Debora

Debora
Bab 15


__ADS_3

"kamu Debora " ucap bram


"jika kamu ingin bekerja disini, saya ingin tanya keahlian apa yang kamu punya di bidang pendidikan? " tanya bram


"saya memahami semua pelajaran disekolah tuan, saya juga bisa beberapa bahasa seperti bahasa Inggris, bahasa China, Jepang dan Thailand " jelas Debora


ternyata dia wanita yang cukup pintar.batin bram


"lalu di bidang bisnis, apa kamu memiliki keahlian?" tanya bram lagi


"ya.. saya juga bisa dalam manajemen bisnis serta publik speaking saya juga sangat memuaskan " ucap Debora


"Tom.. berikan dia pakaian yang diberi oleh tuan Bili" perintah bram


"pakaian apa?" tanya debora namun tidak dijawab oleh bram


beberapa menit kemudian sekretaris Tom datang membawa pakaian yang diperintahkan oleh bram.


"kamu ganti baju dan berdandanlah..jangan membuat saya malu didepan klien saya" perintah bram


"lo mau jual gue?!" tuduh debora


"buat apa saya menjual anda? badan kurus kering begini mana laku" ketus bram


"kau-" kesal debora


"sudah!jangan banyak bantah, jika ingin tetap tinggal disini patuhi perintah saya!" ucap bram

__ADS_1


dengan berat hati Debora pun mengikuti perintah bram, ia mengganti pakaian dan sedikit memberikan makeup di wajahnya.


setangah jam pun berlalu.


"debora!! berapa lama saya harus menunggu ha?"" teriak Bram didepan kamar debora


"iya iya sebentar, bawel banget sih" ketua debora


ceklek


Debora pun keluar dari kamar, bram ,Tom dan beberapa pelayan diluar kamar terpana dengan kecantikan debora menggunakan dress tersebut.


dress motif bunga dengan beberapa aksesoris membuat penampilannya sangat anggun, sangat cocok jika ia berjalan dengan bram yang menggunakan pakaian kantor berwarna maroon.




"hmm" deham bram ketika sadar dari lamunannya


"kita berangkat" ucap bram


di selama perjalanan tidak ada percakapan yang terjadi antara bram dengan debora.


"tuan" panggil debora


"didepan klien saya jangan memanggil tuan dan saya juga ingatkan, apapun yang terjadi ketika makan siang nanti kamu jangan membantah atau mengeluarkan perkataan yang menyudutkan saya, anggap saja sekarang kamu sedang di tes untuk melakukan sebuah pekerjaan, jika gagal siap-siap angkat kaki dari rumah" ucap bram

__ADS_1


debora hanya mengangguk tanda memahami perkataan bram.


"eh bentar bentar makan siang? sedangkan sekarang masih pagi loh" bentah Debora


"belum juga sampai 1 menit kamu sudah membangkang " kesal bram


"maaf" lirih debora


"kamu ikut saya keperusahaan, kalau nanti kita bertemu hanya membuang-buang waktu " ucap bram


Debora pun hanya diam sambil menatap indahnya kota California.


setibanya di perusahaan, semua mata karyawan tertuju kepada debora, kekaguman terpancar dari setiap manik-manik mata karyawan di perusahaan milik bram tersebut.


"jika pekerjaan kalian hanya menatap orang diperusahaan sebaiknya kalian keluar dari perusahaan!" bentak bram sambil berjalan ke arah ruangannya


"isss judes banget sih" lirih debora


setibanya di dalam ruangan bram, debora hanya celingak-celinguk melihat betapa indahnya pemandangan didepan matanya, elegan adalah satu kalimat yang keluar dari mulut Debora ketika memasuki ruangan milik CEO tersebut.


"kamu duduk disofa, saya kerjakan sedikit dokumen setelah itu kita pergi" perintah bram


Debora pun duduk di sofa menghadap bram yang sedang bekerja, satu dua jam telah berlalu Debora mulai merasakan bosan.


"ahh sebaiknya ku hubungi sania dan clara saja" batin Debora


mereka pun saling balas pesan, walaupun di keluarga besarnya ia kehilangan anak perempuannya akan tetapi dimata clara,sania dan buk laras Debora masih ada, debora memang merencanakan bahwa ia akan pergi dari kehidupan keluarganya akan tetapi rencana yang mereka susun sedikit keluar dari rencana semula.

__ADS_1


setelah asik berbalas pesan dengan kedua sahabatnya tersebut, debora merasakn kantuk dan ia pun tertidur. bram sadar bahwa Debora tertidur setelah memainkan handphonenya dengan inisiatif bram pun memindahkan Debora kedalam kamar khusus yang ia miliki di ruangan tersebut.


#Bersambung


__ADS_2