
Pagi ini, bagian barat hutan di negeri Anming.
Terlihat ketiga orang gadis dan satu pemuda yang merupakan seorang siluman pendamping, ada satu lagi yaitu siluman kelinci kecil yang beberapa hari ini juga selalu ikut bersama mereka, saat ini mereka sedang berjalan di tengah hutan berburu hewan untuk santapan makan siang.
"Ka, lihat disana ada rusa!" Tunjuk Xia He saat ia melihat tak jauh dari tempat mereka berdiri terdapat hewan buruan yang akan sangat nikmat jika di masak oleh mereka nanti.
"Wah, rusanya gemuk sekali! Pasti dagingnya terasa enak!" Ucap Xin Qian yang ikut melihat kearah dimana yang di tunjuk oleh sahabat kembarnya itu.
"Aku rasa, makan siang kali ini akan sangat kenyang!" Ucap Bingwen yang membayangkan betapa nikmatnya hidangan makan siang mereka nanti.
"Hacim! Srot... Tapi lebih enak kentang dan lobak segar." Ucap Ah Cy terlihat tidak tertarik melihat hewan buruan yang di depan sana.
"Bingwen juga siluman sepertimu, tapi dia suka makan daging hewan lainnya. Aneh sekali." Ucap Xin Qian merasa heran dengan siluman kelinci putih itu.
"Kami berbeda, meskipun kami sama-sama siluman, tapi tingkatannya tidak sama. Kalau siluman legendaris pendamping seperti aku dan Huizhong Jun memang memiliki sifat dan sikap seperti manusia, kami juga adalah siluman yang bisa berubah wujud menjadi manusia dengan sempurna. Kalau siluman golongan menengah seperti Ah Cy, tidak bisa berubah wujud dengan sempurna. Lihat saja bagian tubuhnya, telinga dan hidungnya tidak berubah meskipun wujudnya sudah menyerupai bentuk manusia." Jelas Bingwen sangat detail.
"Oh begitu... Ya sudahlah, tak apa. Nanti aku akan mencabuti lobak dan kentang yang banyak untuk Ah Cy dan kita semua." Ucap Xia He tersenyum manis.
Seperti ucapannya, di hutan tempat mereka tinggal, Xia He dan Xin Qian dan Xiu He di bantu oleh Bingwen membuat kebun yang luas penuh dengan sayur-sayuran segar dan berbagai macam buah.
Mereka membeli banyak bibit tumbuhan di pasar kota. Katanya, kalau mereka tidak bisa makan nasi setidaknya bisa menggantikan dengan makanan yang lainnya.
Selagi mereka berdebat, tanpa berucap Xiu He langsung menarik busur panah yang ada di tangannya.
Ia mengarahkan busur panah itu ke sasaran yang menjadi hewan buruan mereka.
Wus
Jleb
Anak panah yang melesat tepat mengenai sasaran, anak panah menancap dalam di tubuh bagian dada rusa itu.
Karena luka dari anak panah itu, rusa yang menjadi hewan buruan itupun langsung tergeletak m*ti di tanah kering hutan itu.
"Kena!" Seru Xin Qian senang.
__ADS_1
"Tepat sasaran!" Seru Xia He yang juga sangat antusias.
Mereka berdua pun berlari menghampiri tempat dimana rusa itu tergeletak tak bernyawa, akibat dari tembakan anak panah yang menancap tepat di ulu hatinya.
"Hei tunggu aku! Ucap Bingwen yang ikut menyusul kedua gadis itu berlari.
Sedangkan Xiu He, ia hanya berjalan dengan santai mengikuti mereka. Sudah biasa baginya, jika ketiga orang itu akan sangat antusias saat mereka mendapat hasil buruan.
"Wah, berat sekali. Pasti dagingnya sangat banyak!" Seru Xia He senang menatap rusa hasil buruan yang sudah ada di tangannya.
"Rusa panggang, sangat nikmat!" Seru Xin Qian yang juga ikut senang.
"Sebaiknya kita taruh rusa ini di ruang dimensi, selagi berburu hewan yang lainnya kita tidak mungkin menggendong rusa ini sepanjang jalan." Ucap Bingwen memberi ide supaya mereka tidak keberatan saat membawa pulang rusa itu.
"Kau benar Bingwen! Ayo, masukan rusa itu kedalam ruang dimensi sekarang." Ucap Xia He yang juga di anggukki setuju oleh Xin Qian.
Sedangkan Xiu He, gadis itu hanya berdiri dengan melipat kedua tangannya di depan dada memperhatikan apa yang akan mereka lakukan setelahnya.
"Nah, kalau begini kan kita tidak perlu repot-repot menyeret atau menggendong rusa itu lagi untuk di bawa pulang!" Ucap Bingwen senang sambil membersihkan tangannya dari debu yang menempel.
"Aku ingin berburu ayam hutan dan kelinci, sekalian untuk makan malam kita nanti." Ucap Xiu He, lalu ia melanjutkan langkahnya untuk berburu, yang juga diikuti oleh yang lainnya.
"Kau tenang saja, aku tidak akan menyakiti atau memakan hewan buruan yang tidak pantas untuk aku buru." Ucap Xiu He berjalan terus paling depan, tanpa menoleh ia tersenyum kecil.
"Huh... Syukurlah! Terimakasih Xiu!" Ucap Ah Cy dengan menghela nafas lega.
Mereka pun berjalan menyusuri hutan untuk menemukan hewan buruan yang banyak untuk stok makanan.
