
Masih berada di halaman istana yang luas, keempat orang yang sedang bersitegang pun masih berusaha mempertahankan pendapatnya masing-masing. Selir Tingting yang tak ingin jika kaisar mengambil selir baru, permaisuri Xio Lu yang setuju-setuju saja toh dia bodoh amat soal kaisar yang akan menikah lagi dan kaisar Zhaoyang yang serba salah akan posisinya yang juga masih ingin tetap berniat untuk menepati janjinya kepada mendiang kakeknya, serta seorang gadis bangsawan yang bingung harus berbuat apa karena ia hanyalah orang baru dan orang yang menjadi bahan pertimbangan semua orang pikirnya.
Kembali ke perdebatan...
"Tidak yang mulia! Selir ini tidak akan rela jika yang mulia menikahi gadis itu dan menjadikan seorang selir!" Ucap selir Tingting kekeh dengan ucapannya.
"Sudahlah selir Tingting, apa yang salah jika kaisar menikahi seorang gadis muda yang cantik seperti gadis ini? Bukankah akan lebih baik jika di istana ini banyak selir, jadi banyak yang akan membantu aku mengurus semua yang ada di istana ini." Jeda permaisuri Xio Lu sengaja menggoda selir Tingting dengan memanas-manasinya. "Benar bukan? Aku saja yang merupakan seorang permaisuri dan istri sah dari kaisar saja mengijinkannya untuk menikah lagi, apakah pantas seorang selir melarang keinginan kaisar, sedangkan permaisurinya saja mengijinkan?" Lanjutnya lagi memanas-manasi dengan tampang tengilnya yang seolah tidak sedang menyindir siapapun disana.
Dengan geram selir Tingting pergi begitu saja dari sana. Ia meninggalkan halaman istana itu dengan kesal, menghentakkan kedua kakinya dengan marah. Selir Tingting mengutuk permaisuri Xio Lu di dalam hatinya, perasaan bencinya semakin bertambah dan keinginannya untuk melenyapkan permaisuri Xio Lu secepatnya semakin besar.
Sebagai seorang selir, ia tidak akan pernah bisa menang melawan permaisuri Xio Lu karena posisi mereka yang jauh berbeda. Dengan kembalinya permaisuri Xio Lu ke istana adalah sebuah kekacauan yang sangat selir Tingting benci. Pada saat permaisuri Xio Lu di nyatakan hilang karena di culik, selir Tingting berpikir jika rencana jahatnya menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh permaisuri Xio Lu berhasil. Tetapi kenyataannya sekarang, permaisuri Xio Lu kembali ke istana dengan keadaan utuh tanpa terluka sedikitpun.
Didalam kamarnya, selir Tingting mengamuk dan menghancurkan semua barang yang ada di dalam kamarnya dengan brutal.
"Ahhkkkk... Sialan! J*lang itu masih hidup! Berani sekali dia menentang ku dan mendukung kaisar untuk menikahi gadis itu!" Teriak marah selir Tingting. Seisi ruangan kama itu hancur berantakan karena ulahnya yang mengamuk seperti orang g*la.
"Aku akan melenyapkan mu j*lang!" Batin selir Tingting menggeram marah. Ia pun mulai merencanakan sesuatu yang buruk untuk menyingkirkan permaisuri Xio Lu secepatnya.
Kembali ke halaman istana...
Di halaman istana masih ada kaisar Zhaoyang, permaisuri Xio Lu dan seorang gadis bangsawan yang akan menjadi calon selir baru di istana kekaisaran Tao.
"Jangan di pikirkan soal ucapan selir Tingting, biarkan saja dia begitu jangan pedulikan. Ayo masuk!" Ucap Permaisuri Xio Lu dengan ramah, ia menatap sekilas kaisar Zhaoyang yang diam tanpa kata setelah ia melihat kehadiran permaisurinya, lalu permaisuri Xio Lu mempersilahkan gadis bangsawan itu.
Tanpa berucap lagi, Ketiga orang yang ada disana berjalan masuk menuju aula istana.
"Oh ya, siapa namamu nona?" Tanya permaisuri Xio Lu kepada gadis bangsawan yang berjalan beriringan dengannya itu.
__ADS_1
"Nama saya Mei Zhi Ling yang mulia." Jawab gadis bangsawan itu dengan sopan, yang ternyata namanya adalah Mei Zhi Ling.
"Baiklah, perkenalkan aku permaisuri Xio Lu." Ucap permaisuri Xio Lu yang juga memperkenalkan dirinya kepada gadis bangsawan itu dengan ramah.
Aula istana...
"Yang mulia, saya datang ke istana ini untuk memenuhi permintaan mendiang kakek saya yang mengatakan jika saya harus menikah dengan seorang kaisar yang berasal dari negeri Anming." Ucap Mei Zhi Ling ragu.
