DARSY SANG PELAYAN

DARSY SANG PELAYAN
Makan Bersama


__ADS_3

Hari libur hampir usai,selama libur 1 hari itu Darsy hanya menghabiskan waktunya dirumah dan diladang.


Seharian keluarga sederhana itu menghabiskan waktu bersama,makan bersama,bersenda gurau,mereka berkebun membantu bapak Darsy yg saat ini sedang menanam bibit cabe yg sudah tumbuh.


siap untuk di letakkan di tanah yg sudah dibuat gundukan kecil.


Tak tanggung tanggung bapaknya menanam cabe hampir 1000 buah,dan itu semua hasil dari kerja keras anaknya yg memberi dana untuk membeli bibit cabe dan pupuk tersebut.


Darsy sangat bersyukur melihat kerja keras Bapaknya,walaupun sering sakit pinggang tapi tak menyurutkan semangatnya dalam bertani.


Mereka ber 3 bergotong royong,memindahkan bibit yg sudah tumbuh tinggi itu ke lahan yg sudah di persiapkan,Darsy kebagian mengangkut bibit,bapaknya yg bagian menanam,sedangkan ibunya kebagian memasak dipondok lusuh yg terbuat dari kayu dan beratap daun.


Anak dan Bapak itu sangat bersemangat bekerja sama.


" Uh lelah juga ya pak " Kata Darsy yg duduk berjongkok dekat bapaknya,mengelap keringat bercucuran didahi gadis manis tersebut.


" Iya,kamu kan belum terbiasa,makanya sdikit sdikit lelah. " Jawab Bapak masih terus menanam.


" Pantesan pinggang bapak sering sakit,kerjaannya keras banget kyak gini,aku aja mau nyerah rasanya " Keluh Darsy .


Bapaknya hanya tersenyum simpul,dan berhenti sejenak melepas lelah.


" Ngak papa,kalo bpak ngak kerja keras kayak gini,mungkin dulu kamu ngak bisa sekolah "


maafin bapak ya belum bisa bantu kamu kuliah " Kata Bapaknya sendu.


" Eh...ngak papa Pak,aku bisa lulus SMA aja udah seneng,makasih banget malah. " Jawab Darsy tersenyum.


" Hehe ya udah,kamu kepondok aja,mataharinya udah makin tinggi nanti kulit mu hitam " Goda Pak Junir.


" Hahaha iya Pak,nanti kalo aku makin bulukan ntar ngak ada lagi yg suka sama aku " Kelakar Darsy bangkit dari duduknya.


Darsy mengelap dan menepuk nepuk celana nya yg kotor dan melangkah menjauhi sang bapak menuju ke pondok.


" Yaaah malah putus " Tatap Darsy nanar melihat sandalnya yg putus sebelah.


Darsy pun berjalan dengan 1 sandalnya saja.


menghampiri sang Ibu yg sibuk meniup kayu api untuk mulai menumis bumbu masakan.


" Loh kenapa jalannya pincang gitu ? " Tanya Bu Saripah bingung melihat anaknya.


" Sandal ku putus sebelah Bu " Kata Darsy duduk dipapan yg di pasang dekat pondok.


" Ya sudah,nanti minta tlong sama bapakmu buat jahit pake kawat biar ngak putus putus lagi.

__ADS_1


" Iya Bu "


Darsy pun membantu ibunya menyiapkan bahan masakan,sedangkan ibunya siap untuk menumis bumbu di kuali yg sudah hitam buntutnya.


" Kamu bersihin gih ikannya di sungai belakang " Perintah B Saripah.


" Ada ulernya ngak Bu,Darsy takut "


" Ngak ada,kalo ada pun ulernya juga sekalian kamu cuci biar ibu masak hehe " Kelakar Bu Saripah.


" Iiiiiiiii,yg ada duluan aku yg kena patuk Bu " Jwab Darsy cemberut.


" Hahahah ya udah cepetan,hati hati aja "


Darsy menuju sungai kecil yg dipenuhi rerumputan dan sayur mayur bapaknya,seperti kangkung,dan sawi.


Darsy mencuci ikan itu dengan kecepatan penuh,karna ikannya memang sudah bersih dari rumah dan harus di bersihkan lagi biar kotoran nya hilang.


Darsy berlari menghampiri ibunya.


