Debora

Debora
Bab 13


__ADS_3

California mulai dituruni hujan lebat, semua anak buah rangga tidak berhenti untuk mencari debora, hingga tengah malam rangga belum juga menemukan adiknya.


"Sial!!" teriak rangga sambil mengacak-acak rambutnya


"Debora kamu dimana??" ucap rangga yang tak henti-hentinya menangis menatap California yang sedang diguyur hujan, pikiran buruk merasuki rangga, bagaimana keadaan adiknya sekarang ini? apakah dia kehujanan?


"Bos" panggil anak buahnya menyadarkan lamunan rangga.


"kita cari kembali sampai dia ketemu" ucap rangga tegas.


rangga dan anak buahnya keluar dari kamar hotel.


"Rangga" panggil seseorang


rangga pun mengalihkan pandangannya ke sumber suara.


"ayah" lirih rangga


Adiguna dan Widuri berdiri di depan Rangga menatap wajah sembab anaknya.


Prak!


"Adiguna!" teriak widuri


"Apa yang kau lakukan kepada adikmu bodoh?!" bentak rangga


"maaf yah" lirih rangga


"maaf kau bilang?! kini kau menyesalinya?! tidak ada gunanya saat ini" ucap Adiguna


"sudah cukup" ucap Widuri


"sekarang ini bukan saat yang tepat menyalahkan rangga! kita cari debora bersama, jika tidak bertemu kita laporkan ke pihak kepolisian" ucap Widuri berusaha untuk tidak menangis.

__ADS_1


kini merekapun mencari debora bersama-sama, mencari hingga pagi pun datang. tidak ada titik terang bertemunya debora.


kini Widuri sungguh sangat menyesali atas semua perbuatannya. ternyata benar yang diucapkan debora, kini hanya rasa penyesalan yang ada didalam hati Widuri.


"bunda..sudah jangan menangis lagi" ucap rangga


"bunda menyesali atas perilaku bunda kepada debora selama ini rangga, bunda tidak memberikan kasih sayang layaknya seorang ibu" ucap Widuri


"sudahlah Widuri, tak ada yang perlu disesali. mari kita makan dulu setelah itu kita cari debora kembali" ucap Adiguna menenangkan istrinya.


disaat sedang sarapan pagi, datang staf hotel menemui mereka.


"maaf tuan dan nyonya mengganggu sarapan kalian. ada yang ingin bertemu dengan tuan Rangga" ucap staf hotel tersebut.


"siapa?" tanya rangga


"hm sebelumnya maaf tuan, saya hanya ingin mengantarkan ini" ucap pria tersebut memberikan buku diary milik Debora yang terjatuh saat mengunjungi universitas kemarin.


"kau?!" ucap rangga


"kini sudah jelas rangga" ucap Adiguna


rangga hanya menundukkan kepalanya sambil menangis.


Bara yang belum pergi dari tempat tersebut hanya bingung dengan apa yang terjadi.


"kak Rangga" teriak Clara dan sania sambil berlari


"kak apa benar debora menghilang??"


"kok bisa sih kak? kakak nggak mukul debora kan pas di hotel?"


"kak jawab kak"

__ADS_1


rentetan pertanyaan dituturkan Clara dan Sania kepada rangga


"hmm" ucap Adiguna menghentikan kedua wanita tersebut bertanya


"astaga..ada ayah dan bunda..maaf kami nggak tau ada kalian" ucap sania menggaruk tengkuknya


"Debora" ucap Widuri


"Debora kabur dari hotel" ucap Widuri sambil menangis


"apa?!!!" teriak keduanya


"kami sudah mencari kemana-mana tapi tidak ditemukan" ucap Widuri sendu


kedua temannya pun sedih dengan apa yang terjadi kepada sahabatnya tersebut.


"lalu sekarang bagaimana bun?" tanya Clara


"kami sudah melaporkan hal ini ke pihak yang berwajib..karena Debora hanya orang asing, laporan hanya berlaku 24, lewat dari itu pihak kepolisian tidak bertanggung jawab" ucap Widuri


Jadi namanya debora.batin bara


"mohon maaf tuan nyonya, kalau begitu saya pamit dulu" ucap Bram


Mungkin ada masalah diantara mereka sehingga gadis tersebut pergi.ahhh sudahlah.


Sudah 24 jam berlalu, Adiguna tidak menemukan keberadaan Debora. laporan yang mereka ajukan pun tak dibaca. 'ikhlas' hanya kalimat tersebut yang bisa diucapkan saat ini dan segala usaha telah dilakukan.


walaupun ada sedikit titik terang tetap saja tidak menguatkan bukti keberadaan putrinya tersebut. mereka telah mencari selama seminggu tetap saja tidak menemukan Debora.


Widuri dan Adiguna memutuskan untuk kembali ke ke negara Korea, karena ada rapat yang benar-benar tidak bisa di wakilkan oleh siapapun.


sedangkan rangga mengikuti rombongan sekolah debora, semenjak kehilangan Debora, rangga selalu saja menangis ketika bayangan adiknya tersebut ada di pikirannya.

__ADS_1


#BERSAMBUNG


__ADS_2