Deadly Girls Transmigration

Deadly Girls Transmigration
34


__ADS_3

Suasana kediaman keluarga istana yang tiba-tiba terasa sunyi membuat permaisuri Xio Lu mendesah lelah.


Saat ini ia berada di gazebo depan paviliun miliknya dengan di temani secangkir teh hangat yang sangat nikmat di tenggorokan.


"Ah... tumben sekali kediaman terasa begitu sunyi begini. Kemana perginya Mei-yin? Aku kan jadi bosan sendirian begini." Keluh permaisuri Xio Lu.


Dari arah lorong istana, terlihat pelayan Mei-yin yang berjalan dengan terburu-buru menghampiri paviliun Lotus milik permaisuri Xio Lu.


Pelayan Mei-yin melangkah dengan lebar, ia dengan tergesa masuk ke paviliun Lotus itu dan berjalan tergesa menuju gazebo yang ada disana.


"Xio, aku punya berita penting untuk mu!" Ucap pelayan Mei-yin saat di rasa tidak ada siapa pun disana selain ia dan permaisuri Xio Lu, junjungannya itu.


"Ada apa Mei-yin? Katakanlah." Ucap permaisuri Xio Lu bingung, kenapa pelayan pribadinya itu datang dengan terburu-buru seperti itu.


"Ibu suri di temukan tergeletak tak bernyawa di dalam penjara bawah tanah. Saat ini kaisar sedang mencari siapa pelaku pembunuhnya. Siang ini akan di laksanakannya acara pemakaman untuk ibu suri di lapangan besar istana." Jelas pelayan Mei-yin sambil menyeka keringatnya yang bercucuran karena ia tadi berlari dengan cepat saat ingin memasuki kediaman permaisuri Xio Lu yang berada cukup jauh dari tempat ia mendengar informasi itu.


"Benarkah? Tapi tak apa, mereka tidak akan pernah bisa menemukan siapapun pelakunya." Ucap permaisuri Xio Lu santai sambil menyeruput teh hangat yang ada di dalam cangkir yang ada di tangannya.


"Tapi..." Ucap pelayan Mei-yin terpotong.


"Sudahlah, jangan di pikirkan." Ucap permaisuri Xio Lu santai tanpa beban.


"Sampai ke ujung langit pun kaisar tidak akan menemukan bukti ataupun pelakunya. Karena aku sudah menyusun dengan rapi semua yang aku lakukan." Lanjutnya membatin.



Di ruang kerjanya, kaisar Zhaoyang tidak bisa fokus dengan pikirannya.


Saat ini ia sedang berusaha fokus untuk memecahkan masalah di istana, karena para prajurit dan bawahannya tidak dapat menemukan siapapun pelaku dari terbunuhnya ibu suri Mei-mei.

__ADS_1


Sementara acara pemakaman di siapkan, kaisar Zhaoyang memerintahkan kepada semua bawahannya untuk pelaksanaan pemakaman siang ini.


Selir pertama Tingting dan selir kedua Mei Zhi Ling pun juga ikut andil dalam berjalannya proses pemakaman untuk ibu suri Mei-mei.


Sedangkan permaisuri Xio Lu, saat ini ia sedang berjalan-jalan di sekitar lapangan besar istana. Ia hanya akan memantau pergerakan para pelayan dan prajurit istana.


"Ah... Akhirnya istana menjadi ramai. hehehe." Ucap permaisuri Xio Lu membatin sambil cekikikan.


"Dimana kaisar bodoh itu? Kenapa dia tidak terlihat saat persiapan pemakaman untuk ibunya? Ah sudahlah, mungkin dia sedang meratapi nasibnya karena sekarang menjadi anak yatim piatu." Batinnya lagi.


Permaisuri Xio Lu melanjutkan langkahnya, ia menghampiri selir kedua Mei Zhi Ling yang sedang sibuk menyiapkan dupa dan perlengkapan untuk bakaran nanti.


"Selir Mei Zhi Ling!" Ucap permaisuri Xio Lu saat ia sudah berdiri di samping seorang wanita yang ia sebut sebagai selir.


"Ah ya, kau disini permaisuri. Maaf, aku tidak tau kau datang." Balas selir kedua Mei Zhi Ling dengan sopan.


"Ya, aku kesini. Aku juga ingin melihat proses persiapan pemakaman untuk ibu suri." Ucap permaisuri Xio Lu dengan senyum merekah.


