Deadly Girls Transmigration

Deadly Girls Transmigration
26


__ADS_3

Pagi-pagi sekali, Xiu dan ke lima orang lainnya sudah bersiap-siap berangkat ke sebuah desa di bagian barat yang saat ini sedang terkena wabah penyakit mematikan.


"Apa kalian sudah siap semua?" Tanya Xiu kepada mereka semua.


"Sudah." Ucap mereka berbarengan.


"Baiklah kalau begitu kita akan berangkat sekarang. Karena jarak ke desa itu cukup jauh dan akan memakan banyak waktu jika kita semua berjalan kaki kesana, jadi sebaiknya kita berteleportasi.


"Baiklah." Ucap mereka bersama, lalu dengan cepat mereka segera melakukan teleportasi.



Setibanya di desa Jiejie, hal pertama kali yang mereka lihat ialah kondisi desa yang sangat berantakan dengan banyaknya para warga yang berlarian kesana kemari.


Teriakan-teriakan kesakitan dari orang disana terdengar memilukan. Hal itu membuat Xia He dan yang lainnya menatap iba melihat para warga yang menderita karena wabah penyakit menular yang mematikan itu.


Banyaknya para warga di desa itu yang terkena wabah mengalami kejang-kejang dan kulit mereka terdapat bentol merah bernanah besar-besar, jika bentol itu sudah semakin membesar maka akan meletup-letup seperti cacar yang menimbulkan rasa gatal dan sakit di sekujur tubuh.


"Kasihan sekali mereka." Ucap Xin Qian.


"Aku rasa wabah penyakit ini sengaja di buat oleh seseorang." Ucap Xia He.


Melihat keadaan disana, ia sangat yakin dengan pemikirannya, kalau penyakit para warga di desa Jiejie itu sengaja di buat dan di sebarkan disana, penderita penyakit itu membuat kulit mereka terlihat sangat mengerikan.


"Sebaiknya kita bertanya kepada salah satu warga terlebih dahulu." Ucap Xio Lu.


"Permisi paman." Ucap Xia He saat ia melihat ada seorang pria paruh baya yang ingin lewat.


"Siapa kalian?" Ucap pria paruh baya itu.


"Kami dari organisasi D4R. Kami sengaja datang ke desa ini untuk membantu para warga yang terkena wabah. Bisakah paman menceritakan kepada kami bagaimana awal mula wabah penyakit ini menyebar di desa Jiejie?" Ucap Xia He.


"Benarkah? Tapi, apa itu organisasi D4R?" Tanya pria paruh baya itu bingung.


"Ya paman. Organisasi D4R adalah sebuah organisasi sekelompok orang yang bertugas sebagai penyelamat yang akan membantu semua orang yang sedang mengalami musibah atau kesusahan." Ucap Xia He menjelaskan.


"Begitu ya, baiklah. Wabah ini menyebar entah berawal dari mana. Tetapi yang saya tau, orang pertama yang terkena wabah ini adalah tetangga seberang rumah saya dan tetangga saya itu meninggal dunia setelah seminggu menderita karena penyakitnya itu. Lalu setelahnya, tiba-tiba saja semua orang jadi ikut terkena wabah penyakit menular itu dan berakhir hampir semua warga yang mati dan menderita terkena wabah penyakit mematikan ini." Jelas pria paruh baya itu.

__ADS_1


"Jadi begitu ya paman, kalau begitu terimakasih atas informasinya." Ucap Xia He dengan sopan.


"Sama-sama nona. Kalau begitu saja permisi." Ucap pria paruh baya itu kemudian ia berlalu pergi.



"Kemungkinan wabah penyakit ini di sebarkan melalui udara." Ucap Xia He.


"Orang yang menyebarkan wabah ini, ada hubungannya dengan orang yang bekerja sama dengan dewa iblis." Ucap Xiu He.


"Siapa itu dewa iblis?" Tanya Xio Lu.


"Orang yang memiliki ilmu sihir kegelapan dan merupakan seorang dewa iblis kegelapan." Jelas Bingwen.


"Jangan-jangan, aura kegelapan yang waktu itu kita rasakan sewaktu berada di jalanan ibu kota ada hubungannya dengan ini semua." Ucap Xin Qian.


"Bisa jadi itu orang yang sama!" Ucap Xia He.


"Bawahan dewa iblis." Ucap Huizhong Jun.


"Baiklah, ayo kita obati mereka semua sekarang juga." Ucap Xia He.


