
drrrrrt
drrttt
alarm berbunyi membangunkan pemilik kamar tersebut.
dengan langkah gontai berjalan menuju kamar mandi untuk mandi dan menyiapkan teh hangat di pagi hari sambil menatap indahnya pemandangan di depan jendela.
tok tok ceklek
"nona..tuan menunggu anda di bawah" ucap pelayan dirumah tersebut.
"ahh baik.. terimakasih"
ia pun menyusuri tangga menuju meja makan. setibanya di depan meja makan ia hanya berdiri saja.
"duduklah Debora" ucap pria tersebut
Debora pun duduk menikmati sarapan paginya.
"ini handphone mu yang rusak telah diperbaiki" ucap pria tersebut sambil menyerahkan handphone milik Debora
"wahh makasih tuan Bram"
yapp.. ketika debora pingsan dijalanan Bramasta farellino kaisar lah yang menolongnya.
"hmm"
"apa yang akan kamu lakukan selanjutnya" ucap bram
__ADS_1
"mempersiapkan diri untuk ujian" ucap Debora
"bagus.. ini tiket dan cek untuk dirimu kembali ke Korea" ucap bram
"kembali ke Korea? tidak tidak! gue nggak mau" ucap Debora
prak!
bram menghempaskan sendok dan garpu yang ia pegang.
"jika tidak ingin kembali, keluar lah dari rumah saya! jangan beranggapan saya perduli dengan anda! ingat nona Debora saya berbuat baik karena saya berutang budi kepada anda jika tidak, mungkin saat itu anda sudah mati di jalanan!" ucap bram
"oke.. terimakasih untuk segala bantuan yang anda berikan tuan Bramasta farellino kaisar, anda manusia paling terkejam yang pernah saya temui" ucap Debora emosi dan berjalan meninggalkan rumah bram
"tunggu!" bentak bram
halah cuma gertak doang tu cowok mah,, ujung-ujungnya gue dipanggil balik. batin Debora sambil tersenyum
Bram berjalan kearah debora dan mengambil kembali cek yang telah diberikannya.
"kamu keluar tidak perlu membawa ini kan" ucap bram sambil menyeringai
ahk sial, tanpa uang gue mana bisa hidup diluar.
"aihhh tuan Bram, tadi anda sudah memberikannya kepada saya, masak ditarik kembali, itu kan sudah menjadi hak saya" ucap Debora
"siapa bilang hak mu, saya memberikan cek ini jika kamu mau kembali ke Korea,kalau tidak ya tidak jadi" ucap bram santai
"tapi tuan-"
__ADS_1
"Silahkan keluar " ucap Bram menatap Debora
debora pun mengerucutkan bibirnya, dan kembali duduk di meja makan. sedangkan Bram hanya geleng2 kepala melihat tingkah debora.
"tuan Bramasta " ucap Debora pelan
"mmm" jawab bram
"boleh tidak saya di izinkan tinggal disini kembali?" tanyanya dengan nada rendah
"tidak!" tegas bram
"t..t..tapi saya nggak tau harus kemana, saya bisa kok beres-beres rumah, nyuci baju, nyuci piring, anggap saja saya melamar pekerjaan disini" ucap Debora
"pelayan di rumah ku sudah memiliki tugas masing-masing tidak ada pelayan tambahan" ucap bram sambil memakan sarapannya
"tolong tuan..beri saya pekerjaan..anda juga sudah tau kenapa saya bisa begini" ucap Debora sendu
"siapa suruh kabur dari hotel, jangan jadi sok pemberani, ini kota besar beruntung kamu bertemu dengan saya, jika tidak mungkin sekarang kamu entah berada dimana" ucap bram santai
"karena saya-" ucapan debora terhenti ketika sekretaris bram datang
"tuan, ada yang ingin saya sampaikan, ini tentang kedatangan pemilik perusahaan BA group tuan " ucap sekretaris Tom
sekretaris Tom pun membisikkan sesuatu kepada bram sehingga bram langsung menatap debora. sedangkan orang yang ditatap langsung menundukkan kepalanya.
"kamu Debora"
##Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan komennya ya kak 🖤 makasih 🖤