Debora

Debora
Bab 11


__ADS_3

Cukup lama Debora mengelilingi universitas tersebut.


*drttt!


"ya clara" ucap Debora


"lo dmana, kita semua mau balik hotel lagi" ucap Clara


"ahh iya seb*..."


tiba-tiba telfon terputus.


"aihh baterai lowbet lagi" kesal debora


dengan langkah terburu debora menyisiri setiap jalan yg ia lewati


perasaan tadi gue lewat sini deh, kok nggak nyampe-nyampe ya. batinnya


waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, akan tetapi Debora masih sibuk mencari jalan menuju bus mereka parkir.


"hm hm"


Debora mengalihkan pandangan.


"butuh bantuan adik manis?" ucap salah satu mahasiswa disana.


"ah iya kak, saya ingin menuju parkiran namun tersesat" ucap Debora


"parkiran? disini ada banyak parkiran.. parkiran apa yang kamu maksud?" tanya pria tersebut


Debora pun menceritakan kalau dirinya sedang mengadakan study tour ke 3 universitas di Amerika.


"ahhh.. parkiran yang kamu maksud berada di sebelah timur adik manis, kamu sudah berjalan terlalu jauh haha" ucap pria tersebut sambil tertawa kecil


Debora menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


"lalu apakah anda bisa mengantarkan saya kembali kesana?" tanya debora


"dengan senang hati, ayok ikut saya" ucap pria tersebut


Debora pun diantar oleh pria yang belum ia ketahui namanya, ingin bertanya ia canggung.

__ADS_1


setibanya di depan parkiran ternyata kepala sekolah dan semua murid sedang sibuk mencari debora.


"itu rombongan saya kak... terimakasih banyak ya kak" ucap Debora kepada pria tersebut, lalu dengan senyuman mengembang Debora menghampiri teman-temannya


"Debora!" teriak seseorang membuat ia menghentikan langkahnya


"kak Rangga" lirih debora


Rangga langsung menarik tangan debora.


"kak..sakit kak" ucap debora merasakan sakit di pergelangan tangannya


"berani sekali kau jalan bersama pria yang belum kau tau dia siapa! lihat! semua orang mencari mu karena khawatir, tapi kau malah bersenang-senang dengan orang asing!" teriak rangga


"kak dengerin aku dulu" ucap Debora


"aku.."


"stop debora! semuanya sudah jelas.karena dirimu aku meninggalkan rapat penting perusahaan " bentak rangga kembali


debora hanya menunduk tidak mampu menatap manik-manik mata sang kakak.


sesampainya di hotel Debora langsuang di hempaskan di atas tempat tidur.


"siapa pria itu!" tanya rangga


"d..debora nggak tau kak" ucap Debora


"bohong!!" bentak rangga


"debora nggak tau kak, Debora nggak bohong" ucap Debora


.


"kau banyak alasan!" geram rangga


rangga pun menarik paksa kembali Debora menuju kamar mandi.


"aku disini disuruh menjaga kamu, jika bukan karena bunda dan ayah lebih baik aku lembur diperusahaan dari pada menjaga kamu" ucap rangga


rangga pun mendudukkan adiknnya di bathup.

__ADS_1


"kak,, kakak mau ngapain" perasaan Debora mulai tidak karuan


"aku akan memberikan sedikit pelajaran kepadamu karena telah berani berbohong" ucap rangga


rangga pun mengguyur badan adiknya dengan air yang sangat dingin, sehingga membuat Debora kedinginan


"kak, dingin kak" ucap Debora sambil menangis


"maafkan aku kk"


"maaf kak rangga"


rangga tak mengacuhkan permintaan maaf dari adiknya.


Flashback on


Di kamar hotel, rangga sedang membaca laporan2 yang masuk, untuk menjaga debora ia telah mengutus beberapa pengawalnya agar mengikuti bus yang membawa murid-murid dari korea.


Disaat sedang melakukan meeting dengan klien penting secara virtual, tiba-tiba rangga mendapatkan kabar kalau adiknya menghilang dari pantauan anak buahnya.


tanpa berpikir panjang rangga pun pergi meninggalkan meeting tersebut,karena khawatir dengan adiknya.


disaat rangga dan anak buahnya sedang mencari-cari debora, ia melihat debora jalan bersama pria asing dengan senyuman manis dan rangga pun tersulut emosinya.


Flashback off


Karena emosi masih merasuki jiwa rangga, ia tidak berpikir panjang untuk mengata-ngatai adiknya, sebenarnya rangga sangat sayang kepada debora, ia tau semua kegiatan adiknya diluar, ia tidak melarang adiknya dekat dengan siapapun akan tetapi entah mengapa hari ini ia sangat marah melihat adiknya jalan bersama pria asing.


"kau renungi apa yang telah kau lakukan" ucap rangga mematikan air shower


"kenapa kau diam?!" bentak rangga


"apa tidak sepercaya itu kakak kepada ku?" ucap debora sambil sesegukan


"hah jika aku boleh minta, aku tidak ingin melihat dirimu lagi, kau jalan bersama pria asing tersebut, apa kau pikir orang-orang melihat mu itu seperti apa ha?! kau baru datang di kampus itu sebagai tamu, kau pasti dianggap wanita murahan oleh mahasiswa disana. kau tidak lihat?! mereka menatap kalian berdua disepanjang jalan?!" ucap rangga


ucapan rangga cukup membuat hati Debora sakit.


"maaf kak, mungkin aku selalu menyusahkan mu" ucap debora sambil tertunduk menahan gemetar badannya yang kedinginan.


rangga pun tidak menjawab ucapan adikny, ia lebih memilih pergi dan meninggalkan hotel tersebut.

__ADS_1


__ADS_2