
Saat ini, permaisuri Xio Lu sedang berjalan di lorong kediaman istana. Hari ini ia berencana untuk pergi ke penjara bawah tanah secara diam-diam.
Dengan santai tanpa beban, ia berjalan memasuki penjara ruang bawah tanah yang di jadikan sebagai penjara khusus tempat ibu suri Mei-mei di kurung.
Dari dalam sakunya ia mengeluarkan sebuah botol yang isinya bubuk obat bius, lalu ia mengeluarkan sihir elemen angin miliknya dengan skala kecil untuk mengarahkan bubuk obat bius itu ke hidung para prajurit yang berjaga disana.
Brug
Brug
Brug
Brug
Keempat orang prajurit yang berjaga di penjara ruang bawah tanah itu jatuh pingsan karena bubuk obat bius yang di tebar oleh permaisuri Xio Lu terhirup oleh mereka.
Saat para prajurit itu jatuh pingsan, permaisuri Xio Lu dengan cepat mengambil kunci yang tergantung di baju salah satu prajurit itu.
Dengan kunci itu ia dapat membuka penjara yang di dalamnya terdapat ibu suri Mei-mei.
Cklek
Kriet
Permaisuri Xio Lu memasuki ruangan gelap yang hanya di sinari oleh cahaya obor yang di tempel di dinding dengan sebuah tali yang melilitnya sebagai penahan supaya obor itu tidak jatuh.
"Bagaimana rasanya menderita di dalam penjara yang mu-li-a?" Ucap permaisuri Xio Lu mengejek lalu ia menekan kata yang mulia sebagai penghinaan terhadap ibu suri Mei-mei.
Dengan lemah, pria paruh baya itu mendongak untuk melihat siapa orang yang datang ke penjara bawah tanah tempat ia di kurung.
"W-wanita s-si*lan! K-kau s-sudah m-membuat h-hidupku m-menderita!" Ucap ibu suri Mei-mei marah namun tidak terdengar jelas karena suaranya yang pelan dan lemah.
__ADS_1
"Sssttt... Lebih baik kau diam saja ibu suri yang ter-hor-mat! Aku lihat, kau seperti ingin menghembuskan nafas terakhir saja saat berbicara. Hahaha..." Ucap permaisuri Xio Lu tertawa mengejek.
Mendengar ejekan dari permaisuri Xio Lu, dengan perlahan ibu suri Mei-mei ingin berdiri dan berniat untuk memaki-makinya.
Tapi dengan cepat permaisuri Xio Lu menginjak kepalanya sampai terhenyak di tanah lembab ruang bawah tanah itu.
Dug
Tubuh kurus ibu suri Mei-mei pun kembali terhentak di tanah lembab itu dengan kepala yang miring di injak oleh permaisuri Xio Lu.
"Jangan tergesa seperti itu i-bu su-ri, dengarkan aku bicara terlebih dulu!" Ucap permaisuri Xio Lu menekan kuat kakinya yang membuat ibu suri Mei-mei meringis menahan sakit di kepalanya.
"Aku akan membuat pilihan untukmu." Jedanya. "Ingin m*ti di tanganku, atau m*ti di tangan putramu sendiri?" Ucap permaisuri Xio Lu memberikan sebuah pilihan, sepertinya itu lebih tepatnya di sebut sebuah takdir.
Ibu suri Mei-mei melebarkan kedua matanya saat ia mendengar ucapan permaisuri Xio Lu. Tubuhnya bergetar hebat, dengan air mata yang mengalir bebas di pipinya tanpa permisi.
"T-tidak! A-aku t-tak i-ingin m-m*ti!" Ucapnya lemah tak berdaya dengan menggelengkan kepalanya.
"Ck! Kau pikir, kau masih pantas hidup setelah dua tahun lamanya menyiksa dan mengasingkan permaisuri Xio Lu? Tubuh kurus kering mu ini saja tidak pantas jika aku jadikan santapan untuk binatang buas yang kelaparan, pasti akan membuat mereka sakit perut jika memakan dagingmu itu!" Ucap permaisuri Xio Lu dengan malas.
Ibu suri Mei-mei menggelengkan kepalanya, ia tidak ingin m*ti di tangan siapapun pikirnya. Pasti akan ada yang membebaskannya dari sana, ia yakin itu.
