Debora

Debora
Bab 1


__ADS_3

Hai guys..


Ini gue,Debora Amaira Sebastian, gadis remaja yang baru saja menginjak usia 18 th dua hari yang lalu. Gue adalah anak kedua dari pemilik perusahaan AFA Group, Bokap (Adiguna Sebastian Gunawan) yang seorang CEO dan Nyokap (Widuri Sebastian) seorang desainer ternama di Negara K.


Oh ya Pagi ini gue lagiĀ  berlari santai di seputaran kompleks perumahan milik bokap gue, yupp milik bokap gue ya,, karena bokap gue juga merupakan orang terpandang nomor 2 di negara K ini, ia mempunyai beberapa perumahan elit yang dijadikan untuk investasi versi beliau.


Kesibukan kedua orang tua gue membuat gue harus menjalani hari-hari tanpa kasih sayang dari mereka. Bukan hanya dari bokap dan nyokap saja, gue juga punya kakak laki-laki, Gilang Ranggaya Sebastian merupakan Direktur perusahaan AFA Group milik bokap gue, ia juga tidak kalah sibuknya dari mereka, setiap hari kerjaannya hanya di depan laptop ataupun tablet, jarang mempunyai waktu untuk berkumpul.


Contohnya saja seperti hari Minggu ini, semua keluarga menghabiskan waktunya bersama sedangkan gue menghabiskan waktu sendiri, bokap dan abg sibuk dengan urusan perusahaan sedangkan nyokap sibuk mendesain model model baru yang akan di launching.


Ya inilah gue, hidup di antara keluarga yang lebih memilih karir dibandingkan kasih sayang.


"Mbok..Mbok i" panggil gue ketika baru tiba di rumah setelah puas berlari pagi

__ADS_1


"Iya non de..ada apa? Jangan teriak teriak ih ntar tuan marah loh non" ucap mbok ii


Mbok ii adalah pekerja di rumah gue, nggak cuma dia sih.. masih ada beberapa pelayan lain yaa sekitar 6 oranganlah hehe.. mbok ii yang paling lama bekerja disini, mungkin dari gue sebelum lahir mbok udah disini, gue udah anggap mbok ii seperti bibi gue sendiri karena ya cuma dia yang selalu bangunin gue pagi, nyiapin gue sarapan dan ngebantu gue ketika gue butuh bantuan.


"Hehe maaf mbok .. emangnya ayah dimana mbok" tanyaku


"Sssst tuan, nyonya dan den rangga lagi di taman belakang..lagi mode serius kayakny" bisik mbok ii


Gue pun berjalan ke arah taman belakang rumah dan benar saja nyokap,bokap dan abang lagi mode serius.


"Mau di bawakan makanannya kekamar nggak non?" Tanya mbok ii


"mmm nggak usah deh, kita makan bareng aja ntar di dapur" ucap gue

__ADS_1


Yapp Walaupun gue adalah anak dari pemilik rumah ini, tapi gue nggak pernah beda-bedain derjat seseorang, walaupun gue nggak diajari oleh nyokap soal tatakrama setidaknya gue belajar lah disekolah hihihi.


Setelah membersihkan badan, gue pun menuju dapur untuk makan bersam dengan mbok ii dan beberapa pelayan lainnya.


Ketika sedang asik menyantap sarapan yng kesiangan, nyokap gue lewat nihh


"Pagi bunda" ucap gue dengan senyum lebar


"Mmm" ucap Widuri yang masih fokus menatap lembaran kertas yang ia bawa dan melewati Debora tanpa menatap anaknya tersebut.


"Yaaah setidaknya gue sudah menyapa" lirih gue


"Yang sabar ya non" ucap mbok i kasian

__ADS_1


"Yaelah mbok tampangnya nggak usah kusut gtu napa.. debora mah udah biasa diacuhin keluarga Debora sendiri" ucapku sambil tertawa kecil


Walaupun sebenarnya Debora pengen nangis mbok.batin Debora


__ADS_2