
"Jadi, selir gila itu berniat untuk membunuhmu dengan mengirim pembunuh bayaran? Berani sekali wanita sialan itu!" Ucap Xia He.
"He'em, aku tidak habis pikir dengan selir itu. Dia orang baru yang masuk kedalam istana, tapi ia berani sekali melakukan cara kotor untuk mencelakai mu. Tidak bisa di biarkan begitu saja, kita akan membalasnya!" Ucap Xin Qian.
"Biarkan saja untuk sementara waktu wanita ular itu melakukan tindakan semaunya. Nanti aku yang akan membalasnya lebih untukmu Xio, kau tenang saja." Ucap Xiu He.
"Aku serahkan semua pada kalian soal wanita gila itu, aku hanya akan bermain-main dengannya." Ucap Xio Lu.
"Oh ya! Aku ingin meminta pendapat kalian, bagaimana kalau kita membuat organisasi seperti di jaman modern dulu?" Ucap Xin Qian.
"Itu ide yang bagus! Jadi, kapan kita akan membentuk organisasi?" Tanya Xia He.
"Bagaimana kalau kita mulai saja dari sekarang?" Ucap Xin Qian.
"Bagaimana menurutmu Xiu?" Tanya Xio Lu.
"Aku ikut kalian saja." Jawab Xiu He.
"Baiklah kalau begitu, kita mulai dengan merekrut anggota baru." Ucap Xin Qian.
"Siapa yang akan menjadi calon anggota organisasi kita?" Tanya Xia He.
"Siapa saja yang ingin bergabung." Ucap Xin Qian.
"Deadly 4Rose." Ucap Xiu He tiba-tiba.
"Apa itu?" Tanya Xio Lu.
"Nama untuk organisasi." Ucap Xiu He.
"Namanya keren!" Ucap Xia He takjub.
"Yah! Sepertinya nama itu sangat cocok untuk kita." Ucap Xin Qian tersenyum senang.
"Kakak, lihatlah! Aku berhasil menangkap kelincinya." Ucap Xia He dengan girang menunjukkan seekor kelinci tangkapannya.
"Kerja bagus Xia." Balas Xiu He.
Saat ini mereka berempat berada di sebuah hutan yang tempatnya berada di bagian barat kekaisaran Tao.
Mereka sengaja ke hutan itu dan membuat ruang bawah tanah yang akan jadikan sebagai rumah sekaligus markas bagi mereka disana.
"Sebaiknya kita kembali." Ucap Xiu He mengajak adiknya kembali ke rumah ruang bawah tanah milik mereka.
__ADS_1
Rumah ruang bawah tanah...
"Tempat ini nyaman sekali. Kenapa tidak sedari awal kita membuat tempat seperti ini, kita malah banyak membuang uang untuk membayar penginapan." Ucap Xin Qian.
"Entahlah Xin, aku saja baru pertama kali melihat tempat tinggal yang seperti ini." Ucap Bingwen.
"Xiu memang sedari dulu tidak berubah, dia akan selalu berusaha memutar otak untuk membuat kita merasa tenang dan nyaman. Selalu saja ada ide yang cemerlang didalam otaknya itu." Ucap Xio Lu.
"He'em, kau benar Xio. Memiliki sahabat seperti Xiu membuat aku merasa bangga." Ucap Xin Qian tersenyum sumringah.
"Dia gadis misterius. Banyak rahasia yang sedari dulu kita tidak pernah tau, bahkan Xia sendiripun tidak tau apapun tentang kakak kembarnya." Ucap Xio Lu.
"Semisterius itu? Aku jadi semakin penasaran dengan gadis itu. Karena baru pertama kali juga aku menemui seseorang manusia yang tidak dapat aku rasakan keberadaannya." Ucap Huizhong Jun.
"Kau benar Huizhong! Aku juga merasakan gadis itu seperti memiliki jiwa yang hampa, sehingga kita tidak bisa merasakan hawa apapun saat ia datang, bahkan saat berhadapan dengannya sekalipun." Ucap Bingwen.
"Apa kalian sedang membicarakan ku?" Ucap Xiu He tiba-tiba saja muncul.
"Astaga! Ka-kau?" Ucap Bingwen terkejut dengan wajah pias saat melihat Xiu He yang tiba-tiba datang.
"Hahaha... Kakakku memiliki telinga yang tajam, berbisik sekalipun kalian, akan tetap saja bisa ia dengar dengan jelas." Ucap Xia He sambil tertawa kecil menanggapi keterkejutan makhluk legendaris itu.
"Kalian berdua seperti hantu saja! Datang tiba-tiba tanpa memberitahu kami dengan berteriak atau apapun itu." Ucap Huizhong Jun.
"Sudahlah, kami membawa hasil buruan. Ada tiga ekor kelinci hutan yang aku tangkap dan seekor babi hutan yang di buru oleh ka Xiu." Ucap Xia He dengan menyerahkan hasil buruan mereka berdua pada Huizhong Jun dan Binwen.
"Aish! Cukup Xia, aku tidak tahan melihat wajahmu seperti itu." Ucap Bingwen lalu ia dengan cepat menuju kebelakang untuk membersihkan hewan buruan di ikuti oleh Huizhong Jun yang tidak protes sedikitpun.
