
maaf mungkin aku bukan adik yang terbaik buat kakak.
maaf mungkin aku bukan anak yang baik buat ayah dan bunda.
aku sadar, aku terlalu mengharapkan segalanya dari kalian.
hidup ku hampa, hidup ku rasanya tak berguna disaat kalian selalu sibuk dengan semua kegiatan kalian.
aku hanya butuh perhatian kalian, harta? aku tidak perlu. jika hanya kesederhanaan membuat kita saling menyayangi aku ikhlas menjalani hidup tanpa kemewahan.
kak rangga benar, mungkin aku hanya bisa menyusahkan kalian saja. aku akan kabulkan permintaan mu kak, aku tidak akan mengganggu kamu lagi,aku akan memulai kehidupan ku yang baru, membuka lembaran baru, berdiri sendiri tanpa ada nama keluarga Sebastian dinamaku.
Rangga membaca tiap-tiap kata yang ditulis di tulis Debora di atas kertas, terasa sesak di dadanya akan setiap ucapan adiknya tersebut.
"maafkan kakak debora,, kakak sadar dengan semua perkataan kakak yang menyakitkan hati mu" rangga tersungkur sambil menangis.
setelah memberikan hukuman kepada debora, rangga keluar hotel menuju bar terdekat, setelah pikirannya tenang, ia baru tersadar dengan semua yang telah ia ucapkan kepada adiknya.
ia bergegas kembali ke hotel.namun ia tidak menemukan Debora, ia hanya menemukan secarik kertas yang ditulis debora.
"ikut denganku kita cari debora, Debora menghilang" ucap rangga menelfon anak buahnya.
disisi lain, debora berjalan dengan langkah gontai, kemana tujuannya kini ia belum tau, yang ada dipikirannya hanyalah bagaimana caranya agar dirinya menghangatkan tubuh.
jam sudah menunjukkan pukul 09.00 malam. rasanya kedua kakinya kini tidak kuat untuk berjaln lebih jauh lagi.
__ADS_1
dipersimpangan jalan yang sunyi, debora merasakan kepalanya pusing, namun ia harus berusaha tetap berjalan menyeberangi jalan tersebut.
namun lama kelamaan pandangan Debora mulai pudar.
tit tiiiit
Suara klakson mobil seakan-akan semakin menghilang dari pendengarannya, pandangan Debora pun mulai tak karuan. akhirnya Debora pingsan tak sadarkan diri.
Pov rangga
Rangga memerintahkan seluruh bodyguard yang ia bawa ke Amerika untuk mencari debora, sudah 2 jam ia menyisiri jalanan namun ia tak kunjung menemukan keberadaan adiknya tersebut.
maafkan kakak debora.
rangga memilih kembali ke hotel dan menghubungi orang tuanya.
"mm ada apa, bunda sedang mendesain rangga, nanti saja hubungi bunda kembali" ucap Widuri
"ada..." sambungan telfon pun terputus*
kemudian Rangga menghubungi Adiguna.
"halo ayah" ucapnya
"ada apa, tumben malam-malam menelfon ayah" ucap Adiguna
__ADS_1
"ada yang ingin *rangga sampaikan" kini rangga tidak mampu menahan air matanya
"hai boy, kenapa menangis?" ucap Adiguna khawatir, begitu juga dengan widuri yang duduk tidak jauh dari suaminya.
"Debora yah" ucap rangga
"kenapa debora?" tanya Adiguna
"debora..debora pergi " tangisan rangga pecah kala mengingat surat yng ditulis debora
"pergi? pergi maksudnya?" ucap adiguna*
Rangga pun menceritakan semua yang terjadi tadi sore.
"*kau menguyur adikmu dengan air?! apa yang kau lakukan rangga!!" bentak adiguna
"maaf ayah,, aku tersulut emosi "
"kau cari adikmu hingga ketemu, ayah dan bunda langsung terbang ke L.A" adiguna pun memutus sambungan telepon*
Rangga tak henti-hentinya menangis mengingat apa yang telah ia perbuat terhadap adik kandungnya sendiri.
Di korea.
"ada apa yah? kenapa debora?" tanya Widuri
__ADS_1
"debora menghilang, kita terbang ke L.A sekarang juga" ucap adiguna sambil mengambil dompet dan beberapa barang yang diperlukan
sedangkan Widuri terkejut dengan apa yang disampaikan suaminya, buliran air mata mulai membasahi pipinya, tanpa berpikir panjang Widuri langsung mengemasi barang yang diperlukan lalu mereka pergi menuju bandara menaiki pesawat pribadi miliknya.