
"Astaga, itu tadi memalukan sekali, bisa-bisanya aku jatuh tersungkur di depan pemuda tampan tadi!" Ucap Xia He dengan menghentakkan kedua kakinya dan mengomel.
"Lagian kau, kenapa jalan tidak lihat-lihat ke kiri dan ke kanan? Untung saja kau tidak terluka parah saat tertabrak kuda tadi!" Ucap Xin Qian menanggapi omelan sahabatnya itu.
"Ck! Aku mana lihat tadi kalau ada kuda yang sedang melaju kencang ingin lewat. Lagipula, pemuda tampan itu yang salah, sudah tau di pasar itu banyak sekali orang-orang, kenapa malah memacu sangat kencang saat menaiki kudanya!" Ucap Xia He membela diri karena ia tak mau di salahkan.
"Sudahlah, ayo kita lanjutkan menuju ke toko pakaian." Ucap Xin Qian.
Flashback on
Di pasar dagang pinggir jalan, Xia He dan Xin Qian sedang memilih beberapa aksesoris rambut yang ada di lapak salah satu pedagang disana.
"Xin, lihatlah! Jepit rambut ini sangat indah, sepertinya cocok jika aku memakainya." Ucap Xia He yang sedang asik memilih barang disana yang menurutnya sangat indah.
Sedangkan Xin Qian ada di lapak dagang yang ada di seberang jalan. Ia juga sedang memilih beberapa aksesoris rambut yang nanti akan ia kenakan pikirnya.
"Ya, pilihlah sesukamu Xia." Ucap Xin Qian menyahutinya dari seberang.
Saat Xia He sudah membeli beberapa aksesoris rambut yang ia inginkan, tanpa melihat kiri dan kanan terlebih dahulu ia langsung saja menyebrang jalan untuk menghampiri Xin Qian yang ada di sana.
Akan tetapi, saat ia merada di tengah jalan. Tiba-tiba saja sudah ada kuda berwarna hitam melaju sangat kencang dengan di tunggangi oleh pemiliknya.
(Suara Kuda)
"Aaakkkhhh..." Teriak Xia He kaget saat kuda hitam itu menabrak tubuhnya, ia pun jatuh tersungkur kedepan.
Brugh
"Ssttt... Sakit sekali." Keluh Xia He saat ia sadar jika tubuhnya sudah jatuh tersungkur.
Kakinya keseleo dan terasa sangat menyakitkan. Rasa ngilu yang terasa nyut-nyutan itu membuat Xia He hampir menangis.
Dengan mata indahnya yang sudah berkaca-kaca, ia mendongak menatap kearah Xin Qian yang berdiri mematung di tempatnya saat tiba-tiba saja kejadian di depan matanya terjadi dengan sangat cepat.
"Xin, kakiku terasa sakit sekali." Ucap Xia He merengek kepada sahabatnya itu agar ia membantunya berdiri.
Tersadar dari keterkejutannya, Xin Qian pun segera membantu Xia He untuk berdiri dan menahan tubuhnya supaya ia tidak jatuh.
__ADS_1
"Maaf nona, tadi aku sedang terburu-buru." Ucap tiba-tiba seorang pemuda tampan tadi menunggangi kuda hitam yang telah menabrak seorang gadis yang tak lain ialah Xia He.
"Kakiku sakit sekali, rasanya aku tidak bisa berjalan." Ucap Xia He menahan tangisnya.
"Bolehkah aku membantu menyembuhkan rasa sakit di kakimu sebagai ucapan maaf dariku?" Ucap pemuda itu.
Xia He dan Xin Qian saling pandang sebelum akhirnya mereka berdua bersamaan menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Bergerak perlahan, Xia He duduk di kursi yang ada di pinggiran jalan.
"Pelan-pelan." Ucap Xia He saat pemuda tampan itu ingin memulai menyembuhkan rasa sakit di kaki Xia He yang keseleo tadi.
"Baiklah nona, sebelumnya maaf. Apa boleh saya melepaskan sepatu yang nona pakai?" Ucap pemuda itu meminta ijin sebelum ia melakukan tindakan pada kaki Xia He.
"Silahkan." Ucap Xia He sebagai jawaban.
Setelah mendengarkan ucapan seorang gadis di hadapannya, pemuda itu bergerak dengan perlahan untuk melepaskan sepatu yang di pakai oleh Xia He.
"Ini akan sedikit sakit, saya harap nona bisa menahannya sebentar." Ucap pemuda tampan itu yang hanya di anggukki kepala oleh Xia He.
Kretak
"Coba gerakan kaki nona sekarang." Ucap pemuda tampan itu dengan sabar walaupun rambutnya di jambak kuat oleh gadis di hadapannya ini.