Mereka berenam sudah selesai dengan santapan makan malam mereka. Saat ini mereka hanya duduk bersantai dan mengobrol di ruang tengah rumah ruang bawah tanah itu.
"Aku dengar ada wabah penyakit mematikan yang terjadi di desa Jiejie." Jedanya. "Xia, apa kau punya ramuan obat penawar berbagai racun? Besok kita pergi kesana untuk membantu menyembuhkan para warga yang terkena wabah penyakit di desa itu." Ucap Xiu He.
"Aku punya banyak ka, aku menyimpannya di ruang dimensi Yuchen." Ucap Xia He.
"Aku ikut." Jedanya. "Aku tak mau ketinggalan kalau soal menolong orang yang kesusahan!" Ucap Xin Qian.
"Aku juga ikut! Enak saja kalian ingin meninggalkan ku sendirian disini." Ucap Xio Lu.
"Kami juga ikut." Ucap Bingwen dan Huizhong Jun berbarengan setelah mereka berdua saling pandang.
"Kalian semua memang ikut! Siapa yang akan meninggalkan kalian? Memangnya kalian pikir aku mau repot-repot kalau aku berangkat berdua saja dengan Xia." Ucap Xiu He datar.
"Ternyata kau tidak ikhlas membantu mereka." Cibir Xin Qian.
__ADS_1
"Aku ikhlas, cuma saja aku tidak mau jika harus repot karena hanya pergi berdua saja. Kalian kan sahabatku, jadi kalian harus ikut kemana pun aku pergi." Ucap Xiu He dengan tersenyum smirk menatap wajah Xin Qian.
"He-hei! Hentikan senyum iblismu itu Xiu! Aku tau kau pasti sudah merencanakan sesuatu." Ucap Xin Qian gelagapan saat ia melihat senyum Xiu He yang terlihat sangat menyeramkan baginya itu.
"Tentu saja aku punya hadiah untukmu nanti!" Ucap Xiu He dengan tawa kecil yang sangat menyeramkan bagi orang yang melihat itu untuk pertama kalinya.
"Habislah kau Xin! Hahaha..." Tawa Xio Lu mengejek sahabatnya itu.
"Diam kau Xio! Bukannya membantu aku, malah mengejekku. Sialan!" Ucap Xin Qian kesal.
"Tenang saja Xin, paling-paling ka Xiu hanya memberi kejutan. Kejutan yang bikin jantungan tentunya!" Ucap Xia He ikut mengejek sahabatnya itu dengan tertawa terbahak-bahak saat ia melihat wajah pias Xin Qian yang tiba-tiba saja merasa ketakutan.
"Kalian jangan menakutiku!" Ucap Xin Qian ingin menangis.
Xiu He yang menyimak pun langsung tertawa terbahak-bahak saat ia melihat wajah panik Xin Qian yang sudah hendak menangis.
"Hahaha... Xin, kau mudah sekali di goda. Hahaha..." Tawa nyaring Xiu He.
Xin Qian yang akhirnya tau kalau ia sedang di kerjai pun menangis kencang.
"Huhuhu... Hiks... Kalian membuatku jantungan saja! Tega sekali hiks..." Ucap Xin Qian di sela tangisannya.
"Cup cup... Anak baik, anak cantik gak boleh nangis." Ucap Xia He yang langsung memeluk sahabatnya itu untuk menenangkannya.
"Sudah Xin, maaf kami hanya bercanda. Jangan masukan kedalam hati." Ucap Xio Lu ikut menenangkan sahabatnya yang menangis itu.
"Kalau aku jadi Xin Qian, aku juga akan jantungan. Siapa yang tidak takut melihat senyum smirk Xiu yang sangat menyeramkan itu." Ucap Bingwen bergidik ngeri.
"Kau benar Bingwen. Melihat Xiu tersenyum seperti itu, aku seperti sedang melihat sosok dewi iblis." Ucap Huizhong Jun spontan yang mendapatkan pelototan tajam dari Xiu He.
"Ja-jangan pelototi aku seperti itu, kau sangat menyeramkan." Ucap Huizhong Jun seketika ia langsung ciut dan bersembunyi di belakang Bingwen.
Berhenti memelototi Huizhong Jun, Xiu He pun tiba-tiba keluar dari sana dan pergi entah kemana.
"Kenapa? Xiu marah? Siapa yang kau maksud sebagai dewi iblis itu Huizhong? Xiu sangat tidak suka jika dirinya di samakan dengan orang lain, untung saja Xiu hanya langsung pergi. Kalau dia mengamuk, bisa hancur lebur tempat ini." Ucap Xio Lu.
"Huizhong, kau membuat kesalahan yang fatal padanya! Aku tidak mau ikut terseret jika gadis itu marah padamu." Ucap Bingwen.
"Aku kan tidak tau kalau dia akan marah seperti itu." Keluh Huizhong Jun.
"Cari dia dan minta maaflah." Ucap Xin Qian.
"Tapi..." Protes Huizhong Jun.
"Ayolah cari dia, sebelum Xiu bertambah marah padamu." Ucap Xin Qian.
__ADS_1
"Baiklah Xin, aku akan mencarinya dan meminta maaf." Ucap Huizhong Jun akhirnya.
"Semangat Huizhong, kau pasti bisa mendapat maaf dari gadis itu." Ucap Bingwen menyemangati temannya itu.