
"Hanya pergi makan malam saja, kenapa harus mengundang ku segala? Pengantin baru itu maunya apa sih! Mau pamer kemesraan di depanku? Atau mereka mau membuat aku merasa sebagai wanita paling bodoh yang masih mau bertahan dengan pria si*lan itu huh!" Monolog permaisuri Xio Lu seorang diri.
Tadi pelayan Mei-yin datang ke paviliun teratai untuk menyampaikan kepada permaisuri Xio Lu, kalau ia di undang untuk makan malam bersama dengan kaisar Zhaoyang dan selir Tingting.
Hal itu malah membuat permaisuri Xio Lu merasa kesal. Kenapa harus mengundangnya, makan malam berdua sajakan bisa tanpa harus menyeret dirinya ikut bergabung dengan mereka.
"Menyebalkan sekali! Lihat saja, aku akan melakukan sesuatu!" Ucap permaisuri Xio Lu dengan kesal. Ia bergerak dengan cepat untuk bersiap datang ke undangan makan malam yang di minta oleh kaisar Zhaoyang.
Melangkah dengan anggun, permaisuri Xio Lu datang ke ruang makan dengan hanfu berwana merah muda yang membuatnya terlihat sangat mempesona, walaupun separuh wajahnya tertutup oleh cadar yang ia kenakan.
"Permaisuri Xio Lu memasuki ruangan!" Teriak seorang kasim yang bertugas berjaga di depan pintu ruangan itu.
Pintu ruangan terbuka dan menampakkan diri seorang wan-gadis yang berjalan memasuki ruangan dengan gaya santainya.
"Salam yang mulia kaisar, salam selir. Semoga dewa kehidupan selalu memberkahi kalian." Ucap permaisuri Xio Lu memberi salam hormat.
Padahal di dalam hatinya, permaisuri Xio Lu mengutuk kedua orang manusia itu. Terlebih ia sudah sangat muak melihat wajah selir Tingting yang sok polos itu.
"Salam mu di terima permaisuri." Jedanya. Silahkan duduk dan makanlah bersama." Ucap kaisar Zhaoyang.
"Baik yang mulia." Ucap permaisuri Xio Lu, kemudian ia langsung duduk di kursi yang berada di samping kiri kaisar.
Melihat kedatangan permaisuri Xio Lu, membuat selir Tingting meradang dan mengumpati permaisuri Xio Lu di dalam hatinya.
"Wanita si*lan! Berani sekali dia duduk di sebelah kaisar Zhaoyang begitu saja! Lihat saja aku akan membuatmu terbakar api cemburu!" Batin selir Tingting tersenyum licik.
Dengan nada manja, selir Tingting berucap sesuatu hal yang sangat menggelikan di telinga permaisuri Xio Lu.
"Yang mulia, aku ingin sekali menghabiskan malam bersamamu malam ini. Aku sudah tidak sabar untuk mengandung keturunan dari kaisar gagah dan tampan sepertimu." Ucap selir Tingting berbicara sambil melirik ke arah permaisuri Xio Lu yang memulai makan dengan tenang di samping kaisar.
Permaisuri Xio Lu tersedak dan hampir saja ia menyemburkan makanan dari dalam mulutnya jika saja ia tidak menahannya dengan menggunakan tangan.
__ADS_1
Dengan cepat kaisar Zhaoyang mengambil segelas air putih dan langsung menyodorkan gelas itu ke hadapan permaisuri Xio Lu.
"Minumlah, kalau makan pelan-pelan saja jangan terburu-buru." Ucap kaisar Zhaoyang memperingati.
Segera permaisuri Xio Lu mengambil gelas air minum, lalu ia meneguk habis air yang ada di dalam gelas itu hingga tandas.
"Hah... Aku makan dengan tenang, hanya saja selir Tingting berkata seperti itu tiba-tiba membuat perutku merasakan mual." Ucap permaisuri Xio Lu santai seolah itu bukan perkataan sindiran pedas untuk selir Tingting.
"Memangnya apa yang salah dengan ucapanku? Aku berkata begitu kan dengan suamiku, kenapa kau mengatai ku seperti itu?" Ucap selir Tingting tersinggung dengan ucapan permaisuri Xio Lu.
"Memangnya ada kalimat yang aku keluarkan untuk mengataimu? Kau tersinggung? Aneh sekali!" Ucap permaisuri Xio Lu dengan sengaja ingin membuat selir Tingting kesal.
Mendengus kesal, permaisuri Xio Lu perlahan menggunakan sihir elemen angin dengan skala kecil yang tak satupun orang mengetahui pergerakannya.
Mengeluarkan bubuk obat pencahar yang ada di dalam botol yang ia simpan di balik hanfu yang ia kenakan. Membawa butiran bubuk obat pencahar itu dengan angin kecil yang ia ciptakan dan mencampurnya kedalam makanan yang sedang selir Tingting santap.