Mengedipkan matanya beberapa kali, Xia He menatap bingung karena ia masih belum sadar sepenuhnya, ia masih ngelag dengan apa yang di ucapkan oleh pemuda tampan itu.
"Gerakan kakimu nona." Ucap pemuda itu berusaha lebih sabar lagi.
"Gerakan kakimu Xia! Kau terlihat seperti orang bodoh jika hanya diam seperti itu." Bisik Xin Qian setelah ia menepuk bahu Xia He dengan pukulan yang cukup kencang supaya sahabatnya itu segera tersadar.
"Kakiku masih sa- Eh! Kakiku sudah enakan, tidak ngilu lagi Xin!" Ucap Xia He senang seperti anak kecil.
"Baguslah, kalau begitu saya permisi nona-nona. Maaf saya buru-buru sekarang." Ucap pemuda tampan itu berpamitan.
"Terimakasih." Ucap Xia He dan Xin Qian bersamaan.
Kemudian pemuda tampan itu pergi dari sana dan kembali memacu kudanya dengan sangat cepat.
Flashback off
__ADS_1
"Permisi, bisakah saya bertemu dengan pemilik toko ini?" Ucap Xin Qian dengan sopan kepada seorang penjaga toko disana.
"Bisa nona, mari ikut saya." Ucap gadis itu kemudian ia membawa Xin Qian dan Xia He menuju ruangan dimana si pemilik toko berada.
Ruangan yang lumayan luas dengan banyak sekali pajangan pakaian berupa gaun-gaun indah yang di simpan sangat rapi disana.
"Permisi madam, kedua nona ini mengatakan kalau mereka ingin bertemu dengan madam." Ucap gadis penjaga toko itu.
"Oh iya, terimakasih Zhizhi. Kau boleh kembali melanjutkan pekerjaan mu." Ucap seorang wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik bernama madam Qiaofeng yang merupakan seorang desainer terkenal di negeri Anming kekaisaran Tao.
Gadis penjaga toko segera berpamitan dari ruangan itu dan pergi melanjutkan pekerjaannya.
"Ada yang bisa saya bantu nona-nona?" Tanya madam Qiaofeng yang kini berjalan mendekati kedua gadis di hadapannya.
"Kami ingin membuat baju madam. Bisakah madam membuatnya untuk kami?" Ucap Xia He dengan sangat ramah.
"Baju seperti apa yang kalian inginkan?" Ucap madam Qiaofeng bertanya kepada mereka berdua.
"Bisakah saya meminta kertas dan pena? Saya akan menggambarnya supaya madam bisa melihat dengan detail model yang kami inginkan." Ucap Xin Qian.
Madam Qiaofeng pun menyerahkan kertas dan pena yang di minta oleh gadis di hadapannya.
Menerima kertas dan pena yang di berikan oleh madam Qiaofeng, kini langsung saja Xin Qian menggambar pola baju yang mereka inginkan.
"Seperti ini madam, apakah madam bisa membuat baju itu untuk kami?" Ucap Xin Qian dengan menundukkan hasil gambarannya kepada madam Qiaofeng.
Segera madam Qiaofeng menerima kertas yang mana di kertas itu terdapat gambaran pola yang di buat oleh Xin Qian.
"Apa ini benar baju? Aku tidak pernah melihat baju seperti ini sebelumnya." Ucap madam Qiaofeng dengan alis berkerut.
"Tapi aku akan berusaha membuatkannya untuk kalian." Ucap madam Qiaofeng.
Bagaimana tidak, pola desain baju yang di minta oleh Xin Qian dan Xia He sangat asing di mata madam Qiaofeng. Baju ketat yang pres di badan berwarna hitam terlihat seperti pakaian ninja yang memiliki tudung kepala, memiliki banyak tali-tali yang di gunakan untuk menyimpan berbagai macam jenis senjata disana.
"Baiklah madam, berapa biaya untuk membuat baju yang kami inginkan itu?" Tanya Xin Qian.
"Satu koin emas sudah cukup untuk membuat baju itu, karena membuatnya hanya memerlukan sedikit kain saja." Ucap madam Qiaofeng.
"Baiklah kalau begitu kami akan bayar lunas." Jedanya. Ia mengambil satu koin emas dari dalam kantong yang ia simpan di balik hanfunya. "Kalau begitu kami pergi dulu madam, sampai bertemu Minggu depan." Ucap Xin Qian saat ia sudah selesai memberikan bayaran pembuatan baju kepada madam Qiaofeng.
Kemudian mereka berdua pun pergi dari sana kembali menuju penginapan tempat mereka menginap.
__ADS_1