"Ah ya, permaisuri ini akan ikut bergabung." Balas permaisuri Xio Lu mengikuti perkataan selir kedua Mei Zhi Ling yang merupakan temannya itu.


Sedangkan selir pertama Tingting yang melihat keakraban mereka berdua dari kejauhan, mengepalkan kedua tangannya dengan marah. Selir pertama Tingting sangat tidak menyukai kedua gadis itu, yang selir Tingting pikirkan adalah bagaimana caranya supaya ia bisa menyingkirkan mereka berdua dan menjadikan dirinya seorang wanita satu-satunya yang kaisar Zhaoyang miliki.


"Awas saja kalian berdua! Aku tidak akan membiarkan wanita j*lang seperti kalian hidup tenang! Setelah ini giliran siapa dari kalian berdua yang akan aku singkirkan terlebih dahulu! Tunggu saja pembalasan ku!" Batin selir pertama Tingting dengan menggeram marah saat melihat kedua wanita yang terlihat sangat akrab itu.


Lalu dengan kesal ia pergi dari sana menuju kediamannya paviliun Melati. Ia akan melampiaskan kemarahannya kembali pada barang-barang yang ada di kamarnya seperti biasa.



Di sebuah hutan belantara, terlihat ada lima orang sedang duduk di atas rerumputan hijau yang terlihat sangat indah di atas tanah.

__ADS_1


Saat ini mereka sedang berkultivasi bersama dengan Xiu He yang memimpin saat mereka melakukan kultivasi.


Tingkatan kultivasi mereka saat ini sudah di tahap tingkatan akhir. Hanya saja yang mereka tidak tau yaitu, Xiu He memiliki sihir elemen langka yang berada di tingkatan akhir, ia memiliki dua sihir elemen langka lainnya, yaitu elemen langka sihir kegelapan (sihir hitam) dan elemen langka sihir suci (sihir putih).


Xia He, Xin Qian, Bingwen, dan Ah Cy. Mereka di ajari empat sihir elemen, yaitu api, angin, air dan logam sampai mereka menguasai keempat elemen di ranah tingkatan kultivasi akhir.


Karena di dunia yang saat ini mereka tempati memiliki enam sihir elemen. yaitu, api, angin, air, logam, kegelapan dan sihir elemen suci. Sihir elemen langka hanya di miliki oleh orang yang memiliki hubungan darah dengan dewa kegelapan dan dewa suci kehidupan.


"Beristirahatlah, jangan sampai mana kalian terkuras habis. Satu pesan ku, jangan kalian gunakan kekuatan sihir kalian untuk merugikan atau mencelakai orang lain. Pergunakan kekuatan kalian untuk berbuat baik." Ucap Xiu He memperingati mereka.


"Baiklah Xiu." Balas mereka berempat.


"Aku akan pergi berburu ke hutan, kalian beristirahatlah." Ucap Xiu He, lalu ia ingin melangkah pergi dari sana, tapi di hentikan oleh ucapan adik kembarnya.


"Apakah aku boleh ikut ka? Sangat membosankan jika aku terus berada di rumah." Ucap Xia He memelas.


"Tidak! Aku akan sendiri." Ucap Xiu He.


"Baiklah ka." Balas Xia He dengan lesu.


Lalu Xiu He pergi dari sana dengan cepat seperti sebuah bayangan hitam. Sebenarnya ia ingin pergi ke suatu tempat makanya ia hanya ingin pergi sendirian. Soal berburu, ia bisa nanti melakukannya setelah urusannya selesai.



Saat ini Xiu He sedang berdiri memandangi tempat yang ia datangi beberapa saat lalu. Disini ia melihat sebuah gua yang tersembunyi di dalam sebuah hutan rimbun.


Di dalam gua itu berkabut, banyak sekali asap yang mengelilinginya. Xiu He melihat ada aura kegelapan yang sangat pekat dari dalam sana. Setelah ia sudah selesai melihat sekeliling, ia langsung melangkahkan kakinya masuk kedalam gua itu.


Karena banyaknya asap di dalam sana, ia hampir tidak bisa melihat apapun dengan matanya. Untung saja instingnya kuat, jadi ia bisa dengan mudah masuk tanpa tersandung atau menabrak dinding gua itu.

__ADS_1


"Dewa iblis!" Gumamnya.


__ADS_2