
Di dalam hutan yang berada cukup jauh dari rumah ruang bawah tanah hanya di hiasi oleh langit dan pepohonan. Suara kicauan burung sangat menenangkan bagi siapa saja orang yang mendengarnya.
Hutan memang sering di jadikan tempat untuk menenangkan pikiran dan tempat yang sangat pas untuk bersantai menikmati semilir angin serta pemandangan alam yang indah.
Deburan ombak dan cipratan air yang tercipta dari air terjun yang meluncur bebas dari atas sana melalui bebatuan yang berbentuk seperti sebuah perosotan.
Menikmati semilir angin yang berhembus menerpa wajahnya, terlihat seorang gadis cantik sedang memejamkan kedua matanya.
"Dewi iblis ya? Kenapa aku merasakan ada sesuatu saat siluman pendamping legendaris itu menyebutnya. Tapi apa itu?" Gumam seorang gadis yang tak lain ialah Xiu He.
"Huh... Dunia terasa sangat misterius!" Ucapnya dengan nafas lelah.
"Sudah dua minggu ini Yichen berkultivasi bersama dengan Yuchen. Aku ingin menanyakan sesuatu padanya, tetapi aku tidak mungkin mengganggunya." Xiu He terpikir sesuatu, ingin bicara pada makhluk legendaris pendampingnya itu.
"Sudahlah, lebih baik aku kembali saja!" Ucapnya lalu ia berdiri.
Menatap pemandangan alam di hadapannya dan menghirup udara segar dengan rakusnya.
"Sepertinya tempat ini akan menjadi tempat favorit ku!" Ucapnya tersenyum simpul.
Lalu ia pergi dari sana, kembali menuju tempat tinggal baru mereka.
Sedangkan di tempat lain, Huizhong Jun yang tadi pergi untuk mencari Xiu He pun malah terlalu jauh berjalan dalam masuk ke hutan.
Tap
Tap
"Dimana aku akan menemukan gadis misterius itu?" Ucap Huizhong Jun mulai lelah karena berjalan kaki sudah sangat jauh.
"Hari sudah mulai gelap, tapi aku belum juga menemukannya!" Ucapnya mulai gelisah.
"Sebaiknya aku kembali saja dulu, sedari tadi aku berjalan tidak menemukannya juga!" Gumamnya lalu ia pergi dari sana dengan berjalan kembali menuju rumah ruang bawah tanah.
Srek
Srek
Terdengar suara dari semak-semak belukar di sana. Membuat Xiu He yang sedang berjalan segera menghentikan langkahnya dan waspada terhadap sekitarnya.
"Hachuuu... Srot." Suara bersin seseorang dari semak belukar itu.
"Buahnya manis sekali!" Ucap seorang anak kecil yang ada di dalam semak itu.
"Siapa disana?" Ucap Xiu He sedikit meninggikan suaranya.
Lalu tiba-tiba muncul seorang gadis kecil dengan telinga yang memanjang menyerupai telinga seekor kelinci.
"Kau siapa?" Ucap gadis kecil siluman kelinci itu dengan bingung menatap wajah gadis cantik yang ada di depannya.
Sring
Mengeluarkan pedang miliknya dengan gerakan cepat Xiu He menodongkan pedang itu ke depan wajah gadis kecil yang merupakan seorang siluman itu.
"Kau siluman?" Ucap Xiu He datar.
"Y-ya, aku memang si-siluman." Ucap gadis kecil itu dengan gemetar.
__ADS_1
"Apa daging mu enak?" Ucap Xiu He dengan senyum smirk yang seperti biasa akan terlihat sangat menyeramkan.
"Ti-tidak! A-aku bu-bukan makanan!" Ucap siluman kecil itu.
"Ibu! Hiks...hiks..." Ucap gadis kecil siluman itu langsung menangis dengan keras.
Melihat gadis kecil itu menangis sesenggukan, membuat Xiu He menurunkan pedangnya dan menyarungkannya kembali.
"Jangan menangis, wajahmu sangat jelek jika sedang menangis seperti itu." Ucap Xiu He.
Membuat siluman kelinci kecil itu langsung menghentikan tangisnya.
"A-aku tidak jelek! Enak saja mengatai aku jelek." Ucap siluman kelinci itu protes tidak terima dengan ucapan Xiu He.
"Buah itu beracun, kenapa kau memakannya?" Ucap Xiu He yang tidak menghiraukan protes dari gadis kecil itu.
"Huh, buah apa?" Balas siluman kelinci kecil itu bingung dengan ucapan gadis di hadapannya.
"Itu." Jedanya Xiu He.
"Buah kecil yang mirip dengan buah berry itu buah beracun." Lanjutnya menjelaskan.
"Benarkah? Tapi rasanya enak sekali." Ucap siluman kelinci itu.
"Benar, tapi tetap saja buah itu beracun." Ucap Xiu He.
"Aduh, gatal sekali!" Pekik siluman kelinci kecil itu saat merasakan tubuhnya yang tiba-tiba saja terasa gatal.
"Lalu aku harus bagaimana?" Balas siluman kelinci itu.
Mengambil sebuah botol dari dalam sakunya, Xiu He segera menyerahkan botol itu kepada siluman kelinci kecil itu.
"Minumlah." Ucap Xiu He.
Glek
Glek
Seketika, rasa gatal di sekujur tubuhnya hilang begitu saja.
"Wah, rasa gatalnya langsung hilang!" Ucap siluman kelinci kecil itu senang.
"Terimakasih!" Jedanya. "Perkenalkan namaku Ah Cy, kalau nama mu siapa?" Ucap siluman kelinci kecil yang mengaku bernama Ah Cy.