"Iya nona, kaisar ini juga mengetahui hal itu dari mendiang kakek. Karena sebuah janji yang kaisar ini ucapkan dulu kepada mendiang kakek yang sedang sakit keras." Ucap kaisar Zhaoyang.
"Jadi kapan yang mulia kaisar menikahi nona Mei Zhi Ling dan menjadikannya sebagai selir kedua?" Tanya permaisuri Xio Lu informal.
"Bagaimana kalau besok pagi saja? Lebih cepat akan lebih baik bukan?" Ucap permaisuri Xio Lu dengan senyum senang.
Kaisar Zhaoyang mengerutkan keningnya heran, kenapa permaisuri Xio Lu sama sekali tidak marah jika ia menikahi gadis bangsawan ini. Ia bahkan merasa ragu jika permaisurinya itu mencintainya, karena ia tidak pernah melihat permaisurinya itu marah atau cemburu sama sekali selama ini.
"Baiklah kalau begitu, aku akan membantu nona Mei Zhi Ling untuk mempersiapkan diri untuk acara pernikahan besok. Ayo nona Mei, kita akan memanjakan diri sebelum hari pernikahan mu tiba!" Ucap permaisuri Xio Lu gembira, lalu ia menarik tangan Mei Zhi Ling dan membawanya ke sebuah tempat.
"Ah... Nyaman sekali!" Ucap permaisuri Xio Lu yang saat ini sedang berendam di pemandian air panas bersama dengan Mei Zhi Ling.
"Aku baru tau jika di istana ada tempat seperti ini." Ucap Mei Zhi Ling tersenyum manis.
"Ya, tempat ini memang hanya aku dan Mei-yin yang tau." Ucap permaisuri Xio Lu.
"Benarkan Mei-yin?" Ucapnya lagi untuk meminta pendapat pelayan pribadinya itu.
__ADS_1
"Ya, kau benar Xio." Ucap pelayan Mei-yin yang juga ikut berendam bersama dengan mereka berdua.
"Oh jadi begitu ya, pantas saja tempatnya tersembunyi seperti ini." Ucap Mei Zhi Ling.
"Tentu saja tersembunyi, yang membuat tempat pemandian air panas ini adalah Xio." Jelas Mei-yin yang di balas anggukan kepala oleh Mei Zhi Ling yang akhirnya mengerti.
"Sekarang tempat pemandian air panas ini sudah menjadi tempat untuk kita bertiga saja." Ucap permaisuri Xio Lu dengan senang.
Note : Kenapa nona bangsawan Mei Zhi Ling menjadi lebih akrab dengan permaisuri Xio Lu dan pelayan Mei-yin, itu karena permaisuri Xio Lu yang meminta kepada Mei Zhi Ling untuk bersikap biasa saja kepadanya dan menganggapnya sebagai seorang teman. Kejadian di hutan sewaktu di perjalanan permaisuri Xio Lu kembali ke istana, ia menceritakan kepada Mei Zhi Ling bahwa ialah orang yang menolong nya saat ia di rampok pagi itu.
Flashback
"Yang mulia, apakah aku boleh bertanya?" Ucap Mei Zhi Ling saat ia mengikuti kemana permaisuri Xio Lu membawanya pergi.
"Tentu saja boleh. Kau ingin bertanya apa nona?" Ucap permaisuri Xio Lu ramah dengan senyum manis yang ia tunjukkan.
"Apakah sebelumnya kita pernah bertemu yang mulia? Sepertinya hamba merasa tidak asing dengan yang mulia permaisuri." Ucap Mei Zhi Ling dengan ragu.
"Apa kau ingat sewaktu perjalanan di tengah hutan saat kau dan kusir mu di rampok?" Ucap permaisuri Xio Lu dengan senyum yang tak luntur dari wajahnya meskipun tak terlihat jelas karena tertutup kain tipis.
"Benarkah yang mulai, hamba sangat mengingatnya!" Ucap Mei Zhi Ling seperti mendapatkan sebuah jackpot.
"Itu memang aku." Ucap permaisuri Xio Lu
"Maafkan hamba yanglupa mengucapkan terimakasih kepada yang mulia karena terlalu syok saat kejadian pagi itu." Ucap Mei Zhi Ling tiba-tiba saja menghentikan langkahnya dan menundukkan kepalanya.
"Tak apa Mei Zhi Ling, aku memakluminya. Mulai sekarang, nona bangsawan ini tidak boleh terlalu formal saat hanya berdua dengan ku, kau harus memanggil nama ku Xio dan bersikaplah biasa saja. Anggap saja aku adalah teman mu, ya anggap saja begitu dan kau tidak boleh membantah ku soal itu!" Ucap permaisuri Xio Lu tanpa bisa bantah.
"B-baiklah yang mu-em Xio Lu." Ucap Mei Zhi Ling sedikit ragu.
__ADS_1
Flashback off