"Masih tidak mau bicara? Ya sudahlah, aku akan membuatmu mati perlahan dengan sendirinya saja kalau begitu!" Ucap permaisuri Xio Lu kesal. Lalu ia mengambil sebuah belati yang di berikan oleh Xin Qian sewaktu ia di penginapan malam itu dari dalam sakunya.
Sret
Dengan tanpa perasaan permaisuri Xio Lu menggoresnya memanjang dan menekan dalam belati itu ke lengan kanan ibu suri Mei-mei dengan pelan.
"Ahhkkk!!!" Pekik wanita paruh baya itu saat rasa sakit menjalar di tubuhnya.
"Bagaimana rasanya ibu suri? Apakah itu nikmat? Hahaha..." Ucap permaisuri Xio Lu dengan tertawa iblis.
"T-tidak! J-jangan l-lakukan i-itu l-lagi." Ucap ibu suri Mei-mei terbata dengan air mata yang sudah mengucur deras di pipinya.
__ADS_1
"Apa, kau bilang lagi? Baiklah, aku akan melakukannya lagi!" Ucap permaisuri Xio Lu dengan jahilnya.
Lalu ia kembali menggores bagian tubuh ibu suri Mei-mei yang lainnya, kali ini ia akan membuat maha karya yang indah di pahanya.
Sret
Ia menyobek bagian baju yang menutupi paha ibu suri Mei-mei menggunakan belatinya. Terpampanglah paha putih itu disana, lalu dengan gerakan yang indah ia menggores paha putih itu menuliskan sebuah kata disana.
Tulisan yang ia buat yaitu sebuah kata bertuliskan 'M*TI' yang banyak mengeluarkan darah segar. Sedangkan wanita paruh baya yang merasakan betapa sakitnya luka itu, ia hanya menangis dalam diam karena sudah tidak mampu untuk mengeluarkan suaranya.
"Indah sekali bukan!" Ucap permaisuri Xio Lu dengan suara deep khas psik*pat biasanya.
"Bagaimana jika bola matamu aku congkel dan aku jadikan koleksi? Ide yang bagus bukan!" Ucapnya lagi.
Lalu ia mengarahkan belati tajam itu ke mata ibu suri Mei-mei, kemudian ia mencongkel mata kirinya dengan brutal.
Jleb
"Ahhkkk!!!" Pekikan-pekikan yang di keluarkan dari mulut ibu suri Mei-mei tidak di pedulikan sama sekali oleh permaisuri Xio Lu, ia tetap melakukan aksinya dengan santai.
"Sepertinya lidahmu juga bagus untuk koleksi!" Ucap permaisuri Xio Lu lagi dan lagi.
Dengan tanpa perasaan, permaisuri Xio Lu memotong lidah ibu suri Mei-mei dengan belatinya.
Sret
"Ahhhkkk!!!" Teriak pilu ibu suri Mei-mei, saat ini ia sudah kehilangan sebelah matanya. Ia sudah tidak akan bisa lagi hidup dengan normal. Namun, ia tidak bisa berbuat apa-apa.
Seorang wanita yang berstatus sebagai seorang permaisuri di istana kekaisaran Tao, yang juga selama ini ia anggap sebagai seorang wanita yang lemah dan bodoh, bisa melakukan hal yang sangat kejam seperti ini padanya. Ia menyesal karena sudah pernah mengusik orang yang kejam dan tidak punya perasaan seperti permaisuri Xio Lu, pikirnya.
Saat ini, ibu suri Mei-mei tergeletak pasrah, ia sudah tidak berdaya dengan darah yang mengalir dari setiap luka yang di ciptakan oleh permaisuri Xio Lu.
"Nikmatilah penderitaan mu ibu su-ri..." Ucap permaisuri Xio Lu, kemudian ia menghentikan aksinya.
Keluar dari ruangan gelap di dalam penjara, lalu permaisuri Xio Lu mengunci pintu penjara itu seperti semula. Lalu menggantung kembali kunci yang ia ambil dari baju salah satu prajurit yang berjaga disana.
__ADS_1
"Merepotkan saja!" Ucapnya dengan menepuk dan meniup, seperti sedang membersihkan kedua tangannya dari kotoran yang menempel disana.
Setelah semua di rasa selesai, ia pergi dari sana sebelum para prajurit kembali tersadar dari obat bius yang ia sebarkan tadi.