Debora

Debora
Bab 8


__ADS_3

"ngapain lu dipanggil kepsek de?" kepo kedua sahabatnya ketika debora masuk kedalam kelas.


"biasa lahh..gue di tanya ikut acara sekolah atau nggak" ucap debora sambil membuka buku pelajaran.


kedua sahabatnya pun paham, mereka juga membuka buku pelajaran Untuk mengikuti pelajaran selanjutnya.


Jam pulang pun tiba, debora dan sahabatnya menuju gerbang sekolah menunggu jemputan masing-masing.


Namun, sialnya debora harus berdiri tepat didekat alexa, ia mulai mencium bau-bau kepameran dari musuh bebuyutannya itu.


"Alexa.. isu-isu kalau lu di jodohkan dengan pengusaha sukses di negara A itu benar ya?" ucap Fani memulai memancing panas suasana


"ahh iya dongg..sekalian kita liburan nanti gue bakalan ketemu dia disana..ihh nggak sabar banget ketemu calon gue" ucap Alexa pamer


"bangga dong yaa dia dapet cewek secantik dan se sexy lo xa" ucap laras


"idih badan kayak tiang listrik aja bangga" sambung clara


"eh lu iri ya sama gue? biarin mau badan gue kayak tiang listrik kek yang penting gua udah punya calon tunangan" ucap Alexa

__ADS_1


"halaah cuma calon tunangan aja bangga.. lu nggak tau ya pepatah sebelum garis kuning melengkung masih bisa di tikung, yaaa gue doain aja ya semoga calon yang lo bangga-banggain itu nggak di tikung sama cewek yang lebih cakep dari lo" ucap sania


"lo maunya apa sih" ucap alexa mendorong bahu sania


"lo yang mulai duluan!" sania membalas mendorong alexa


"lo!" ucap alexa


"lo! dasar sok pamer" ucap sania


"lo berani ngelawan gue?!" alexa pun mulai terpancing emosi dan ia akan menampar wajah sania


sania memicingkan matanya namun tidak merasakan nyeri di pipinya, ia pun membuka mata.


"Debora" ucap sania dan clara


yapp, disaat Alexa akan menampar wajah sania, Debora lebih dulu menampar wajah alexa


"lo berani ngelawan sahabat gue, lo harus lawan gue dulu" ucap Debora emosi

__ADS_1


"gue diam belum tentu gue tinggal diam. lo yang mancing-mancing gue dari tadi.. lo yang pamer di depan kita, lo pikir gue bodoh, lo ngomong begituan di depan gue dengan suara yang keras buat apa? ya buat pamer lah" ucap Debora


"gue ingetin! nggak cuma lo, tapi kalian berdua juga, salah kita bertiga apasih ha?! sampai-sampai kalian bertiga bikin masalah terus sama kita, perasan gue dari kelas 1&2 aman-aman aja. tapi ntah kenapa di kelas 3 ni gue punya musuh kayak lo pada" ucap Debora sambil mencengkram krah baju Alexa


"gue ingetin sekali lagi!!.kalau lo masih ganggu gue dan sahabat-sahabat gue..oh no! maksud gue seluruh anak di sekolah ini yang selalu lo tindas, gue bakalan bikin hidup lo ga tenang.lo paham?!"


"Dan juga" Debora melepas cengkramannya


"lo kenal tuan Adiguna Sebastian Gunawan?" tanya debora


"hah siapa sih yang nggak kenal dengan orang terpandang itu" ucap Alexa sambil melipat kedua tangannya


"mungkin lo cuma kenal nama gue Debora, tapi lo nggak tau gue berasal dari keluarga mana"


"kenalin gue DEBORA AMAIRA SEBASTIAN Putri dari CEO AFA Group" ucap Debora sambil mengulurkan tangannya


Alexa langsung tersungkur lemah, dia tidak menyangka bahwa yang ia lawan selama ini adalah anak dari perusahaan ternama di negara K


"selama ini gue diam.. tapi lain kali tidak! lo tau segampang apa bokap gue menjatuhkan perusahaan lain? apalagi perusahaan bokap lo yang hanya sekecil lalat itu. sangat mudah bagi tuan Adiguna menjatuhkannya. Ingat itu!" ucap debora

__ADS_1


ia dan kawan-kawan pun pergi meninggalkan alexa dengan para sahabatnya yang masih tidak percaya kalau Debora adalah anak terpandang.


__ADS_2