
"Apa?! istri?!!!" teriak debora kaget
"hahaha anda sangat lucu nona" kekeh tuan Bili
"dia terlalu semangat tuan bili, sehingga lupa kalau dirinya akan menjadi istri saya" sanggah bram
"istri apanya!" bisik Debora sambil mencubit pinggang bram
"auuu sakit tau nggak!" bentak bram
"kau ikuti saja permainanku" bisik bram kepada Debora
dengan hati mendongkol debora mengikuti semua permainan bram. saling berbincang dan makan siang bersama.
"sepertinya sudah waktunya saya kembali ke perusahaan tuan bili" ucap bram mengakhiri pertemuan dengan bili
"ahkk ternyata sudah 2jam kita menghabiskan waktu tuan bram"
"kalau begitu saya permisi" ucap bram
"baik tuan, terimakasih sudah meluangkan waktunya dan jaga calon istri mu baik-baik" ucap bili
"hahaha tentu tuan bili, terimakasih sudah mengundang kami berdua makan siang" ucap bram
mereka pun menaiki mobil.
"istri? siapa yang bakalan jadi istri?! gue nggak mau! dan nggak akan pernah mau!" bentak Debora
"nanti kita bahas" ucap bram
"gue mau pulang" ucap Debora
"aku harus ke perusahaan" ucap bram
__ADS_1
"GUE MAU PULANG!" bentak Debora
"hm kembali ke rumah tom" ucap bram sambil memicingkan matanya
disepanjang debora hanya diam, sambil merenungi nasibnya, apakah ia harus berakhir menikahi orang yang belum lama ia kenal?
sesampainya dirumah, Debora langsung turun tanpa menghiraukan panggilan bram, mobil yang ia naiki pun berlalu dari rumah.
dengan langkah pasti Debora pun langsung menunju kamarnya dan membereskan semua pakaiannya.
"gue nggak mau nikah! gue masih mau kuliah! gue masih mau menikmati masa muda" ucapnya
Debora pun mendorong koper besar yang akan ia bawa.
"non.. nona kemana" tanya pelayan dirumah bram
Debora hanya diam sambil berlalu meninggalkan kepala pelayan tersebut.
setelah kepergian debora, kepala pelayan tersebut menghubungi tom asisten bram.
begitulah pesan yang tom terima, ia pun menyampaikan kepada bram.
"Biarkan saja, sampai kapan ia bertahan diluar dikota besar ini" ucap bram sambil meminum teh
sedangkan Debora kini tengah duduk di halte bus sendirian sambil menatap kesunyian jalan yang membuat hatinya semakin hancur.
aku harus kemana? aku tidak mempunyai uang.
dengan langkah pasti Debora kembali berjalan menyusuri jalanan yang sepi tersebut.
dipertengahan jalan, ada mobil yang melewatinya namun, mobil tersebut berhenti dan mundur menyesuaikan jalan dengan Debora
"hay" panggil seseorang didalm mobil
__ADS_1
Debora tidak mengacuhkan karena ia tidak kenal siapa-siapa di negara ini.
"hay" suara dan mobil tersebut masih mundur mengikuti langkah kakinya
"hay debora" Debora pun berhenti ketika namanya yg di panggil
Debora pun menatap orang yng memanggilnya.
"lahh kamu?!" ucap debora
"hay" panggil pria tersebut lagi sambil turun dari mobil
"kamu mau kemana membawa-bawa koper segede ini " ucap pria tersebut
Debora hanya menggelengkan kepalanya lemah
"kalau gtu ayok ikut aku" ucap pria tersebut sambil membawa koper Debora
Debora pun menahan kopernya
"aku tidak mengenal mu" ucap Debora
"aku bara" ucapnya
"kamu Debora kan? jangan takut, di kampus saja aku baik padamu, diluar haru tetap baik dong" ucapnya cengengesan
"darimana kamu tau nama ku Debora?" tanya debora
"sudahlah nanti aku ceritakan, sekarang kamu ikut aku dulu, masa iya cewek secantik kamu jalan sendirian disini, mana jalan sepi lagi" gombal bara
"ihh dasar ya" ucap Debora ketawa
"yok pergi" ucap bara lagi
__ADS_1
Debora pun menganggukkan kepalanya tanda setuju.