Kemudian mereka semua pun menyebar membagi tim untuk bergerak membagikan semua obat penawar yang di racik sendiri oleh Xia He di dalam botol.


"Minumlah obat penawarnya dan setelah itu berdoa dan mintalah keselamatan serta kesembuhan kepada dewa kehidupan." Ucap Xia He kepada semua warga yang sudah menerima obat penawar yang mereka bagikan itu.


Mendengar apa yang di ucapkan oleh gadis itu, dengan segera mereka semua meneguk habis isi di dalam botol yang di katakan sebagai obat penawar itu dan berdoa membuat permohonan kepada sang dewa kehidupan.


Setelah beberapa saat, para warga yang menderita wabah penyakit menular itu perlahan sembuh. Kulit mereka yang tadinya terasa gatal dan sakit keluar nanah, kini tiba-tiba saja sudah hilang dan kulit mereka kembali bersih seperti semula.


"Wah, kulit ku sembuh!" Ucap para warga desa disana.


"Obat penawarnya sangat manjur!" Ucap warga yang lainnya.


"Terimakasih nona-nona dan tuan-tuan yang baik hati sudah menyembuhkan penyakit yang kami semua derita." Ucap semua warga kepada Xiu He dan yang lainnya.


"Sama-sama. Beritakan kepada seluruh orang jika ada orang sedang kesusahan atau terkena wabah, organisasi D4R akan membantu mengatasinya." Ucap Xia He.

__ADS_1


"Baiklah nona." Ucap semua warga desa Jiejie.


"Aku akan kesana sebentar." Ucap Xiu He.


Dengan kekuatan sihir elemen suci miliknya, Xiu He membuat sebuah tameng sihir yang besar untuk melindungi desa Jiejie dari segala macam wabah yang di sebarkan melalui udara ataupun memalui media apa saja tidak akan bisa menembus tameng sihir elemen suci yang ia buat.


"Aku akan mencari tau siapa yang menjadi dalang di balik semua ini." Gumam Xiu He,. lalu ia kembali bergabung dengan yang lainnya.


"Sudah selesai. Desa Jiejie tidak akan bisa di tembus lagi oleh wabah apapun mulai sekarang." Ucap Xiu He.


"Terimakasih nona-nona dan tuan-tuan dari organisasi D4R. Kalau saja kalian tidak datang, mungkin kami semua sudah meregang nyawa karena wabah mematikan ini. Apa yang harus kami lakukan untuk membalas kebaikan kalian?" Ucap seorang pria paruh baya yang merupakan salah seorang warga yang tadi mengobrol dengan mereka saat mereka baru saja datang di desa Jiejie.


"Tidak masalah paman, kami membantu kalian semua dengan ikhlas. Kami tidak meminta apapun sebagai timbal balik dari apa yang kami semua lakukan. Cukup dengan kalian menjaga diri agar selalu sehat, itu sudah menjadi tanda balas budi kalian terhadap kami." Ucap Xia He dengan tersenyum manis di balik cadarnya.


"Sekali lagi terimakasih." Ucap pria paruh baya itu yang ternyata adalah seorang tetua disana.


Mereka berenam hanya membalas ucapan pria paruh baya itu dengan menganggukkan kepala dan menampilkan senyum meskipun wajah mereka semua tertutup oleh sebuah kain cadar.


"Tugas kami telah selesai. Kalau begitu kami semua pamit dulu, sampai jumpa lagi di lain waktu." Ucap Xin Qian yang di setujui oleh yang lainnya.


Akhirnya mereka pun pergi dari desa Jiejie. Lalu kembali berteleportasi ke rumah ruang bawah tanah milik mereka. Tempat yang mereka anggap juga sebagai markas organisasi D4R.



"Huh... Tenagaku lumayan terkuras saat melakukan teleportasi." Ucap Xia He.


"Membantu para warga disana ternyata sangat menyenangkan!" Ucap Xin Qian.


"Tentu saja! Berbuat baik akan membuat kita merasa senang dan bangga terhadap diri kita sendiri. Jarang sekali ada orang yang mau berbuat baik kepada sesama di jaman kuno ini." Ucap Xio Lu.


"Kau benar Xio. Lagipula tidak semua orang bisa membuat penawar untuk segala macam penyakit seperti yang Xia lakukan." Ucap Huizhong Jun.


"Sebaiknya kalian semua beristirahat. Kita bertemu lagi saat jam makan malam nanti.


"Ya, aku juga sudah lelah kakak." Ucap Xia He.


Kemudian mereka beranjak pergi menuju kamar masing-masing untuk membersihkan diri dan beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2