
Pagi-pagi sekali, Xio Lu bersama dengan Huizhong Jun sudah siap untuk kembali ke istana dimana tempat seharusnya seorang permaisuri kerajaan berada.
"Bagaimana Xio, apa kau sudah membawa semua yang aku berikan untukmu?" Ucap Xia He menanyakan sahabatnya itu, ia bergerak mendekat untuk memastikan segala sesuatu yang nanti akan sangat di butuhkan oleh Xio Lu saat ia di istana.
"Sudah Xia, kau tenang saja." Ucap Xio Lu dengan yakin.
"Baguslah kalau begitu Xio. Berhati-hatilah selama kau di istana! Karena kau tak akan pernah tau kapan musuh akan menyerang secara diam-diam ataupun terang-terangan." Ucap Xia He menasehati sahabatnya itu.
"Ya, tentu saja. Aku akan sangat berhati-hati di sana, aku belum siap untuk mati muda! hehehe..." Ucap Xio Lu terkekeh.
"Beritahu kami jika kau butuh bantuan, kami akan datang secepat mungkin!" Ucap Xin Qian ikut menimpali.
Xiu He yang baru saja tiba di ruang tengah bawah tanah setelah ia keluar dari dalam kamar. Ia menenteng sebuah kantong berukuran sedang di tangannya yang terbuat dari kain yang di jahit dengan sangat rapi.
Lalu, ia berjalan mendekati Xio Lu dan menyerahkan kantong itu untuk Xio Lu bawa bersama dirinya saat kembali ke istana.
"Di dalam kantong itu aku sudah memasukkan sesuatu yang nantinya akan sangat kau butuhkan." Ucap Xiu He memberitahu kepada Xio Lu kalau ia sudah menyiapkan sesuatu disana.
"Terimakasih Xiu!" Jedanya. "Baiklah, aku akan berangkat sekarang bersama dengan Huizhong Jun. Kalian jaga diri baik-baik disini, aku akan merindukan kalian. Tunggu aku kembali!" Ucap Xio Lu dengan tersenyum saat ia menatap satu persatu wajah ketiga sahabatnya itu.
"Kami pamit pergi." Ucap Huizhong Jun yang membungkukkan badannya sebagai tanda hormat dan perpisahan singkat.
"Selamat tinggal!" Ucap Xio Lu dengan melambaikan tangannya kepada ketiga sahabatnya itu.
"Bingwen, jaga baik-baik ketiga sahabatku!" Ucapnya lagi sebelum ia dan Huizhong Jun benar-benar pergi dari sana.
Bingwen yang di minta untuk menjaga ketiga gadis itu malah melongo dan bergumam dengan lesu di dalam hatinya.
"Bagaimana aku akan melindungi mereka? Sedangkan, ilmu beladiri ku saja sangat jauh jika di bandingkan dengan para gadis itu!" Batin Bingwen.
Di perjalanan menuju ke istana kekaisaran Tao, kedua makhluk berbeda jenis itu berjalan kaki dengan santai menikmati setiap pemandangan yang mereka lewati.
Jarak yang mereka tempuh untuk kembali ke istana tidaklah jauh. Mereka hanya perlu berjalan menempuh jarak sekitar dua kilo saja. Dua jam berjalan kaki saja kesana sudah sampai. Mereka bisa saja melakukan teleportasi, tetapi Xio Lu malas jika harus cepat-cepat sampai di istana yang menurutnya sangat mirip seperti penjara itu. Dia lebih suka dunia yang bebas, ia suka berpetualang bersama ketiga sahabatnya, bukan hanya sekedar berdiam diri saja di kediaman. Tinggal di kediaman keluarga kerajaan membuatnya merasa sangat tidak nyaman, terlalu banyak aturan-aturan yang di terapkan di sana, sedangkan ia sangat suka dengan yang namanya kebebasan.
Di jalanan hutan yang sepi, terdengar suara teriakan seseorang yang membuat Xio Lu dan Huizhong Jun menghentikan langkahnya.
"Serahkan semua harta kalian!" Teriak lantang seorang pria berpakaian serba hitam.
