
Malam harinya Debora makan malam bersama dengan keluarganya.
"Ayah..bunda..kata bu windi setelah ujian kelulusan, sekolah akan mengadakan jalan-jalan ke negara A.. Debora ikut ya yah" ucap Debora sambil menyuapi makanan ke mulutnya
"No" ucap ayahnya singkat sambil menatap layar ponselnya
"Tapi yah-" ucapan Debora terhenti
"Kamu nggak dengar apa yg ayah bilang mm" kini bunda yang angkat bicara
"Debora ingin jalan-jalan"lirih debora sambil menundukkan kepalanya
"Kalau kamu ingin jalan-jalan..nanti ayah suruh asisten ayah untuk mengatur jadwal kakak kamu, biar dia yang menemani kamu" ucap ayahnya lagi.
"Tapi yah-" ucapan Debora lagi-lagi terhenti tapi kali ini dihentikan oleh kakaknya
"Rangga nggak bisa yah..urusan diperusahaan sangatlah padat.. Rangga tidak mungkin meninggalkan perusahaan yah" ucap rangga
__ADS_1
"Sudahlah..de, kami ini bekerja untuk kamu..kami bekerja ini juga untuk memenuhi kebutuhan kamu..jadi tolong, kamu jangan ikut-ikutan acara sekolah kamu itu..Kalau terjadi apa-apa siapa yang repot? Siapa yang susah? Kami juga kan? Nanti biar bunda yang bilang ke buk windi kalau kamu ada urusan keluarga, bereskan" ucap bundanya
Sungguh hati Debora terasa sangat nyeri mendengar tuturan kata dari Widuri ibu yang telah melahirkannya.
"Debora kenyang.. debora ke kamar dulu" lirih debora menahan air matanya supaya tidak keluar
"Habiskan makananmu baru pergi dari ruangan ini!" titah Adiguna
"Debora udah nggak nafsu" ucap Debora pelan
"Oh jadi gini! Mentang-mentang kami tidak mengizinkan pergi, kamu nggak ingin menghabiskan makan malam mu? Kami mencari uang dari pagi sampai malam untuk kamu! Jangan mentang mentang kami tidak memperhatikan mu kamu bisa se enaknya!" Ucap Adiguna marah kepada Debora
Para pelayan yang melihat debora menangis hanya bisa menatap sendu anak majikannya tersebut.
"Udah pinter ngelawan ya kamu sekarang! Debora!! Kamu itu udah besar..kasih sayang apalagi yang kamu ingin kan ha?! Semuanya sudah kami berikan! Mobil, motor,apartemen semuanya kami berikan kepadamu! Apa yang kurang dari kami sebagai orang tua!" Bentak Widuri
Debora pun menundukkan kepalanya
__ADS_1
"Debora hanya butuh kasih sayang dari kalian, debora juga butuh dianggap" lirih debora
"Dek..kamu udah mau lulus sekolah.. aturannya kamu ngerti dong kami gimana.. jika kami bermalas-malasan posisi perusahaan akan turun" ucap rangga
"Untuk apa mementingkan karir jika Debora di telantarkan" ucap debora
Plak!
Satu tamparan melayang kewajah mulus debora, semua orang yang berada di ruangan tersebut terkejut dengan apa yang baru saja ia lihat
"Ayah!!" Ucap Widuri dan Rangga serentak
Sedari tadi Adiguna mencoba menahan emosinya supaya tidak meledak,namun nihil..
"Kedepannya kamu tidak usah ikut sarapan bersama kami lagi..jika kehadiran mu hanya untuk merusak suasana! Dan satu lagi, kalau kamu ingin ikut acara sekolah tapi dengan rangga, tidak ada bantahan!" Ucap Adiguna
Tangan Debora gemetar memegang pipinya yang amat teramat sakit, baru kali ini ayahnya berani memainkan tangan untuknya.
__ADS_1
Dengan hati yang bercampur aduk tanpa menghiraukan Widuri memanggil debora melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamarnya dan meluapkan kekesalan dan tangisannya dikamar.
Jangan lupa like,vote dan komennya ya kak 🖤