"Namaku Xiu He." Ucapnya memperkenalkan dirinya.
"Kalau begitu aku akan kembali." Ucap Xiu He kemudian ia berniat untuk pergi dari sana. Namun, ucapan siluman kelinci kecil itu membuat Xiu He menghentikan langkahnya.
"Apa aku boleh ikut?" Ucap siluman kelinci kecil bernama Ah Cy itu.
"Pulanglah Ah Cy." Balas Xiu He tanpa membalikkan badannya menghadap siluman kelinci kecil itu.
"Tapi... Aku tidak memiliki rumah." Ucap Ah Cy dengan sedih.
"Dimana kedua orang tua mu? Kenapa kau tidak pulang ketempat mereka?" Ucap Xiu He.
"Aku sudah lama terpisah dengan mereka. Semenjak hutan tempat para siluman kelinci hidup di hancurkan oleh para manusia serakah, aku sudah tidak pernah bertemu dan melihat mereka lagi.
Mendengar ucapan Ah Cy membuat Xiu He membalikkan badannya dan menatap wajah siluman kelinci kecil itu dengan tak terbaca, entah apa yang ada di dalam pikiran dan batinnya.
"Baiklah, kau boleh ikut bersamaku." Ucap Xiu He tanpa berkata apapun lagi ia langsung berjalan kembali menuju tempat tinggal mereka.
__ADS_1
"Kakak kemana sih, hari sudah mulai gelap kenapa masih belum juga kembali?" Gumam Xia He mondar-mandir dengan perasaan khawatir menunggu kakak kembarnya pulang.
"Berhentilah mondar-mandir Xia, kepalaku pusing melihatmu seperti itu." Ucap Xin Qian.
Kriet
Pintu ruang depan terbuka, lalu muncul Xiu He yang telah kembali. Bahkan siluman kelinci kecil Ah Cy juga ikut kembali bersamanya.
"Kakak! Kau lama sekali pulangnya." Ucap Xia He yang akhirnya bernafas lega saat tahu kalau kakak kembarnya itu sudah kembali.
"Kau membawa siapa Xiu?" Tanya Xin Qian saat ia sadar kalau sahabatnya itu tidak pulang sendirian.
Mendengar pertanyaan dari Xin Qian, Menolehkan kepalanya ke samping guna mengikuti arah pandang sahabatnya itu, ia pun mengerti siapa yang di pertanyakan oleh gadis itu.
"Dia Ah Cy. Dia siluman kelinci, aku tidak sengaja bertemu dengannya saat di hutan terdalam tadi." Jawab Xiu He.
"Siluman kelinci? Berarti dia kerabat dari Huizhong Jun dan Bingwen, mereka kan sama-sama siluman." Ucap Xia He asal.
"Meskipun kami memang sama-sama seorang siluman, tetapi kami memiliki tingkatan yang berbeda. Kalau aku dan Huizhong Jun adalah seorang siluman pendamping legendaris, sedangkan Ah Cy hanya siluman biasa tidak seperti kami berdua." Ucap Bingwen menjelaskan.
Brak
"Huh... Huh..." Deru nafas Huizhong Jun yang baru saja tiba di rumah ruang bawah tanah dengan berlarian seperti di kejar anj*ng.
"Kau mengagetkan saja Huizhong!" Ucap Xio Lu kesal karena sudah di kagetkan oleh Huizhong Jun yang tiba-tiba mendobrak pintu masuk.
"Maaf, aku sangat lelah mencari Xiu. Karena terlalu gelap aku jadi tiba-tiba takut sendirian di hutan sana." Ucap Huizhong Jun menjelaskan.
"Untuk apa kau mencari ku?" Ucap Xiu He mengerutkan keningnya bingung.
Mendengar suara seseorang yang ia kenal, Huizhong Jun mengangkat pandangannya untuk memastikan jika ia tak salah mengira.
"Xiu! Kau kembali!" Pekik Huizhong Jun senang.
"Memangnya kenapa?" Tanya Xiu He yang masih bingung.
"Ah ya, aku ingin meminta maaf padamu soal ucapan ku tadi siang." Ucap Huizhong Jun dengan serius.
"Meminta maaf padaku soal apa?" Tanya Xiu He ingin tau, Huizhong Jun meminta maaf kepadanya karena perkataan yang mana.
"Aku minta maaf karena sudah menyamakan mu dengan dewi iblis." Ucap Huizhong Jun jujur.
Menatap mata Huizhong Jun, Xiu He menghela nafas panjang.
"Soal itu, aku tak mempermasalahkannya sama sekali." Ucap Xiu He.
"Lalu, kenapa kau tiba-tiba saja pergi?" Tanya Huizhong Jun lagi.
"Soal itu, aku hanya ingin menghirup udara segar dari alam bebas makanya aku pergi." Ucap Xiu He.
"Jadi, aku yang sampai lelah mencarimu, yang aku kira kau sedang marah padaku itu hanya percuma? Oh astaga! Kaki ku hampir patah berjalan berjam-jam di hutan dalam untuk mencarimu dan meminta maaf." Keluh Huizhong Jun.
"Ya mana aku tau." Ucap Xiu He tanpa rasa bersalah.
Huizhong Jun yang merasa sangat kesal sekarang karena merasa di bodohi.
"Menyebalkan sekali!" Ucap Huizhong Jun lalu ia pergi untuk membersihkan dirinya di dalam kamar miliknya yang ada di rumah ruang bawah tanah itu.
"Siapa suruh!" Ucap Xiu He cuek.
__ADS_1
"Ayo Ah Cy, ikut bersamaku." Ajak Xiu He kepada siluman kelinci kecil itu untuk pergi ke kamarnya.