Debora

Debora
Bab 16


__ADS_3

hoaaam


Debora bangun dari tidurnya, ia melihat sekeliling tidak menemukan bram,


lah. ini gue dimana? bukannya tadi di perusahaan si kutu kumpret. ayok ayok debora kamu pasti mimpi.


Debora pun memejamkan kembali Matanya.


"hey!! enak ya tidur lagi" ucap bram yang berdiri di ambang pintu, ia melihat debora yang celingak-celinguk melihat sekeliling.


"heh" ucap Debora


"kau ingin tetap bermalas-malasan di sini atau keluar." ketus bram


astaga ternyata gue nggak mimpi. duh malu banget anjir. batin debora


"iya iya" ucap debora sambil cemberut berjalan mengikuti bram keluar dari kamar tersebut.


ooo ini kamar si kutu kumpret toh. batin Debora lagi sambil mengangguk angguk.


"kenapa mengangguk?" tanya bram membalikkan badannya berdiri tepat didepan debora


"ngg..nggak kok tuan bram" ucap debora gugup karena jarak mereka yg dekat, Debora bisa merasakan hembusan nafas bram.


bram pun mengalihkan pandangannya dari debora.


"ikut aku, kita akan makan siang dengan tuan bili" ucap bram


"kamu hafal biodata tuan bili, apa kesukaannya dan apa yang tidak dia sukai" ucap bram sambil melemparkan sebuah map ke tangan debora

__ADS_1


gue belum sepenuhnya sadar udah disuruh menghafal.huh kalau nggak butuh dia ogah kali gue disuruh suruh begini. jangan-jangan gue bakalan di jual ketuan bili ini. batin debora


Debora pun menghafal semua biodata yang ada di map tersebut hingga ia tak sadar kalau mereka telah tiba ditempat tujuan.


"ayok turun" ucap bram


Debora pun turun dari mobil dan berjalan mendahului bram


"hey cecunguk " panggil bram


"hah apa? gue cecunguk?" tanya debora


"iya, cecunguk bocah tengil. kamu di samping saya" ucap bram


"kau lupa dengan perjanjian kita tadi? harus mematuhi perintah saya!" tegas bram.


ternyata kedatangan mereka telah disambut oleh tuan bili.


"Selamat siang tuan bram. maaf mengganggu Waktu anda tuan" ucap tuan bili


"siang tuan bili. tidak usah sungkan, kita kan sudah sepakat jika anda datang ke California kita akan bertemu kembali " ucap bram sambil memberikan senyuman


"oo ya tuan bili, perkenalkan.."


"sudah, tidak perlu dikenalkan.saya sudah tau siap dia hahaha mari tuan kita bicara didalam " ucap tuan bili


apa! dia udah tau gue siapa?! duh jangan-jangan gue beneran dijual ini. batin debora gelisah


niat hati ingin pergi namun dicegah oleh bram, bram memegang erat tangan debora. dengan pasrahnya debora pun menerima apa yang akan terjadi terhadap dirinya nanti.

__ADS_1


"Silahkan duduk tuan bram" ucap tuan bili


"terimakasih tuan bili" balas Bram


"oo iya..nama anda siapa nona?" tanya bili kepada debora


"Debora tuan" ucap debora pelan


"hahaha jangan sungkan, saya sudah bekerja sama dengan bram selama 5 tahun. anda tidak perlu malu nona debora, toh nanti anda juga akan sering bertemu saya " ucap bili


wahh ternyata si kutu kumpret ini sudah banyak memberikan korban. gue harus gimana nii. cemas debora


"haha tuan bili, dia sangat pemalu jadi biarkan saja" ucap bram


"hahaha sangat cocok dengan anda yang cerewet tuan bram. omong-omong baju yg saya berikan sangat cocok nona debora yang memakainya ya" puji tuan bili


"baju?" tanya debora


"iya nona, baju yang anda pakai adalah desain dari istri saya, sayangnya ia tidak bisa melihat langsung secantik apa anda memakainya dikarenakan ia sedang mengadakan acara di Inggris sekarang ini" ucap bili


"saya mengucapkan terimakasih banyak tuan bili Karena telah mengizinkan saya menggunakan hasil karya dari istri anda tuan" ucap debora


"hahaha tidak usah sungkan nona debora, toh nanti anda juga akan menjadi bagian dari keluarga tuan bram dan anda juga bisa sering bertemu dengan istri saya" ucap bili


"bagian dari keluarga bram?" tanya debora bingung


"ya nona, apakah tuan bram tidak memberitahukan anda? dress yg di desain istri saya ini merupakan dress yang hanya akan diberikan tuan bram kepada perempuan yang berhasil meluluhkan hati tuan bram. ternyata anda orang nya nona. saya yakin pasti anda akan bahagia menjadi istri dari tuan Bramasta farellino kaisar orang terkaya di California " jelas bili panjang lebar


"Apa?! istri?!!!" teriak debora

__ADS_1


__ADS_2