" Nih Bu ikannya udah bersih,cuma aku siram siram aja pake air "


" Ya udah kamu duduk aja yg manis biar ibu yg masak " Bu Saripah mengambil bakul yg dipegang Darsy yg berisi ikan tersebut.


Diseberang sana memang ada pondok yg lain,tapi lumayan jauh juga jika harus berjalan kaki.


Jarak dari rumah Darsy ke kebunnya itu sekitar 15 menit jika menempuhnya dengan sepeda mtor.


Darsy memang jarang kekebun,saat liburan dan moodnya sedang baik saja,Darsy bersedia ikut dengan orang tuanya.


Darsy jarang menghabiskan waktu untuk jalan jalan ke Mall dan Nongkrong di Cafe,seperti teman temannya karna keterbatasan biaya.


bahkan Cici sahabatnya saja sering Darsy tolak jika ingin mengajaknya untuk Shooping.


Hanya sesekali saja Darsy mau jika Cici sudah memaksanya dan sedikit mengancam hubungan pertemanan mereka.


Ibu dan Bapak Darsy sangat bersyukur anaknya tidak banyak menuntut. dan mengerti keadaan keluarganya.


Matahari sudah semakin tinggi bapaknya akan beristirahat sejenak untuk makan.


Mereka ber 3 makan dengan di lapisi papan sebagai lantainya.dan duduk selonjoran.


Menu makan siang hari ini sangatlah sederhana,Ikan lempah kuning,tumis kangkung dan sambal terasi.


Walaupun sederhana tapi sangat lah nikmat bagi keluarga tersebut, apalagi dengan kebersamaan seperti saat ini.

__ADS_1


5 bulan terakhir sangat lah jarang mereka makan bersama karna Darsy yg berangkat bekerja siang dan pulangnya hampir malam.


Hanya sarapan pagi kadang kadang mereka makan bersama.


Keluarga sederhana itu makan dengan lahab,ditemani suara burung yg bersaut sautan.dan pemandangan rumput yg bergoyang.


Darsy menambah porsi makannya yg jika dirumah hanya sesendok nasi,bila dikebun menjadi 2 smpai 3 sendok nasi,yg membuat ibu dan bapaknya hanya geleng geleng kepala melihat tingkah anak tunggal mereka.


***


Darwin sedang makan siang bersama kekasihnya Sandra Evire,hanya ada keheningan.


Pasangan itu fokus untuk menghabiskan makanan mewah yg berada dihadapan mereka.


Sandra tidak menghabiskan makanannya karna menjaga pola dietnya.sebagai seorang model harus memperhatikan penampilan.dan makanan yg tidak terlalu berlemak.


" Aku udah selesai sayang " Kata Sandra menghapus bibirnya dengan tisu.


" Hmmm " Deheman Darwin yg masih fokus untuk makan.


5 menit kemudian mereka selesai makan.


setelah membayar mereka keluar dari restoran mewah itu dan Sandra masih bergelayut dilengan kekasihnya.


" Temenin aku ke Mall ya " Kata Sandra manja.


" Aku banyak kerjaan sandra " Jawab Darwin cuek.


" Kamu selalu aja gitu,aku ajak kemana juga pasti ngak mau " Kesal Sandra.


" Kamu kan bisa sendiri atau ajak teman kmu " Bujuk Darwin mengelus kepalanya.


" Ngak,aku mau nya sama kamu Darwin,bisa ngak sih ngak usah ngurusin kerjaan mulu,aku itu bosen tau " Jwab sandra merajuk.


" Ya udah hayuk kita pergi,tapi jangan lama lama ya,assisten aku udah nunggu dikantor " Menjalankan mobil keluar parkiran restoran.


" Yes " jwab Sandra penuh kemenangan.


"Bosen banget gue lama lama sama ni orang,ngak ada romantis2 nya,awas aja lo,gue porotin harta lo nanti hahaha" Batin Sandra.


Mereka pun sampai di salah satu Mall termewah yg ada dikota X,


Sandra sibuk memilih milih barang yg akan dibelinya dan semua itu mahal dan mewah.dan yg akan membayar semuanya sudah pasti Darwin.


Darwin tak pernah perhitungan dengan pacarnya apapun akan diturutinya kecuali jika dianjak menikah sekarang,Darwin belum bisa . dan persaan nya pun belum jelas apakan mencintai Sandra atau tidak.

__ADS_1


__ADS_2