
Disepanjang perjalanan Debora hanya diam sambil menatap sunyi jalanan kota K.
"ke apotik 24jam" perintah pria tersebut dengan ketusnya kepada sopir yang mengendarai mobil tersebut.
Lahh ni orang kok mulai dingin banget sih..
tak lama kemudian sampailah mereka di salah satu apotik yang memang buka 24jam. tanpa basa basi sopir tersebut seakan-akan tau apa yg akan dibeli oleh majikannya, ia pun keluar dari mobil dan membeli semua keperluan sang majikan.
Selang beberapa waktu kemudian, sopir datang membawa kantong kresek yang berisi obat-obatan.
"Sini ku obati luka di tangan dan kakimu" ucap pria tersebut kepada debora.
"tidak usah tuan" ucap Debora pelan
"astaga.. tuan tuan..kamu pikir saya ini majikan mu? sudah diam..biar saya yang obati kamu duduk manis saja" ucap pria tersebut
Serius, ni orang maksa banget dah.. kalau nggak butuh ni orang dari tadi gue udah ngelawan kali.
"kalau ada yg mau dibicarakan, bicara langsung dengan saya,, jangan mengumpat dalam hati..nggak sopan" ucap pria tersebut yang masih fokus membersihkan Luka di tangan dan kaki debora.
Jangan ditanya bagaimana ekspresi Debora saat ini. ya sudah pasti wajahnya merah padam menahan malu.
__ADS_1
setelah mengobati luka debora, kini mereka melanjutkan perjalanan menuju kediaman keluarga Debora.
"ternyata kamu tinggal di kelas elite juga" puji pria tersebut. sedangkan Debora hanya diam karena masih merasa malu.
"berhenti pak" ucap debora
ia pun turun dari mobil sambil memegang lengan sebelah yang sedikit terluka.
"rumah saya di depan sana, sampai sini saja.. nanti orang-orang pada curiga" ucap Debora
"oh baguslah.. pesan saya jangan suka keluyuran malam, nggak baik. untung yang kamu tabrak saya, kalau orang lain mungkin kamu sudah diporotin kali" ucap pria tersebut
"yayayaya Terimakasih malaikat tak bersayap telah menolong hamba mu ini yang lemah" cibir debora
"heh lupa nanya namanya siapa.. yah tapi bodo amatttt lah..yang penting kagak ketemu dia lagi"
sebenarnya Debora telah tiba dikediamannya hanya saja ia tidak ingin orang-orang tau bahwa dia adalah anak konglomerat.
"aduh noon.. ini kenapa luka-luka semua sih" ucap pak Ujang sambil membukakan gerbang untuk Debora
"ssssst pelan-pelan dong pak suaranya,, ooo ini nggak pp kok pak, cuma keserempet sedikit saja hehe" ucap Debora
__ADS_1
"yaudah sini, pak ujang bantuin masuk ke dalam" ucap pak Ujang
dengan di bantu pak Ujang, Debora sampai dimeja dapur.
"duh non sihh nggak hati-hati" ucap mbok i yang nggak kalah heboh dari pak ujang setelah Debora menceritakan musibah yang dialami tadi.
"nggak pp loh mbok,cuma lecet dikit kok" ucap Debora
"apa sih yang nggak pp non..tu lihat lukanya ada dimana mana,, motor non juga gmna?" tnya mbok i
"hehe motor penyok mbok,, biarin aja deh motornya"
"astaga non non.. kalau ketahuan tuan dan nyonya bisa marah besar ini" ucap mbok i khawatir
"udahlah mbok nggak usah di pikirin ayah bunda..yg penting Debora selamat kn" ucapnya sambil tersenyum lebar
"yoweslah..non sekarang istirahat biar nanti mbok antarin minuman jahe buat non" ucap mbok i
"oke mbok.. Debora ke atas dulu mbok i pak Ujang" pamit Debora
#**BERSAMBUNG
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE YA KK 🤍**