Pria itu menodongkan sebuah pedang ke arah leher seorang pria paruh baya yang merupakan seorang kusir di sebuah kereta kuda yang saat ini sedang di cegat oleh sekelompok orang yang mengenakan pakaian serba hitam menggunakan penutup wajah.
Kusir itu terdiam membisu dengan tubuh bergetar ketakutan saat ia merasakan dinginnya pedang yang menelusup di ceruk lehernya dan pedang itu membuat kulit lehernya terluka mengeluarkan darah.
Sedangkan orang yang ada di dalam kereta kuda itu segera ingin keluar. Ia berteriak meminta tolong dan bergerak untuk segera berlari, namun ia di cegah oleh pria lainnya yang berpakaian serba hitam sama seperti pria yang menodongkan pedang kepada sang kusir.
"Tolong!" Teriaknya kencang, ia berusaha pergi dari sana.
"Berhenti!" Ucap dua orang pria yang bergerak menghalangi jalannya.
"Ambil semuanya, tapi biarkan aku pergi dari sini!" Ucap seorang gadis yang tadi keluar dari dalam kereta kuda itu.
"Enak saja! Mari kita bersenang-senang nona." Ucap pria satunya dengan binar mesum.
"Kau cantik juga nona, sepertinya tubuhmu boleh juga untuk kami nikmati!" Ucap pria satunya lagi yang juga menatap lapar gadis di depan mereka ini.
__ADS_1
Sedangkan dua orang yang sedari tadi menyimak dari balik pohon besar disana hanya diam memperhatikan.
Xio Lu dan Huizhong Jun melihat kejadian itu dengan tatapan mata tajam. Sekelompok orang yang mereka lihat itu adalah perampok pikir mereka.
"Aku akan bergerak menolong gadis itu dan kau urus kusirnya." Ucap Xio Lu mengintruksi Huizhong Jun, lalu ia bergerak dengan cepat menghampiri orang-orang yang sedari tadi mereka berdua perhatikan.
"Ck! Belum juga aku berbicara sudah pergi saja!" Huizhong Jun berdecak, tetapi ia tetap melakukan apa yang di minta oleh Xio Lu.
Kedua orang itu mengeluarkan pedang miliknya dan bergerak dengan lincah menghajar sekitar 10 orang yang menjadi sekelompok perampok yang meresahkan.
Bug
Sret
Bug
Sret
Suara pertarungan berlangsung dengan cepat, kesembilan orang pria itu tumbang dengan banyak luka lebam dan luka sayatan di sekujur tubuhnya.
Sang ketua perampok yang melihat kesembilan anak buahnya berhasil di tumbangkan oleh kedua orang asing yang tiba-tiba saja muncul dan menghancurkan semuanya, membuat sang ketua sangat marah.
"Kurang ajar! Siapa kalian! Berani sekali kalian menyerang semua anak buah ku dan membunuh mereka!" Teriak marah ketua perampok itu pada Xio Lu dan Huizhong Jun yang menjadi tersangka.
Berdiri dengan angkuhnya, Xio Lu menjawab pria itu dengan sinis.
"Aku adalah malaikat maut bagi orang-orang yang telah berani melakukan kejahatan!" Ucapnya dengan tatapan tajam.
Huizhong Jun hanya diam saja berdiri di dekat kedua orang yang ia lindungi di dekat sebuah pohon besar yang berjarak agak jauh dari tempat Xio Lu berdiri, sementara itu ia membiarkan tuannya itu berbicara dan ia hanya akan menyimak saja tanpa berkata apapun.
"Cuih! Aku sendiri yang akan membunuhmu!" Ucap Ketua perampok itu dengan meludahi tanah.
Lalu, ketua perampok itu menyerang Xio Lu dengan brutal.
Set
Bug
Bug
Bug
Serangan-serangan yang ketua perampok itu lancarkan tak kena satupun mengenai Xio Lu.
"Si*lan!" Geramnya marah karena gadis di hadapannya ini dapat dengan mudah mengindari semua serangannya.
"Hanya segitu saja kemampuan mu tua bangka? Lemah!" Ejek Xio Lu dengan tersenyum mengejek dari balik cadarnya.