Note : Kelinci hutan berbulu hitam adalah jenis hewan seutuhnya, tidak seperti Ah Cy yang merupakan siluman kelinci putih. Jadi, otomatis jika mereka memburu kelinci putih bisa jadi itu adalah siluman yang sama dan merupakan siluman di golongan menengah juga seperti Ah Cy.
Di kediaman keluarga kerajaan...
Istana kekaisaran Tao...
Terlihat seorang pria tampan dan gagah sedang sibuk membolak-balik halaman sebuah buku yang ia baca. Dengan wajah serius ia membaca dan membaca setiap tulisan yang ada di setiap halaman buku yang Ita baca itu.
__ADS_1
Tapi tiba-tiba saja, seorang prajurit istana masuk dengan tergesa-gesa ingin segera menghadap sang kaisar yang agung.
"Salam yang mulia. Maafkan hamba yang mulia, hamba datang menghadap kepada yang mulia, karena ingin menyampaikan sesuatu tentang, y-yang mulia ibu suri." Ucap prajurit itu dengan nafas tersengal karena tadi ia datang dengan berlarian.
Kaisar Zhaoyang yang hendak marah pun mengurungkan niatnya, dia lebih penasaran hal penting apa yang akan di sampaikan oleh prajurit itu.
"Katakan!" Ucap kaisar Zhaoyang datar.
"A-ampun y-yang m-mulia. I-ibu s-suri, di temukan sudah meregang nyawa di dalam p-penjara bawah tanah." Ucap prajurit itu dengan takut-takut menyampaikan kabar kematian ibu suri Mei-mei kepada kaisar Zhaoyang yang merupakan anak dari wanita paruh baya itu.
"APA?! BAGAIMANA BISA ITU TERJADI?" Ucap kaisar Zhaoyang terkejut dengan menaikkan nada bicaranya.
"M-mohon a-ampun, yang mulia." Ucap prajurit kerajaan itu yang dengan segera ia berlutut.
Tanpa berucap apapun lagi, kaisar Zhaoyang segera pergi dari ruang kerjanya, lalu ia pergi ke penjara ruang bawah tanah untuk melihat sendiri benar atau tidaknya apa yang di sampaikan oleh prajurit yang berjaga di penjara ruang bawah tanah itu.
Sesampainya kaisar Zhaoyang di ruang penjara bawah tanah yang berada di ujung terdalam di ruangan bawah tanah itu.
Ketiga prajurit yang berjaga disana bergetar ketakutan saat melihat kaisar Zhaoyang berjalan masuk menghampiri penjara tempat ibu suri Mei-mei di kurung selama sebulan ini.
"Salam yang mulia, semoga dewa kehidupan selalu memberkahi yang mulia kaisar." Ucap ketiga prajurit yang berjaga disana.
Tanpa memperdulikan para prajurit itu, kaisar Zhaoyang langsung saja menghampiri tubuh ibu suri Mei-mei yang tergeletak dengan sangat tragis di atas tanah penjara ruang bawah tanah itu.
"Hiks... IBU!!!" Ucap kaisar Zhaoyang menangisi ibu suri yang sudah tidak bernyawa lagi itu.
"Apa yang terjadi? Kenapa ibu suri bisa dengan tiba-tiba meregang nyawa?" Tanya kaisar Zhaoyang kepada mereka.
Lalu dengan takut-takut, salah satu dari ketiga prajurit itu mengatakan sesuatu yang membuat kaisar Zhaoyang mengerutkan keningnya.
"M-maaf yang mulia, yang mulia ibu suri meregang nyawa dengan keadaan yang mengerikan. Mata sebelah kirinya yang di congkel dan lengan kanannya terdapat luka sobek yang dalam mengoyak kulitnya sampai ke tulang, serta terdapat sebuah tulisan yang di buat entah menggunakan apa sehingga berbekas seperti ukiran bertuliskan 'MATI' di bagian paha ibu suri yang sudah di sobek dengan lebar." Jelas prajurit itu dengan menundukkan kepalanya dalam.
"Bagaimana bisa? APA KALIAN TIDAK MENJAGA DENGAN BENAR PENJARA RUANG BAWAH TANAH INI? KALIAN TIDAK MENYADARI ADA ORANG YANG MASUK KEDALAM DAN MEMBUNUH IBU SURI BEGITU HAH?!" Ucap marah kaisar Zhaoyang.
"Mohon ampun yang mulia, kami memang tidak menemukan kejanggalan apapun selama berjaga di sini. Tapi ada kejadian yang membuat kami semua heran, saat pagi hari kemarin, kami tiba-tiba saja merasakan kantuk dan setelah itu kami tertidur dengan pulas di lantai tanah begitu saja." Jelas salah satu dari ketiga prajurit itu dengan tubuh bergetar mereka bertiga pun langsung berlutut di hadapan kaisar Zhaoyang.
__ADS_1
"Siapkan pemakaman untuk ibu suri sekarang juga! Setelah itu cari bukti dan cari tau siapa orang yang sudah berani menyusup masuk kedalam penjara ruang bawah tanah ini!" Ucap kaisar Zhaoyang datar dan dingin.
Lalu ia pergi dari sana dengan aura dingin yang keluar dari dalam dirinya. Saat ini kaisar Zhaoyang sangat marah karena mendapati sang ibu m*ati meregang nyawa di tangan seseorang yang dengan sengaja melakukannya.