
Saat sudah akan memasuki pintu gerbang utama ibu kota, Huizhong Jun segera masuk kedalam ruang dimensi dan mereka berdua hanya berkomunikasi lewat telepati.
Berjalan memasuki gerbang dengan santainya. Ia malah di hadang oleh kedua prajurit yang bertugas untuk berjaga di depan pintu gerbang ibu kota.
"Biarkan aku masuk." Ucap Xio Lu datar.
"Maaf nona, tunjukkan identitasmu terlebih dahulu." Ucap salah satu prajurit itu.
"Aku tidak membawanya. Bisakah kalian membiarkan aku masuk tanpa tanda pengenal?" Ucap Xio Lu berpura-pura tidak memiliki tanda pengenal. Ia hanya punya tanda pengenal khusus sebagai anggota keluarga kerajaan. Tidak mungkin ia menunjukkan tanda pengenal khusus yang ia miliki, bisa-bisa semua orang tau kalau ia kembali dan akan menyebar dengan cepat ke istana. Kalau orang-orang di istana tau lebih dulu, bukan lagi menjadi sebuah kejutan, pikirnya.
"Maaf nona, anda tidak boleh masuk!" Ucap prajurit itu masih menghalangi jalannya.
"Ck!" Decaknya kesal. Lalu ia mengeluarkan tanda pengenal khusus anggota keluarga kerajaan miliknya yang bertuliskan Ratu Agung Xio Lu.
Kedua orang prajurit itu melototkan matanya lebar karena terkejut melihat tanda pengenal khusus anggota keluarga kerajaan Tao itu.
Kedua prajurit itu segera berlutut dan meminta maaf di hadapan permaisuri Xio Lu.
"Mohon ampun atas kelancangan kami yang mulai." Ucap kedua prajurit itu memohon.
"Sudahlah! Kalian berdirilah, aku tidak akan menghukum kalian. Cukup diam saja dan jangan beritahu siapapun kalau aku kembali." Ucap Xio Lu.
"B-baik yang mulia." Ucap kedua prajurit itu kemudian mereka berdua berdiri tapi tetap menundukkan kepala tidak berani menatap permaisuri Xio Lu seperti yang mereka berdua lakukan tadi.
Menyimpan kembali tanda pengenal khusus miliknya, lalu Xio Lu memasuki ibu kota.
Sesampainya di dekat tembok istana yang menjulang tinggi mengelilingi kediaman keluarga kerajaan itu, dapat dengan mudah Xio Lu melompatinya.
Hap
Tanpa ketahuan sama sekali ia mendarat dengan sempurna di tanah. Lalu ia segera pergi menuju kediaman tempat pelayan pribadinya Mei-yin tinggal.
Tap
__ADS_1
Tap
Kriet
Masuk kedalam kamar pelayan pribadinya itu dengan cepat. Disana tidak ada siapapun, hanya ruangan kamar yang kosong disana.
"Sepertinya Mei-yin belum kembali. Sebaiknya aku mengganti pakaian dan beristirahat sebentar sambil menunggu Mei-yin kembali." Gumam permaisuri Xio Lu.
Melepas pakaian hanfu yang di kenakannya, kemudian ia meminjam pakaian hanfu sederhana milik pelayan pribadinya Mei-yin.
"Untung saja muat." Gumam permaisuri Xio Lu.
Kriet
Suara pintu kamar yang di buka oleh seseorang. Dengan cepat permaisuri Xio Lu melihat siapa yang datang.
"Aaahhkk-." Pekik pelayan Mei-yin hampir saja ia berteriak dengan kencang. Untung saja permaisuri Xio Lu bergerak dengan cepat menutup mulutnya.
"Diamlah Mei-yin, ini aku Xio Lu!" Ucap permaisuri Xio Lu.
"Tapi Xio, permaisuri sepertimu tidak pantas memakai pakaian hanfu kumal milikku." Ucap Mei-yin lagi saat ia tersadar kalau pakaian hanfu yang di oleh permaisuri Xio Lu adalah hanfu sederhana miliknya, hanfu khas khusus pelayan kerajaan.
"Tak apa Mei-yin, hanfu milikmu ini bagus dan pastinya ini bersih." Ucap permaisuri Xio Lu.
"Lihatlah hanfu milikku, kotor dan berdebu." Ucap permaisuri Xio Lu dengan menunjuk hanfu miliknya yang sudah tergeletak di lantai kayu di ruangan itu.
