang benar.
Darsy di ajak seorang pelayan untuk menemui manager yg akan menerima atau menolak Darsy bekerja.
" Kamu yg namanya Darsy ya " Tanya seorang wanita dewasa,yg ternyata manager direstoran tersebut.
" Iya Bu, saya Darsy " Jawab Darsy gugup karna baru kali ini dia melamar pekerjaan.
" Oke,karna tadi Pak Wilson sudah menyuruh saya langsung menerima kamu bekerja dsini,jadi giat2 lah bekerja dan terus semangat karna restoran ini terkenal dengan makanan mewahnya,dan kamu harus hati hati,kamu paham ! "
" Paham Bu,makasih banyak " Jawab Darsy menganggukkan kepalanya mengerti.
" Baikla,sekarang ganti baju mu di loker karyawan.
nanti akan ada yg mengajari kamu melayan tamu disini.
" Baik Bu,terima kasih " Jawab Darsy tersenyum dan meninggalkan wanita itu diruangannya.
Darsy mengganti baju nya dengan seragam dan mengikuti arahan dari seniornya.
" Hay kamu anak baru ya " Tanya seorang gadis yg memakai seragam sama dengan dirinya.
" Iya kak,kenalin nama aku Darsy mohon bimbingannya ya " Kata Darsy tersenyum.
" Aku Sintia " Jawab gadis itu ramah.
" Ayo kita bekerja,Restoran akan sgera dibuka " Ajak Sintia menuju kedepan.
Hari ini Darsy banyak belajar dari Sintia dan teman temannya yg lain.mereka sangat kompak dan Darsy sangat menyukai cara kerja mereka yg tak memandang senior dan junior,semua nya sama.
Tak terasa Darsy sudah bekerja hampir 5 bulan.dan selama bekerja semua berjalan dengan semestinya.
Walaupun ada insiden kecil seperti tamu komplain dan lain sebagainya tapi mereka sama sama mengatasinya.
**
Selama 5 bulan Darwin tinggal di negara X,perusahaannya sedikit teratasi dan mulai bangkit lagi.
Para predator jahat pun sedikit demi sedikit mulai terkuak ke permukaan ,siapa sebenarnya yg sedang bermain main dengan Darwin Alexander Gilbert.
Darwin tak tanggung tanggung untuk menghukum siapa saja yg berani menentangnya.
Tak sedikit Darwin membalaskannya dengan menembakkan peluru dari pistol para bodiguard nya mengenai tubuh musuh sampai mati.
__ADS_1
Hubungan Darwin dengan kekasihnya Sandra Evire pun berlangsung normal seperti biasanya walaupun Darwin masih bersikap cuek,tpi jika di rayu dengan rayuan maut pun Darwin tetap kalah,karna dia hanya lelaki biasa dan punya Nafsu.tapi Darwin tak pernah melewati batasnya.
" Sayang aku telfon kok ngak diangkat " Kata Sandra berjalan ke arah Darwin yg masih memegang berkas.
" Aku masih bnyak kerjaan San,belum bisa jawab telfon " Sahut Darwin cuek.
" Aku kan rindu kamu sayang " Manja Sandra yg ingin duduk dipangkuan Darwin.
Darwin langsung berdiri sehingga Sandra tak bisa duduk,Darwin tau ini akan berujung kemana .
" Duduk lah di sofa Sandra !! " Tegas Darwin
" Kamu kok gitu sih,ngak kangen ya sama aku " Ketus Sandra.
" Aku masih banyak kerjaan "
" Ambillah,dan keluar dari ruangan ku sekarang " Titah Darwin mengeluarkan kartu nya.
" Tapi aku mau belanja bareng kamu sayang,kita udah lama ngak makan siang bareng " Merajuk Sandra memayunkan bibir merahnya.
" Aku tidak punya waktu sekarang,keluarlah sebelum satpam menyeretmu.
" Ck..berlebihan " Bangkit Sandra sambil menghentakkan kakinya kesal.
Sandra Evire seorang Model majalah ternama yang ada di kota X,dulu mereka berkenalan disuatu acara ulang tahun teman kuliah Darwin yg memang asli negara X.
Karena kecantikan dan kemolekan tubuh sandra Darwin sedikit tergoda,hingga mereka b2 berpacaran hampir 2 tahun. tapi sering berjauhan,karna Darwin stay di Amerika.
Hanya sesekali Darwin menemuinya di sini dan kadang Sandra yg menemuinya disana, untuk bekerja.
Makin kesini Darwin seperti kehilangan hasrat untuk Sandra saat tau sifat asli Sandra yg sangat agresif,Darwin kurang menyukai perempuan agresif yg menjurus ke nakalan.
Tapi saat ini Darwin belum bisa memutuskan hubungannya karna masih sayang,ntah sayang ntah kasihan.
Darwin pun tak tau,melihat ke gigihan Sandra mendapatkan hatinya membuatnya sedikit tidak tega menyakiti hati perempuan tersebut.
Walaupun sudah bnyak rumor yg menyebutkan Sandra banyk bermain dengan lelaki kaya lainnya,tapi Darwin masih mempercayai wanita itu untuk tetap menjadi pacarnya.
***
Tak terasa waktu pulang hampir tiba,
Darsy pun mulai bersiap siap untuk pulang,saat sedang mengambil tasnya di loker,tiba2 pintu ruangan terkunci dan lampu menjadi mati,alhasil langsung gelap gilita.
__ADS_1
Darsy terkejut dan hampir menjerit ketakutan.
Darsy meraba raba dinding dan melangkah sedikit demi sedikit menuju pintu di tengah gelapnya ruangan.Darsy hampir menangis.
Tiba tiba pintu terbuka dan menampilkan seseorang dengan cahaya lilin dan disusul dengan ketekan lampu.membuat seisi runganan menjadi terang menderang.
Dan yg membawa lilin tersebut adalah Cici sahabatnya yg sejak 3 minggu lalu jarang bertemu.
Air mata Darsy pun meluncur menahan haru dan ditambah ketakutan tadi.
" Happy Birthday sahabatku " Kata Xici mendekat dan berhenti didepan Darsy yg masih mematung.
" Huaaaaaaaaa hiks hiks..." Tangis Darsy pecah saat cici mengucapkannya.
" Makasih Cii udah inget,aku aja ngak inget loh ini hari ulang tahun aku yg ke 19 tahun " Kata Darsy masih sesegukkan.
" Ya elah,ultah sendri aja ngak inget " Kata Cici menepuk jidatnya.
" Buruan tiup ni lilin,pegel tau " Kata Cici cemberut.
Darsy mengambil kue tersebut dan menaruhnya didalam loker yg sudah terbuka.
Darsy menghambur memeluk Cici erat.
Mereka berpelukan sesaat sebelum para teman yg lain ikut nimbrug.
" Eh kita ngak di ajak nih " Kata Sintia mayun .
" Iya,kita mah dicuekin mentang mentang ada yg ultah " Celetuk yg lain.
Darsy pun memeluk mereka satu per satu.
" Doa dulu baru tiup lilinnya " Kata Sintia memegang kue nya.
Darsy berdoa dalam hati dan meniupkan lilin.
Darsy memotong kue dan membagikan kepada temannya semua.dan mereka berfoto foto untuk mengabadikan moment dan bersenda gurau sebelum pulang.
Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam,
waktunya mereka untuk pulang kerumah masing masing.
Darsy sangat bahagia, karna masih dikelilingi oleh orang orang yg sangat perduli kepadanya tanpa melihat status,karir atau apapun.
__ADS_1