Deadly Girls Transmigration

Deadly Girls Transmigration
27


__ADS_3

"Duyi, apa kau sudah berhasil mencari tau kemana permaisuri di bawa pergi?" Ucap kaisar Zhaoyang saat pengawal pribadinya datang untuk melapor dan memberi hormat.


"Maaf yang mulia, saya belum menemukan petunjuk apapun sampai sekarang. Tetapi penyelidikan tetap berlangsung dan di bantu oleh para jenderal di kekaisaran." Ucap pengawal Da Duyi.


"Baiklah, kalau begitu kau boleh kembali." Ucap kaisar Zhaoyang.


Memberi hormat, lalu pengawal pribadinya itu pergi dari ruangan kerja kaisar Zhaoyang.


"Tunggu sampai aku menemukan kalian! Aku akan membuat kalian merasakan akibatnya karena sudah berani menculik permaisuri ku!" Ucap kaisar Zhaoyang menggeram marah.


Berniat ingin melanjutkan kembali pekerjaannya, tiba-tiba terdengar suara seorang wanita yang masuk tanpa seijinnya.


"Yang mulia kaisar!" Ucap wanita itu dengan suara manjanya.


Berjalan mendekati kaisar Zhaoyang dan berdiri di samping kaisar. Lalu ia memberi hormat dengan gaya centilnya.


"Salam yang mulia, semoga dewa kehidupan selalu memberkahi yang mulia." Ucap wanita itu yang tak lain ialah selir Tingting.


Kaisar Zhaoyang menanggapi ucapan selir Tingting dengan menganggukkan kepalanya.


"Ada apa sehingga membuatmu datang kemari selir?" Tanya kaisar Zhaoyang.


"Selir ini hanya ingin menemani yang mulia saat bekerja." Ucap selir Tingting dengan nada bicara yang di buat lembut.


"Tapi aku sedang sibuk sekarang." Ucap kaisar Zhaoyang ingin menolak secara halus.


"Tak apa yang mulia, selir ini akan menemani yang mulia dengan sepenuh hati." Ucap selir Tingting mencoba untuk membujuk supaya ia bisa lebih dekat dengan kaisar Zhaoyang.


Meskipun sudah sangat sering kehadirannya di tolak oleh kaisar Zhaoyang. Tapi, ia tetap tidak mau menyerah begitu saja untuk mendekati dan terus berusaha untuk mendapatkan perhatian dari kaisar yang gagah dan tampan itu.


Kaisar Zhaoyang sudah kehabisan kata-kata untuk menolak selir Tingting, di tambah lagi saat ini ia sudah sangat pusing karena permaisurinya sampai saat ini belum di temukan dimana keberadaannya.


Memijat pelipisnya karena kepalanya terasa sangat sakit dan pusing.


"Ya sudah, kau boleh menemani ku disini." Ucap kaisar Zhaoyang akhirnya pasrah.



"Wah... Ternyata kalian sangat lihai dalam ilmu berpedang!" Ucap Ah Cy takjub saat melihat keempat orang gadis yang sedang berlatih ilmu pedang di sebuah tempat dengan hamparan rerumputan yang indah.


"Anggap saja begitu!" Ucap Xin Qian dengan seringai lebar yang di balas anggukan kepala oleh siluman kelinci putih itu.


"Xiu terlihat sangat mempesona saat mengayunkan pedangnya." Ucap Ah Cy.


"Itu benar! Ka Xiu itu idola ku dalam segala hal!" Ucap Xia He tersenyum lebar.

__ADS_1


"Kalau tidak ada Xiu, kami semua bukanlah apa-apa di dunia ini." Ucap Xio Lu.


Apa yang di katakan oleh Xio Lu adalah kenyataan. Karena berkat Xiu He lah mereka ( Xia He, Xin Qian, Xio Lu.) dapat menggunakan sihir elemen dan tau mantra-mantra sihir. Xiu jugalah yang mengajarkan kepada mereka banyak hal disana! Di dunia yang sangat asing bagi mereka itu bisa dengan mudahnya Xiu He mengenal dan memahami sekelilingnya.


"Benarkah? Ternyata Xiu sangat luar biasa!" Ucap Ah Cy takjub mendengarnya.


"He'em, tentu saja!" Ucap Xin Qian.


"Kalian menggosipi ku lagi?" Jedanya. "Berlatih yang benar! Kalian seperti ibu-ibu saja yang suka bergosip." Ucap Xiu He memperingati mereka.


"Hehe... Maaf ka." Ucap Xia He cengengesan.