"Baiklah, kalau begitu aku akan segera mencucinya." Ucap Mei-yin yang langsung mengambil hanfu kotor itu dan membawanya masuk ke dalam keranjang pakaian kotor.
"Apa kau lapar Xio? Aku akan menyiapkannya untukmu. Tunggulah!" Ucap Mei-yin. Lalu ia segera mengambil makanan untuk permaisuri Xio Lu tanpa menunggu jawaban darinya.
"Mei-yin memang terbaik!" Gumam permaisuri Xio Lu dengan senang.
Tak lama makanan yang di bawa oleh pelayan Mei-yin datang dan langsung di santap dengan lahap oleh permaisuri Xio Lu yang sekarang ini sudah sangat lapar karena perjalanan yang cukup jauh saat kembali menuju istana.
__ADS_1
"Ada berita apa selama aku tidak ada di istana Mei-yin?" Tanya permaisuri Xio Lu.
"Aku dengar, kaisar akan menikahi seorang gadis untuk di jadikan selir. Karena sebuah perjanjian di masa lalu, akhirnya kaisar harus menikahi seorang gadis bangsawan yang berasal dari kekaisaran barat. Berita ini juga sudah tersebar di seluruh kekaisaran Tao." Jedanya. "Apa kau tidak keberatan Xio, jika ada selir lain lagi di istana ini?" Ucap Mei-yin.
"Begitukah? Aku tak apa, justru bagus untukku jika kaisar memiliki banyak selir." Ucap permaisuri Xio Lu santai tanpa beban.
Mendengar ucapan junjungannya itu membuat pelayan Mei-yin diam. Ia tidak bisa berbicara apapun lagi jika sang permaisuri sendiri saja tidak peduli.
Saat pelayan Mei-yin dan permaisuri Xio Lu sedang bersantai di dalam kamar sederhana milik pelayan pribadinya itu. Tiba-tiba terdengar suara ribut-ribut dari luar.
"Kau tidak pantas untuk menjadi istri kaisar!" Teriak selir Tingting entah kepada siapa.
"Maaf selir, tapi saya hanya memenuhi keinginan ayah saya yang menyuruh saya datang ke istana ini untuk menemui kaisar." Ucap seorang gadis yang menjadi lawan bicara selir Tingting.
"Tidak! Aku tidak akan mengijinkan mu untuk bertemu dengan kaisar!" Ucap selir Tingting marah dan tetap kekeh untuk melarang gadis itu menemui kaisar Zhaoyang.
"Ada apa ini?" Ucap Kaisar Zhaoyang yang tiba-tiba muncul saat kedua wanita itu bertentangan.
Mereka berdua menoleh ke asal suara. Dengan panik selir Tingting langsung bergelayut manja di lengan kaisar Zhaoyang tanpa ijin.
"Sayang, usir dia dari istana ini. Aku tak mau ada gadis itu disini." Ucap selir Tingting dengan manja seperti anak kecil yang merengek minta di penuhi apa keinginannya.
"Selir, bisa kau lepaskan tanganku?" Ucap kaisar Zhaoyang yang bergerak berusaha untuk melepaskan diri dari selir Tingting.
"Aku tidak bisa mengusirnya, karena aku sudah pernah berjanji kepada kakek dahulu saat masih hidup untuk menikahi anak dari sahabatnya." Ucap kaisar Zhaoyang menjelaskan tentang siapa gadis yang ada di hadapannya itu dan alasan apa yang membuatnya harus menikahinya.
"Tidak! Aku tidak mengijinkannya!" Ucap selir Tingting marah.
"Tidak bisa selir, aku adalah seorang kaisar dan aku harus menepati janjiku!" Ucap Kaisar Zhaoyang yang sudah lelah dengan sikap wanita yang berstatus sebagai selir itu.
"Yang mulia kaisar benar! Yang mulia kaisar adalah seorang pemimpin di kerajaan Tao ini, kalau melanggar janji kepada seseorang, yang mulia kaisar akan di cap sebagai kaisar yang pembohong dan tidak bertanggung jawab atas apa yang, yang mulia kaisar ucapkan!" Ucap permaisuri Xio Lu tiba-tiba datang dan ikut masuk dalam drama itu.
"Xio Lu!" Gumam kaisar Zhaoyang saat ia melihat siapa orang yang datang dan tiba-tiba berbicara dengan nada yang terlewat santai.
__ADS_1
"Ya! Ini aku yang mulia." Ucap permaisuri Xio Lu dengan segera menunduk memberi hormat dengan singkat.