
Di sekolah debora hanya diam sambil mengikuti pelajaran hari ini hingga jam istirahat pun tiba.
"de lu kenapa sih dari tadi diam-diam aja" tanya sania
"ya ni si debora kek mainan kehabisan baterai diam mulu" ucap Clara
"gue nggak pp kok..cuma lagi mikirin acara 2 hari lagi" ucap Debora
"eh lu dibolehin bokap sama nyokap lu kan de?? jangan bilang lu bakalan di kawal sama beberapa bodyguard bokap" ucap Clara
"yaaa gtu deh..tapi kali ini bukan bodyguard tapi abg gue langsung yang ikut" ucap Debora lesu
"waaaaaaa babang rangga ganteng akuuuu" ucap sania heboh
"lu ya dari dulu masihh aja suka sama si dingin terpal itu" ucap Clara menjitak kepala sania
"lu yang terpal.. Abang gue seganteng itu dibilang punya wajah terpal" ucap debora sambil menjitak kepala clara
"sakittt deeee..abg lu sih kita ajak ngobrol cuma hm..hm..hm..ya.. tidak.. dia pikir kita ini nggak orang apa" kesal Clara
"gue sih bodoamatlah yaaa, yang penting 2 hari lagi bakalan ketemu sama babang rangga guee" ucap sania gembira
__ADS_1
"serah lu deh" ucap Debora dan Clara kompak
disaat mereka sedang asik menyantap makanannya di kantin. tiba-tiba kepala sekolah datang menghampiri debora.
"Debora bisa temui saya di kantor sebentar?" ucap bu laras
"baik buk" debora pun mengekori bu laras dari belakang.
Di Ruangan kepala sekolah.
"Orang tua mu menelfon ibuk barusan, apa kamu setuju dengan keinginan mereka?" ucap buk laras
Debora hanya menunduk sambil menahan air matanya agar tidak keluar.
"sini nak" ucap buk laras sambil merentangkan tangannya
debora langsung memeluk buk laras dengan erat. yupp di sekolah debora sangattt di sayangi oleh buk laras, selain murid yang pintar Debora termasuk anak yang tidak sombong.
"yang sabar..suatu saat pasti ayah,bunda dan kak rangga memperhatikan kamu nak, ibuk yakin itu" ucap buk laras sambil mengelus punggung Debora
"mungkin jika Debora pergi dari kehidupan mereka, mereka juga tidak akan perduli buk" ucap Debora
__ADS_1
"ssssstttt nggak boleh ngomong gitu.."
"bukk.. debora boleh minta tolong nggak.. debora janji bakalan juara nanti di ujian akhir" ucap debora sambil menatap buk laras
"kenapa? yok sini cerita" bu laras pun mengajak Debora ke sofa agar lebih santai untuk bercerita.
setelah beberapa lama di ruangan kepala sekolah debora pun keluar dengan hati yang sedikit lega.
"woi cewek sok cantik" ucap seseorang
debora pun hanya acuh dengan panggilan tersebut.
"songong banget ya gaya lu..lu dari ruangan kepsek pasti kenak omel kannn..secara lu itu yaa anak mami banget, mungkin buk kepsek menegur lu supaya lu jangan belagak songong di sekolah ini" sindir alexa
"bukan urusan lo" ucap debora datar dan melanjutkan jalannya
"eh... sombong banget sih" ucap Alexa dan menarik rambut debora secara kasar
debora meringis kesakitan namun tidak lama alexa lah yang meringis kesakitan sedangkan temannya hanya diam
"awww sakit debora..lo mau matahin tangan gue ha?!" bentak alexa
__ADS_1
"waaah ide bagus tuh..sekalian tangan lo gue potong-potong aja biar tangan lo ini nggak kegatelan gangguin orang mulu!" ucap debora lalu menghempaskan tangannya dan pergi menuju ke kelasnya
"dasar debora kurang ajar" alexa dan kawan-kawan pun pergi meninggalkan tempat tersebut.