"Kami tidak bergosip Xiu! Lagipula mana ada sih orang bergosip hal baik dan bergosip di depan orang yang di gosipi? Yang benar saja!" Ucap Xio Lu membela diri.


"Benar apa yang di katakan oleh Xio, kami tidak bergosip Xiu." Ucap Xin Qian yang juga membela dirinya.


"Sudahlah, ayo lanjutkan!" Ucap Xiu He.


Mereka pun melanjutkan berlatih dengan lebih serius lagi.


Trang


Trang


Trang


"Huh... Huh... Xiu, kau semakin kuat saja!" Ucap Xin Qian dengan ngos-ngosan di sela latihannya.


"Tubuhmu di dunia ini lemah Xin, kau harus meningkatkan latihan fisik agar tubuhmu tidak lemah lagi." Ucap Xiu He menanggapinya.


"Kau benar Xiu, aku rasa juga begitu. Meskipun aku bisa menggunakan sihir elemen, tapi kalau fisik ku terlalu lemah akan tidak berguna." Balas Xin Qian.


Sedangkan dua gadis lainnya yang juga sedang berlatih pedang juga saling menyerang satu sama lain.


"Huhu... Lebih brutal lagi Xio! Aku suka dengan gerakan-gerakan yang cepat itu." Ucap Xia He bersemangat.


"Kau memang g*la Xia! Tapi aku menyukainya!" Ucap Xio Lu dengan seringai lebar dan mulai menyerang Xia He dengan sangat brutal.


Trang


Trang


"Keempat orang gadis itu memang benar-benar g*la! Mana ada orang berlatih seperti itu, seperti sungguhan saja!" Ucap Bingwen yang saat ini sedang melihat keempat sosok yang ada di tempat yang lumayan jauh dari tempatnya dan kedua siluman lainnya berdiri.


"Mereka berempat terlihat sudah terbiasa seperti itu." Ucap Ah Cy yang juga ikut melihat kearah dimana Xiu dan yang lainnya sedang berlatih.

__ADS_1


"He'em, kau benar. Kalau tidak, mana mungkin mereka bisa dengan santainya saling menyerang dengan brutal seperti itu." Ucap Huizhong Jun ikut menimpali.



Setelah mereka berempat selesai berlatih pedang. Saat ini mereka semua termasuk ketiga siluman pun juga ikut bergabung untuk makan siang.


"Enak sekali!" Ucap Ah Cy dengan berbinar.


"Siapa dulu dong yang memasaknya!" Ucap Xia He dengan bangga.


"Xia memang hebat!" Ucap Ah Cy riang.


Dengan senyum bangga, Xia He mengibaskan rambutnya.


"Tentu saja aku hebat!" Riangnya.


"Xiu, menurutmu kapan waktu yang pas untuk aku kembali ke istana?" Ucap Xio Lu tiba-tiba bertanya kepada sahabatnya.


"Besok pagi kau boleh kembali ke istana Xio, aku akan menyiapkan sesuatu untuk kau bawa saat kembali nanti." Ucap Xiu He.


"Baiklah kalau begitu." Balas Xio Lu.


"Siapkan mental mu Xio, menghadapi selir badut itu harus banyak bersabar." Ucap Xia He.


"Kau tenang saja Xia. Jangankan selir tidak tau diri itu, mafia yang katanya terkejam di dunia modern saja dapat aku taklukkan." Ucap Xio Lu.


"Apa ada yang bisa kami bantu Xio?" Ucap Xin Qian.


"Nanti aku akan memberitahumu dengan bertelepati saat aku butuh bantuan kalian." Ucap Xio Lu.


"Baiklah, kami akan menunggunya!" Ucap Xia He.


"Aku pergi dulu, aku akan kembali saat malam hari." Ucap Xiu He.


"Ya, berhati-hatilah!" Ucap Xin Qian dan yang lainnya.


Lalu Xiu He pergi menuju suatu tempat yang tidak di ketahui oleh mereka semua.


"Aku ingin berkultivasi." Ucap Xia He.


"Aku juga!" Ucap Xin Qian.


"Tentu saja aku akan ikut!" Ucap Xio Lu.


"Bagaimana dengan kami?" Tanya Bingwen.

__ADS_1


"Tentu saja kita akan berkultivasi bersama. Ayo pergi ke ruang dimensi milik Yichen saja." Ucap Xia He.


Lalu Xia He masuk keruang dimensi terlebih dahulu, kemudian yang lain ikut menyusul masuk. Setelah itu mereka langsung saja duduk bersila dan meletakkan tangan di atas lutut, mereka mengucapkan mantra-mantra lalu berkultivasi bersama disana.


__ADS_2