"Kau! Ssssttt..." Ucap selir Tingting tertahan dengan mendesis.
Tak lama, selir Tingting tiba-tiba saja memegangi perutnya.
"Baiklah selir!"Balas permaisuri Xio Lu tanpa merasa bersalah sama sekali.
Sudah di pastikan kalau selir Tingting mengalami diare yang lumayan parah, karena bubuk obat pencahar yang permaisuri Xio Lu masukan kedalam makanannya cukup banyak.
"Ada apa dengan selir Tingting? Kenapa dia terlihat sangat buru-buru sekali?" Tanya kaisar Zhaoyang merasa heran dengan tingkah selirnya itu.
"Mungkin selir Tingting sedang ada urusan penting. Sebaiknya kita selesaikan makan malam lebih cepat, aku sudah sangat mengantuk." Ucap permaisuri Xio Lu.
"Baiklah, kalau begitu mari lanjutkan." Ucap kaisar Zhaoyang.
Kemudian mereka berdua melanjutkan makan malam dengan tenang dan tanpa ada obrolan lagi setelah itu. Setelah makan keduanya berpamitan untuk kembali ke kediamannya masing-masing.
__ADS_1
Sesampainya ia di paviliun teratai yang merupakan kediaman miliknya. Permaisuri Xio Lu bergegas untuk masuk kedalam dan berniat untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum mengistirahatkan tubuhnya.
"Hehehe... Ternyata mengerjai selir tidak tahu diri itu sangat menyenangkan! Aku akan menjadikannya sebagai mainan ku mulai sekarang." Gumam permaisuri Xio Lu dengan cekikikan sendiri.
Membersihkan riasan di wajahnya dengan mencuci muka, lalu mencuci tangan dan kakinya hingga bersih. Lalu ia berjalan menuju peraduan dan membaringkan tubuhnya dengan nyaman.
"Selamat tidur dunia, sampai bertemu esok hari!" Ucap permaisuri Xio Lu kemudian ia memejamkan matanya dan tertidur pulas.
Dua minggu kemudian...
"Mei-yin, aku ingin pergi keluar istana. Aku ingin, kau menjaga paviliun ku dengan baik. Jangan biarkan siapapun masuk tanpa seijin dariku. Sebelum aku kembali pastikan semua aman." Ucap permaisuri Xio Lu.
Pelayan Mei-yin yang sedang menyiapkan hidangan di atas meja untuk junjungannya itu mengangguk tanda mengerti.
"Baiklah Xio." Balas pelayan Mei-yin dengan bahasa non formal jika mereka hanya berdua saja di dalam ruangan.
"Duduklah, mari makan bersama Mei-yin." Ucap permaisuri Xio Lu meminta pelayannya supaya mereka bisa sarapan bersama.
Seperti biasa, pelayan Mei-yin hanya mengangguk patuh. Karena setiap kata dari permaisuri Xio Lu adalah perintah mutlak yang tidak dapat di bantah.
Mereka berdua makan dengan tenang, sesekali di selingi dengan obrolan seputar istana kerajaan dan banyak hal lainnya.
"Kalau aku mengundurkan diri sebagai permaisuri kaisar sekaligus sebagai seorang ratu kekaisaran Tao. Apakah semua orang akan sedih atau senang? Lagipula selama ini, ada atau tidaknya aku sebagai ratu, semua sudah di atur oleh ibu suri Mei-mei. Aku ingin kembali ke negeri asal ku dan kembali bersama kedua orang tua ku." Ucap permaisuri Xio Lu tiba-tiba yang membuat pelayan Mei-yin terdiam.
"Ta-tapi... Bagaimana denganku Xio? Tanpa adanya kau, aku akan di berhentikan dari pekerjaan ku. Aku punya adik yang harus aku hidupi, kalau aku tidak bekerja sebagai pelayan, aku tidak akan bisa mendapatkan uang untuk keperluan kami sehari-hari." Ucap pelayan Mei-yin dengan mata berkaca-kaca.
"Kau tenang saja, tentu saja aku akan membawamu dan adikmu ikut denganku. Kau mau kan?" Ucap permaisuri Xio Lu.
Menatap wajah permaisuri Xio Lu masih dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ya, aku mau Xio." Ucap pelayan Mei-yin dengan menganggukkan kepalanya bersemangat.
__ADS_1
"Kalau begitu bersiaplah! Beberapa hari lagi aku akan mengajakmu pergi dari istana ini." Ucap permaisuri Xio Lu tak kalah semangat.
"Aku akan membuat perhitungan terlebih dahulu kepada selir itu, lalu kemudian aku akan menghukum ibu suri yang berada di penjara tanpa ampun. Kemudian membuat kaisar mau menceraikan aku." Batin permaisuri Xio Lu dengan sinis.