"Kurang ajar sekali kau j*lang si*lan!" Ucap ketua perampok itu tersulut emosi dengan mengumpati Xio Lu dengan kata-kata kotornya.
Mendengar umpatan pria itu membuat Xio Lu mendidih, ia sangat tidak suka jika di sebut j*lang. Ia sangat benci dengan sebutan seperti itu, lalu dengan emosi yang sudah tidak bisa ia tahan lagi, Xio Lu berlari kencang untuk menyerang pria itu.
Tap
__ADS_1
Tap
Tap
Jleb
Dengan gerakan sangat cepat, Xio Lu bergerak seperti sebuah bayangan. Ia dapat dengan mudah menancapkan pedangnya di dada pria itu, ia menekan pedangnya dalam dengan kekuatan yang tidak main-main.
Pria yang menjadi sasaran empuk bagi pedang milik Xio Lu pun tak sempat menghindar karena serangan itu tak terbaca.
"A-aakkhhh!" Teriak tertahan pria itu yang sudah tertancap dalam oleh sebuah pedang tepat di uluh hatinya.
"AKU BUKAN J*LANG!" Geram Xio Lu sangat marah karena ucapan pria itu yang membuat dirinya emosi.
Sret
Xio Lu menarik pedangnya dengan kasar, gerakannya yang kasar membuat luka pada dada pria itu menjadi menganga lebar.
blas
Dug
Dengan sekali gerakan saja Xio Lu menebas kepala pria itu tanpa belas kasihan.
"B*jingan seperti mu pantas m*ti!" Ucap Xio Lu dingin.
Pria yang di ketahui sebagai pemimpin dari sekelompok perampok itu mati dengan kepala terlepas dari tempatnya dan kepalanya jatuh menggelinding di tanah dengan darah yang muncrat kemana-mana.
Huizhong Jun yang tadinya bergerak untuk melindungi dua orang yang menjadi korban perampokan berdiri dengan kaku saat melihat kekejaman tuannya itu.
Ia sudah pernah melihat kekejaman tuannya, tapi tetap saja ia masih belum terbiasa melihat seorang perempuan berlaku kejam seperti itu. Karena yang ia tau, di dunia yang ia tinggali ini sangat dominan jika seorang lelaki lah yang akan sangat kuat. Sedangkan perempuan, yang ia tau mereka akan kuat jika melakukan sihir elemen saja, sangat jarang ada perempuan yang memiliki fisik yang kuat seperti tuannya ini.
"Apa kalian tidak apa-apa?" Ucap Xio Lu yang membuat lamunan Huizhong Jun buyar seketika.
"Ah, ya!" Jedanya saat terkejut tiba-tiba saja tuannya itu sudah ada di hadapan mereka.
"Apa kalian terluka?" Lanjutnya bertanya kepada kedua orang yang di cegat dan di rampok oleh sekelompok orang tadi.
"A-aku tidak apa-apa. Hanya kusir yang terluka pada bagian lehernya karena terkena pedang milik perampok tadi." Ucap seorang gadis cantik yang merupakan anak dari keluarga bangsawan.
"Terimakasih!" Ucapnya lagi.
"Tidak masalah nona, kami membantu kalian hanya karena kebetulan lewat saja." Ucap Xio Lu.
"Paman, ambil ini dan olesi obat ini di bagian leher paman yang terluka." Ucap Xio Lu dengan memberikan sebuah botol penawar yang ia keluarkan dari balik hanfu yang ia kenakan.
Pria paruh baya itu menerima botol penawar yang gadis itu berikan.
"Terimakasih nona." Ucap pria paruh baya itu saat ia sudah menerima obat penawar itu di tangannya.
"Sama-sama paman." Jedanya. "Kalian berhati-hatilah di jalan. Kalau begitu kami permisi!" Ucap Xio Lu, kemudian ia bersama dengan Huizhong Jun bergegas pergi dari sana.
Sedangkan gadis bangsawan yang mereka tolong hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban.
__ADS_1
"Kalian juga hati-hati!" Ucap gadis yang tidak di ketahui namanya siapa itu saat Xio Lu dan Huizhong Jun melangkah pergi dari sana.